Penyesalan Seorang Ibu

2.6K 94 0
                                        

Satya mencium foto itu.
Satya tidak mengetahui kalau Amara hamil mengandung Anak Satya dengan Amara.
"Amara,Maafin aku ya,Pasti kamu marah karena aku nggak kabarin kamu,Tentang kepergian aku,Tapi tenang aja Sayang,Secepatnya aku bakal pulang untuk kamu" Ucap Satya tersenyum memeluk Foto itu.
Beberapa Saat Kemudian.
Amara sampai di Apartementnya.
Amara menghampiri Resepsionis.
"Mbak,Ada Satya Saputra" Tanya Amara.
"Dia udah keluar Mbak,Satu jam yang lalu" Jawab Resepsionis.
"Dia pergi kemana" Tanya Amara.
"Nggak tau Mbak,Saya cuman tau itu aja dan Saya melihat Pak Satya membawa koper gitu,Tapi aku nggak tau Pak Satya pergi kemana" Jawab Resepsionis.
"Makasih Mbak" Ucap Amara.
Amara berjalan keluar dari Apartement.Amara menangis Mengetahui Satya pergi saat dia sedang Hamil.
"Kamu jahat Sat,Kenapa kamu tega ninggalin aku,Saat aku sedang mengandung anak kita" Ucap Amara menangis.
"Karena cinta...Kubahagia...
Karena cinta...Kuterlena...
Karena cinta...Kumerana...
Karena cinta...Aku kecewa...
Aku tersiksa....Karena Cinta...
Pada siapa.....Aku mengadu
Ku tak tau......Aku tak tau"
Amara menangis Sambil berjalan tanpa Arah.Amara mengingat kejadian dimana.Karena dia terlalu mencintai Satya.Dia rela mengorbankan keperawanannya ke Satya.
"Kini....Aku menyesal
Sungguh aku menyesal
Karena ulahku turuti nafsu
Ku berbadan dua
Aku...tak tau harus mengapa"
Amara bernyanyi sambil mengelus perutnya.Dia menyesal seandainya dia nggak cemburu,
Mungkin dia nggak akan membiarkan masa depannya hancur.
Amara menyesal karena cemburu dan takut kehilangan Satya.Dia rela di rela mengorbankan kesuciannya untuk Satya dan Pada akhirnya Amara hamil mengandung Anak dia dan Satya.Saat Satya pergi darinya.
Amara sampai di rumahnya.
Amara menangis.Amara memasukin rumahnya.Dia berpapasan dengan Masha.
"Kenapa kamu nangis,Surat apa itu di tangan kamu" Tanya Masha.
Masha mengambil surat itu dari tangan Amara.Masha membuka surat itu dan membaca surat itu.
"Kamu Positif hamil,Kandungan kamu sudah berusia berapa" Tanya Masha.
"1 Bulan Ma" Jawab Amara.
"Betul kan kata Saya kalau kamu sedang mengandung sebulan dan masih ngampanglah" Ucap Masha.
"Masih Ngampang,Maksud Mama" Tanya Amara bingung.
"Ayo" Ucap Masha menarik tangan Amara.
Amara hanya diam tak bergerak sedikitpun.Membuat Masha menoleh memandang Amara.
"Kita mau kemana" Tanya Amara.
"Ke Bidan,Kita akan kesana untuk mengugurin kandunganmu,Karena ada Om Ben yang akan memberimu dengan sejumlah uang yang banyak,Dia nggak apa apa,Kalau kamu tidak perawan,Asalkan kamu tidak sedang mengandung" Ucap Masha.
"Mama gilanya,Mama nyuruh Amara melakukan aborsi,Cuman gara gara uang,Ma.Amara nggak akan nurutin keinginan Amara,Sudah cukup Amara melakukan Dosa,Amara nggak mau melakukan Dosa lagi,Amara nggak mau ngugurin anak tak berdosa ini Ma,Amara bukan pelacur seperti Mama" Ucap Amara dingin.

Plak
Masha menampar Pipi Amara.
Amara terkejut.Masha menarik Amara ke kamarnya.Masha mendorong Amara ke kamar Amara.
"Ini baju Ma" Ucap Masha melempar sebuah baju ke wajah Amara.

"Ini baju Ma" Ucap Masha melempar sebuah baju ke wajah Amara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Amara menyingkirkan baju itu dari wajahnya.Amara melihat Dress itu sangat terbuka dan ketat.
"Mama akan mengunci kamu sampai Nanti malam,Saat mama membuka pintu kamu harus sudah Siap" Ucap Masha.
Masha menutup pintu dan mengunci pintu kamar Amara.Amara terkejut.Amara mengedor gedor pintu Kamarnya.
"Mama,Bukan pintu nya,Ma" Ucap Amara menangis terduduk.
"Sayang,Mama nggak akan biarin kamu mati,Mama akan selalu jaga kamu" Ucap Amara mengelus perut Amara.
Amara melihat ada jendela.
Amara membereskan barangnya.Amara memasukin baju bajunya ke dalam Tas,Serta buku tabungannya dan Atmnya Amara masukin ke dalam Tas.
Amara mengendong Tas Ranselnya.Amara membuka jendela kamarnya.Amara melempar tas ke rumput.Amara keluar dari jendela.Amara kesakitan.Amara melihat selangkangnya.Amara bersyukur karena tidak mengalami keguguran.Amara pun berjalan mengendap endap.Amara pun merasa Aman.Amara pun pergi dari rumahnya.
Malam harinya Masha membuka pintu kamar Amara.Masha terkejut melihat Amara sudah tidak ada di kamarnya.Masha mencari Amara.Dia melihat jendela terbuka.
"Kurang ajar dia pergi" Ucap Masha marah.
Masha tak sengaja melihat sebuah surat di atas Meja.Masha mengambil surat itu dan membacanya.
Maafin Amara,Ma.Waktu Mama menjual Amara ke Satya.Saat itu Amara belum di sentuh sama Satya sedikitpun.Amara cuman berbohong sama Mama dan Waktu Amara kemping Amara sudah memberikan keperawanan Amara ke Satya.Ma.Karena Amara dan Satya saling mencintai,Sekarang Amara sedang mengandung Anak Amara dengan Satya Ma,Maafin Amara Ma karena Amara tidak bisa menurutin keinginan Mama,Untuk mengugurin Anak dalam kandungan Amara,Maafin Amara karena Amara pergi dari Mama,Amara tau mama tidak mengganggap Amara sebagai Anak Mama,Tapi Amara mohon Ma,Anggap Anak dalam kandungan Amara ini sebagai cucu Mama,Mama sampai kapanpun Amara Akan selalu menyayangin Mama.Amara sayang Mama

Dari
Amara Pupitasari

Masha menangis.Masha menyesal.Masha keluar dari rumah.Masha berlari mencari Amara.
"Amara,Amara,Amara sayang" Teriak Masha menangis terduduk.
"Amara,Maafin mama Sayang,Kembali Nak,Kembali Nak.Mama mohon" Ucap Masha menangis memeluk surat Amara.
Masha menyesal.Masha sangat menyesal Masha mengingat dimana dia selalu menyiksa Amara dan Berniat menjual Amara.Masha menyesal.Karena dia selalu mengganggap Amara anak haram.Karena Amara terlahir dari hasil pemerkosaan.Saat Masha masih berusia seperti Amara.Masha di perkosa oleh Orang mabuk.Semenjak itu Masha bekerja jadi pelacur.Sekarang Amara bernasib sama dengan Dia.Amara hamil di luar nikah.

BERSAMBUNG


Vote And Comment.

Kesetiaan Cinta {END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang