Penderitaan

2.3K 87 1
                                        

Malam harinya Amara berjalan sambil mengelus perutnya.Amara merasa capek.Amara mencari tempat tinggal.
"Sayang,Kamu harus kuatnya,Mama bakal ngelakuin apapun,Demi menyelamatkanmu Nak" Ucap Amara mengelus perutnya yang sedikit membuncit.
"Kabulkan doa doaku
Hamba yang hina ini
Sudah banyak air mata
Karena.......kesedihan.....
Tak tahan lagi....i.....i....."
Amara bernyanyi dan berjalan sambil mengelus perutnya.Amara mengingat Saat dimana Satya meninggalkan Saat dia sedang mengandung Anak mereka.
"Oh tuhanku selamatkan
Selamatkan anakku......
Andai dia tak bersalah
Selamatkan Anakku......
Semoga ada akhirnya
Penderitaan ini........
Diriku hampir tak mampu
Semoga oh berakhir"
Amara bernyanyi.Amara melihat bangku taman.Amara berjalan menuju bangku taman.Amara duduk di bangku taman dengan hati hati.Amara mengelus perutnya.
Amara merasa pusing.Amara pingsan di bangku taman.
Tiba tiba Ada seorang ibu .melihat Amara pingsan.Ibu itu menghampiri Amara.
"Nak bangun Nak" Ucap Ibu itu.
Ibu itu memeriksa tubuh Amara.Dia memegang perut Amara.Ibu itu merasa ada kehidupan lain dalam perut Amara.
"Astaga,Kasihan Anak ini,Badannya panas dan dia lagi hamil.Mending aku bawa dia ke rumah aku aja" Ucap Ibu itu.
Ibu itu memegang tangan Amara merangkulnya dan membopong Amara dengan hati hati.
Satya berada di sebuah taman yang indah.Satya melihat Amara.Satya memeluk tubuh Amara dari belakang.Amara membalikkan badannya.Mendorong Satya.Satya terkejut dan Satya makin terkejut melihat Amara hamil besar.
"Amara,Kamu hamil" Tanya Satya.
"Iya,Aku hamil anak kamu,Hasil hubungan dosa kita yang telah merusak kesucian cinta kita Sat" Ucap Amara.
"Nggak,Aku nggak percaya,Kamu pasti bohong itu bukan anak aku" Ucap Satya.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak,Aku capek Sat" Ucap Amara berjalan mundur dari Satya.
Amara merentangkan tangannya di tengah jalan.Tiba tiba ada mobil mendekatin Amara.
"Amara,Kamu jangan Gila,Amara jangan" Ucap Satya Panik.
Brak
Tubuh Amara tertabrak mobil
Amara tergeletak tak berdaya.Satya menangis melihat Amara tergeletak tak berdaya.
"Amaraaaaaaaa"
Satya terbangun dari mimpi buruknya.Nafas Satya ngos ngosan.Satya mengambil Air di atas meja dan meminumnya.Satya menaruh air minum itu di atas meja.Satya melihat secarik Fotonya de ngan Amara.
"Amara,Sebenarnya Apa yang terjadi,Apa ini ada hubungannya sama kejadian waktu kita kesasar di hutan dan kita melakukan hubungan terlarang,Apa kamu hamil Amara dan Kamu mengandung anak kita" Ucap Satya bingung.
Satya sudah berada di Amerika.Satya sebenarnya ingin cepat cepat pulang ke indonesia.Tapi Satya masih ada kerjaan di amerika yang belum selesai.Tapi dia khawatir dengan Amara.
Keesokkan Paginya Amara tersadar dari pingsannya.Amara bingung melihat sekelilingnya.Seingat Amara di taman bukan Di sebuah rumah.
"Rumah siapa nich" Ucap Amara bingung.
Ibu itu menghampiri Amara yang baru sadar.
"Ini rumah saya Nak,ini jamunya di minum" Ucap Ibu itu memberikan Amara jamu.
Tapi Amara mengelengkan kepalanya.Amara mengelus kandungannya.
"Ini jamu herbal,Jadi baik untuk ibu hamil,Dulu waktu ibu bekerja sebagai pembantu,Majikan ibu hamil dan ibu beri jamu ini,Bayi yang terlahir sehat dan sempurna" Ucap Ibu itu.
Amara menerima jamu itu dan meminum jamu itu.
"Oh Iya,Nak usia kandungannya berapa" Tanya Ibu itu.
"1 bulan 1 hari bu" Ucap Amara.
"Oh iya suaminya mana" Tanya Ibu itu.
Amara menangis.Ibu itu terkejut.Ibu itu memeluk Amara dan mengelus rambut panjang Amara.
"Nak,Kalau Nak mau cerita sama Ibu,Ibu siap mendengar cerita kamu" Ucap Ibu.
Amara menceritakan semuanya ke ibu itu.Dari awal dia bertemu Satya di club Malam dan Sampai mereka melakukan hubungan terlarang itu.Amara menangis.
"Ya tuhan,Sungguh kasihan nasibmu Nak,Oh iya setelah itu Nak" Ucap Ibu itu bingung mau memanggil Amara apa.
"Amara Puspitasari,Terserah ibu mau panggil saya siapa" Ucap Amara.
"Ya udah ibu panggil kamu Puspita ya" Ucap Ibu.
"Iya,Bu" Ucap Amara.
"Jadi setelah Nak Puspita minta tanggung jawab sama pria itu" Tanya Ibu itu.
"Iya Bu,Saya mau minta pertanggung jawaban dia atas kehamilan Saya,Tapi dia sudah pergi meninggalkan Saya,Saat Saya tau kalau saya hamil" Ucap Amara menangis.
"Kenapa Nak Puspita bisa di bangku taman" Tanya Ibu Itu.
Amara menceritakan ibu itu tentang Masha yang ingin menjual tubuhnya ke orang lain.Tapi Amara lebih memilih pergi dari rumah.
"Sungguh malam nasibmu Nak,Kamu masih berkuliah" Tanya Ibu itu.
"Masih Bu,Tapi Puspita mau berhenti kuliah" Jawab Amara.
"Kenapa berhenti Nak" Tanya Ibu Itu.
"Puspita malu Bu,Kalau seandainya Puspita lanjut kuliah,Kalau Mereka tau Puspita hamil di luar nikah,Mereka bakal membully Puspita dan Mereka bisa Membuat Puspita di DO dari kampus itu,Jadi Lebih Baik Puspita memilih untuk berhenti kuliah" Ucap Amara.
"Ya udah,Kalau itu keinginan Puspita,Oh Iya Nak Puspita mau nggak jadi anak ibu dan tinggal Di sini,Soalnya Suami dan Anak ibu sudah meninggal dalam kecelakaan" Ucap Ibu.
"Iya,Bu" Ucap Amara bingung mau manggil nama ibu Ini siapa.
"Panggil Ibu rahma" Ucap Ibu Rahma.
"Iya bu" Ucap Amara.
Bu rahma mengelus perut Amara yang sedang mengandung anak dia dan Satya.Mereka tersenyum.

BERSAMBUNG

Vote And Comment.

Kesetiaan Cinta {END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang