Kebahagian (END)

3.3K 104 2
                                        

1 Bulan kemudian.
Satya sibuk dengan mengetik tugas kuliah.Amara selalu muak muak dan merasa badannya pusing pusing beberapa hari ini.Setelah selesai tugasnya.Satya ke tempat kuliahnya memberikan skripsi dan Amara keluar memeriksa ke dokter.
Malam harinya.Satya pulang dari kantor.Satya melihat Amara tertidur.Satya membuka dasinya bukannya membuka dasi.Malah dasi Satya mencekrem leher Satya.
"Aduh,Susah banget di buka ya" Ucap Satya berusaha untuk melepaskan dasi di leher.
Amara mendengar suara kesal Satya.Amara pun turun dari kasurnya menghampiri Satya.Amara membantu Satya membuka dasinya.
"Kok aku ngerasa kamu agak sedikit gendut" Ucap Satya.
Amara menjewer telinga Satya.Satya kesakitan.
"Aw,Aw sayang,Lepas lepas dong,Sakit" Ucap Satya.
"Aku nggak mau kasi kamu jatah" Ucap Amara.
"Kok gitu" Ucap Satya.
"Bodo" Ucap Amara kesal.
"Sayang" Ucap Satya memeluk tubuh Amara.
"Huek Huek"
Amara melepaskan tubuhnya dari tubuh Satya.Amara berlari ke kamar mandi.Amara mual mual.Satya menghampiri Amara.
"Sayang,Kamu kenapa sich" Tanya Satya.
"Aku kan" Ucap Amara terpotong.
"Aku nggak mau kasi tau Satya,Tentang kehamilan aku,Aku kan mau kasi kejutan untuk dia,Besok kan dia sarjana,Jadi aku baru beritahu ke Satya ada kehidupan lain dalam rahim aku,Yaitu anak aku dan Satya" Ucap Batin Amara tersenyum.
"Aku kan" Tanya Satya.
"Aku kan bete sama kamu" Ucap Amara berbohong.
"Kok jadi nggak nyambung sich jawaban kamu" Ucap Satya.
"Udah lah,Tak usah di bahas aku nak tidur" Ucap Amara.
Satya memegang tangan Amara.Amara menoleh memandang Satya.
"Nanti besok kamu datang kan,Ke sarjana aku" Tanya Satya.
"Nggak bisa Sayang,Aku malas nengok mereka,Nanti mereka banyak nanya tentang aku yang berhenti kuliah" Ucap Amara berbohong.
"Maafin aku ya,Gara gara aku,kamu harus berhenti kuliah" Ucap Satya.
"Satya aku nggak apa apa" Ucap Amara.
Amara pun keluar dari kamar mandi.Amara pura pura tidur.Satya pun mandi.Setelah selesai mandi.Satya keluar kamar mandi.Satya melihat Amara sudah tidur.
"Kok aku ngerasa Amara agak aneh ya" Ucap Satya.
Satya pun tertidur di samping Amara.Amara menoleh memandang Satya sekilas.Amara mengelus peluknya.
"Sayang,Besok mama akan beritahu ke Ayah kamu tentang kamu" Ucap Amara.
Keesokkan Harinya.
Semua mahasiswa dan mahasiswi di tempat kuliah Satya sudah jadi sarjana.
Satya dan teman temannya berfoto.Tiba tiba Amara dan Bik Rahmi yang sedang mengendong Anjani.Satya terkejut melihat Amara.Satya berjalan meninggalkan teman temannya menghampiri Amara.
"Katanya nggak datang" Tanya Satya ambil Alih Anjani.
"Kan aku ada kejutan buat kamu" Ucap Amara.
"Kejutan Apa" Ucap Satya memberikan Anjani ke Bik Rahmi.
"Selamat Suamiku sudah jadi sarjana" Ucap Amara.
"Makasih sayang" Ucap Satya.

Cup
Satya mencium bibir Amara sekilas.Amara terkejut.Satya tersenyum.
"Ini untuk kamu" Ucap Amara memberikan sebuah surat.
"Surat,Surat apaan" Ucap Satya menerima surat.
"Baca aja" Ucap Amara.
Satya membuka surat itu dan membaca surat itu. Satya terkejut.
"Kamu positif hamil" Tanya Satya.
"Iya,Udah 1 bulan" Ucap Amara mengelus perutnya.
Satya memeluk Amara sambil berputar putar.Amara tertawa.Satya menurunkan tubuh Amara.
"Kamu ini,Nanti kalau kandungan aku kenapa kenapa ngimana" Ucap Amara.
Satya berlutut di hadapan Amara.Satya mengelus perut Amara yang sedikit membuncit.
"Sayang,Maafin Papanya,Papa janji bakal jagain kamu" Ucap Satya mencium perut Amara.
Amara tersenyum.Mereka merasa bahagian derita yang mereka Alami lama kelamaan berganti dengan kebahagian.
"Selamat tinggal duka
Selamat tinggal kecewa
Selamat tinggal penderitaan
Dan selamat datang cinta
Selamat datang bahagia"
Satya bernyanyi sambil merentangkan tangannya.Satya berjalan menuju Amara.Satya sambil tersenyum memandang Amara.
"Marilah kita saling membina
Di dalam rumah tangga"
Amara bernyanyi sambil berjalan menuju Satya.Amara berputar.Amara memegang kedua Pipi Satya.
"Saling cinta saling sayang
Saling pengertian"
Satya bernyanyi dan mengelus rambut Panjang Amara.Satya mengelus perut Amara.
"Selamat tinggal duka
Selamat tinggal kecewa
Selamat tinggal penderitaan
Dan selamat datang cinta
Selamat datang bahagia"
Satya dan Amara bernyanyi bersama.Satya merangkul bahu Amara.Amara merangkul pinggang Satya.Satya mengelus perut Amara.Mereka pun berjalan.
8 Bulan Kemudian.
Amara melahirkan ditemani Satya dan Marsha.Amara melahirkan bayi laki laki yang sangat tampan milik seperti Satya.Satya mengadzanin Amara.
Beberapa Saat Kemudian.
Amara sedang menyusui bayinya yang baru lahir.Satya datang bersama Anjani.Anjani sudah berusia 2 tahun 9 bulan.Anjani sudah bisa melangkah dan berbicara sedikit.Satya menurunin Anjani untuk mendekatin
Adiknya yang baru lahir.Anjani memegang Pipi adiknya dan tersenyum.
"Mom,Dad,Ame adek ciapa" Tanya Anjani cadel.
"Satrio Sayang" Ucap Satya.
"Hy dedek Trio,Ini ak akak Jani" Ucap Anjani Cadel.
Satya dan Amara tertawa.
Mendengar Anjani memangil Satrio jadi Trio dan Anjani menyebutkan namanya Janji.
"Makasihnya kamu udah memberikan 2 malaikat kecil" Ucap Satya.
"Aku yang harusnya bilang terima kasih Yang,Karena udah memberikan kesetiaan cinta kamu ke Aku dan Kamu dengan setia menunggu aku" Ucap Satya.
"Kamu juga memberikan kesetiaan cinta kamu untuk aku,Kita harus berjanji untuk menjaga kesetiaan cinta kita sampai kapanpun,Aku juga mencintaimu Amara" Ucap Satya.
"Aku juga mencintaimu Satya" Ucap Amara.
Satya mendekatin hidung dengan hidung Amara.Hidung mereka saling bersentuhan.Satya menutup kedua mata Anjani dengan tangannya.Amara menutup mata Satyo dengan tangannya.

Cup
Satya mengecup Bibir Amara.Amara juga membalas kecupan bibir Satya.Mereka berdua melumat Bibir mereka.
Satya dan Amara sangat bahagia dengan kesetiaan cinta mereka yang selalu bertahan untuk melewatin duka,Penderitaan dan kesedihan.Sampai mereka mendapatkan hasilnya bahagia.Yaitu kedua Malaikat kecil mereka.Anjani PuspitaSari Saputra dan Satrio Saputra.2 malaikat kecil yang melengkapin hidup Amara Puspitasari dan Satya Saputra.

[END]


Kesetiaan Cinta {END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang