Marco memegang kedua bahu Satya.
"Kenapa kamu nggak cerita sama Papa,Lebih dulu" Tanya Marco.
"Maafin Satya,Satya sudah berbuat kesalahan" Jawab Satya.
"Ini bukan salah kamu Nak,Ini salah Papa seandainya papa nggak terlalu sibuk dengan pekerjaan Papa,Kamu nggak akan melakukan hubungan terlarang itu,Seandainya Papa nggak nyuruh kamu pergi ngurus perusahaan Papa,Mungkin kamu sudah bertanggung jawab atas kehamilan gadis ini dan kamu bakal bahagia dengan gadis ini,Maafin papa udah menghancurin masa depan kamu,Nikahinlah Dia Satya dan bertanggung jawablah atas apa yang kamu lakukan terhadap dia" Ucap Marco.
"Papa,Mengizinkan Satya menikahin Amara hari ini juga" Tanya Satya.
"Papa merestui pernikahan kamu dengan gadis ini dan kita akan mengelar pernikahan kamu dengan dia di sini,Papa akan telpon penghulu,Tapi sebelum itu papa ingin bertemu dengan orang tua Amara" Ucap Marco.
"Itu pa" Ucap Satya menunjuk Marsha yang sedang memasukin pintu rumah Satya.
Marco terkejut melihat Marsha.
Marsha terkejut melihat Marco.
"Corma" Ucap Marsha.
"Shamar" Ucap Marco.
Marsha dan Marco berpelukan.
Satya terkejut.
"Corma,Shamar" Ucap Satya.
Marco melepaskan pelukan dengan Marsha.
"Iya,Satya.Marsha ini teman Papa dan Mama waktu kecil dan Dia yang bantu papa untuk nembak mama kamu sampai Papa dan Mama menikah,Karena dia mempersatukan kita" Ucap Marco.
"Corma,Kamu ingat nggak sama perjanjian aku sama Sania istri kau" Tanya Marsha.
"Aku ingat perjanjian kalian berdua,Kalian pernah berjanji kalau kalian melahirkan anak berlawanan jenis,Kalian akan menjodohin anak itu,Awalnya sich aku nggak percaya dengan perjanjian konyok kalian,Tapi Ternyata benar Satya anakku mencintai Anak kamu Amara sebelum kita bertemu lagi" Ucap Marco.
"Iya,Satya dan Amara saling mencintai jadi kamu harus restuin kalau kamu nggak restuin mereka habis kamu,Aku tinju" Ancam Marsha.
"Telat Shamar,Aku udah restuin mereka sebelum kamu ngancam aku dan aku minta maafnya atas kesalahan Satya yang telah menghancurkan masa depan anak kamu" Ucap Marco.
"Corma,Aku udah maafin anak kamu,Mereka berdua melakukan hubungan itu karena mereka terlalu nafsu untuk memiliki satu sama lain,Sekarang kita nikahin mereka biar mereka tidak melakukan dosa lagi" Ucap Marsha.
Marco mengganggukkan kepalanya.
Beberapa Saat Kemudian.
Satya dan Amara di hadapan penghulu.Satya dan penghulu itu berjabat tangan.Di samping kanan Amara ada Paman Amara Arjuna.Arjuna adalah adiknya Masha.Di samping kirinya Satya ada Marco.
"Saya nikahkan engkau Satya Saputra Bin Marco dengan Amara Puspitasari Bin Ramon dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai" Ucap Penghulu.
"Saya terima nikahnya Amara Puspitasari Bin Ramon dengan seperangkat alat Sholat di bayar tunai" Ucap Satya.
"Sah" Ucap Penghulu.
"Sah" Ucap Marco,Marsha dan Arjuna.
Mereka pun berdoa.Marsha memegang tangan Amara untuk memegang tangan Satya.Marsha memberi contoh ke Amara.Marsha memegang tangan Arjuna dan Menyalim tangan Arjuna.Amara pun mengikutin Marsha.Amara menyalim tangan Satya.Satya mencium kening Amara.Amara mendongak memandang Satya sambil tersenyum.
Satya dan Amara sah menjadi suami dan istri.
Beberapa Saat Kemudian.
Satya dan Amara berada di Apartement.Satya menekan bel Apartementnya.Bik Rahmi membuka pintu Apartement sambil mengendong Anjani.Bik Rahmi terkejut melihat Amara.
"Neng Amara" Ucap Bik Rahmi.
"Saya dan Amara sudah menikah Bik" Ucap Satya.
"Oh selamatnya den pernikahannya" Ucap Bik Rahmi.
Amara melihat Anjani yang menangis di pelukan Bik Rahmi.
"Boleh saya mengendongnya" Ucap Amara.
Bik Rahmi menoleh memandang Satya.Satya menganggukkan kepalanya.Bik Rahmi memberikan Anjani ke Amara.Amara mengendong Anjani dengan hati hati.
Amara menimang nimang Anjani.Tiba tiba Anjani berhenti menangis.Satya pun membawa Amara masuk ke Apartement.Bik Rahmi Pamit pulang.Satya membawa Amara masuk ke kamarnya.
Amara duduk di kasur.Amara mengeluarkan sebelah putingnya menyusui Anjani.Satya tergoda melihat Putingnya.Satya menahan hasratnya.Setelah selesai menyusui Anjani.Amara menaruh Anjani di keranjang bayi.Amara membiarkan putingnya keluar.Tiba tiba Satya sudah tidak bisa menahan dirinya.
Satya membuka bajunya dan celana panjangnya.Menyisakan celana pendek.Satya mendekatin Amara.Memeluk tubuh Amara dari belakang.Anjani sedang tidur.Satya memelas puting Amara.Amara meringis kesakitan.
Satya membawa keranjang bayi Anjani ke kamar Sebelah kamar Satya.Setelah itu Satya memasukin kamarnya.Satya mendorong tubuh Amara di kasurnya.Satya menindih Amara.Satya berada di atas tubuh Amara.Satya berusaha membuka membuka Dress Amara.Tapi Amara memberontak.Sekarang Dress Amara Satya buang ke lantai.Menyisakan BH dan Underwere Amara.Satya hendak mencium bibir Amara.Amara menangis ketakutan.
"Jangan" Ucap Amara mendorong tubuh Satya.
Satya terkejut.Amara turun dari kasur Satya.Amara terduduk di samping lemari.Amara ketakutan dan menangis sambil memeluk dirinya.
Satya menangis dia memakai bajunya.
"Amara,Kenapa kamu nggak mengingat aku,Apa kamu masih marah sama aku,Gara gara aku meninggalkan kamu,Saat kamu mengandung Anjani,Aku sudah nggak tahan lagi melihat kamu kayak gini,Aku minta sama tuhan,Untuk menukarkan aku ke kamu,Biar aku yang menderita daripada aku harus melihat kamu menderita seperti ini" Ucap Satya Menangis menatap Amara.
Satya keluar dari kamarnya.
Amara terkejut melihat Satya keluar dari kamarnya.Amara memakai bajuny.
BERSAMBUNG
Vote And Comment.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesetiaan Cinta {END}
RomanceAmara adalah anak seorang pelacur Masha dan Satya adalah anak yang Bad boy dan suka bikin onar karena hanya mencari perhatian ayahnya yang terlalu sibuk bekerja semenjak meninggalnya ibunya. Saat Masha menjual Amara ke Satya.Untuk direngg...
