Beberapa Saat Kemudian.
Marsha sadar dari pingsannya.
Marsha melihat Satya.Marsha bangun
Dari tidurnya.
Plak
Marsha menampar Satya.
Marsha mencekram baju Satya.Satya terkejut.
"Saya sudah tau kalau kamu dan anak aku sudah berhubungan layaknya suami istri tapi kalian belum resmi menikah,Dan kamu tau saat Kamu ninggalin Amara 1 tahun yang lalu,Amara sudah mengandung anak kamu berusia 1 bulan" Ucap Marsha.
Satya terkejut mendengar perkataan Marsha.
"Apa,Amara.Hamil anak aku,Tante" Ucap Satya terkejut.
"Iya,Dan kamu ninggalin Amara saat Amara mengandung anak kamu,Masa depan Amara rusak,Seharusnya kamu bertanggung jawab atas kehamilan anak saya" Ucap Marsha.
Satya menangis dia merasa menyesal.
"Sekarang Amara mana Tante,Saya ingin bertemu sama dia dan bertanggung jawab sama dia,Saya ingin ketemu Anak saya tante,Sudah 1 tahun,Saya yakin anak saya sudah lahir" Ucap Satya.
"Percuma Satya,Amara sudah pergi" Ucap Marsha.
"Maksud Tante" Tanya Satya bingung.
"1 tahun yang lalu,Tante menyuruh Amara mengugurin kandungannya,Karena tante ingin menjual Amara,Tapi Amara memilih untuk tidak mengugurkan kandungannya,Tante mengunci Amara di kamar,Pada akhirnya Amara pergi dari rumah lewat jendela kamarnya dan Ini surat di kasi Amara buat Tante" Ucap Marsha memberikan Surat Amara untuk Marsha ke Satya.
Satya membuka surat itu.
Dan membacanya.Satya menangis.
Satya menyesal karena baru tau kalau Amara mengandung Anaknya.
"Satya,Tante mohon,Tolong cari Amara dan bawa Amara pulang kesini,Tante menyesal,Karena berniat menjual anak tante sendiri,Tante juga udah keluar dari pekerjaan haram itu,Tolong Satya" Ucap Marsha memegang tangan Satya sambil menangis.
"Saya berjanji bakal membawa Amara ke sini,Tapi Tante harus baik baik aja di sini,Satya pergi dulu" Ucap Satya.
Satya berjalan pergi meninggalkan rumah Amara.
"Kiniku baru menyesal
Diriku telah berdosa
Padamu duhai kasihku
Padamu duhai kasihku"
Satya bernyanyi sambil duduk di bangku taman.Mengingat kenangan dengan Amara.Satya menjambak rambutnya.Satya merindukan Amara.
"Kasih maafkan aku
Yang telah meninggalkanmu
Kasih aku tersiksa
Mungkin ini hukum karma
Kasih aku merasakan
Apa yang engkau rasakan"
Satya bernyanyi dan mengingat dimana dia baru mengetahui Amara mengandung anaknya.Satya menoleh.Dia melihat bayangan Amara duduk di sampingnya sambil tersenyum.Satya tersenyum.Satya memeluk bayangan itu tapi bayangan itu menghilang.
Satya sedang berjalan mencari Amara.Satya melihat Warung Bik Rahmi.Bik Rahmi adalah pembantu keluarga Satya yang sudah berkerja lama.Tapi Bik Rahmi berhenti kerja.Karena Bik Rahmi ingin membuka usaha warung.Satya berjalan menuju Warung Bik Rahmi.
"Bik Rahmi" Panggil Satya.
Bik Rahmi menoleh memandang Satya.
"Eh Den Satya,Apa kabar" Tanya Bik Rahmi.
"Baik Bik,Saya pesan makan Bik nasi uduk" Ucap Satya terpotong.
"Nasi uduk lengkap pake sambal banyak dan teh manis" Ucap Bik Rahmi.
"Bik,Tau tau aja makanan saya,Udah 1 tahun saya udah nggak kesini" Ucap Satya.
"Tunggu bentarnya,Puspita tolong ambilkan teh manis ya" Teriak Bik Rahmi.
"Iya,Bu" Ucap Amara.
Satya terkejut mendengar suara gadis itu mirip dengan suara Amara.Amara keluar dari rumah berjalan menghampiri Satya.Amara tidak tau kalau itu Satya.Amara menaruh teh panas itu di samping Satya.Satya menoleh.Satya dan Amara terkejut.
"Satya" Ucap Amara.
"Amara" Panggil Satya.
Amara berbalik badannya.
Hendak melangkah pergi dari Satya.Tapi Satya memeluk tubuh Amara dari belakang.Bik Rahmi hanya diam.
"Amara,Aku rindu kamu dan aku sudah tau kalau kamu hamil anak aku dan kamu,Aku pengen ketemu buah hati aku" Ucap Satya berbisik di telinga Amara.
Amara menangis.Amara merindukan hembusan nafas ini dan dekapan hangat ini.Tapi Amara mengingat sebuah kenangan buruk.Saat Amara mengandung anak Satya dan dirinya.Satya pergi meninggalkan dia.Amara menghempaskan tangan Satya dari tubuhnya.Satya terkejut.Amara membalikkan badannya memandang Satya dingin.
"Anak kamu,Anak kamu udah aku ngugurin" Ucap Amara berbohong.
"Kamu jangan bohong,Kalau kamu udah ngugurin anak aku,Itu anak siapa" Ucap Satya menunjuk bayi yang tertidur di keranjang bayi.
"Dia bukan anak kamu,Saat kamu ninggalin aku,Saat pergi dari rumah dan Aku ngugurin anak kamu,Aku menjual tubuh aku,Pada akhirnya aku hamil anak orang lain" Ucap Amara berbohong.Amara menahan tangis.
"Kamu ngugurin anak kita dan menjual tubuh kamu,Aku sangka kamu bukan Pelacur Amara,Ternyata pemikiran aku salah kamu ternyata pelacur Amara dengan teganya kamu mengugurin anak kita dan menjual tubuh kamu,Oh iya aku lupa kamu bukan Amara tapi kamu Puspita,Amara yang aku kenal nggak akan tega mengugurin kandungannya dan nggak berani menjual tubuhnya,Kamu Puspita gadis pelacur dan jalang" Ucap Satya kecewa.
Satya berbalikkan badannya.
Satya kecewa dengan Amara.Satya menangis.Satya melangkah pergi meninggalkan warung Bik Rahmi.Amara terjatuh terduduk sambil menangis.
BERSAMBUNG
Vote And Comment.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesetiaan Cinta {END}
RomanceAmara adalah anak seorang pelacur Masha dan Satya adalah anak yang Bad boy dan suka bikin onar karena hanya mencari perhatian ayahnya yang terlalu sibuk bekerja semenjak meninggalnya ibunya. Saat Masha menjual Amara ke Satya.Untuk direngg...
