Part 5

288 24 22
                                    

Harley pergi tanpa menemui Nana. Ia masih merasa sedikit kecewa karena tidak dapat melihat perasaan Nana mendapatkan hadiah itu.

Pada saat Harley masih berjalan pulang menuju rumahnya, tiba-tiba ia melihat seseorang yang ia kenal.

"Angela."
Ujar Harley.

Harley sedang melihat Angela sedang berjalan santai di jalanan. Sontak saja Harley pun menghampirinya.

"Hei Angela."
Sapa Harley.

"Hai juga Harley, bagaimana reaksinya?"
Tanya Angela.

"Aku tidak tahu karena dia sudah terlanjur pergi pada saat aku di kejar oleh Cyclops, orang yang sering membullyku."
Jawab Harley.

"Wah ternyata hari ini kurang beruntung ya. Tapi apakah kau sempat memberikan hadiah itu kepada Nana?"
Tanya Angela.

"Iya, aku sempat memberikan hadiahnya pada saat aku masih di kejar."
Jawab Harley.

"Baiklah, kalau begitu aku akan membantumu lagi."
Ujar Angela.

"Memangnya kau ingin membantuku seperti apa?"
Tanya Harley.

"Aku akan mengantarkanmu ke rumah Nana. Kebetulan rumahku dan rumahnya satu arah dan masih berada di komplek yang sama."
Jawab Angela.

"Wah terima kasih banyak Angela. Syukurlah kau bisa membantuku."
Ujar Harley.

"Sama-sama, karena aku yakin bahwa perasaanmu itu tidak bohong dan tulus."
Ujar Angela.

Mereka pun jalan bersama menuju rumah Nana.

***

"Ini adalah rumahnya."
Ujar Angela menunjuk sebuah rumah.

Harley melihat rumah itu dengan seksama, tidak mewah tapi cukup indah dan bersih. Terdapat taman kecil di bagian halaman rumah. Suasanya begitu tenang.

"Lumayan bagus rumahnya."
Ujar Harley.

"Jadi, kau ingin bertemu dengan Nana atau hanya ingin melihat rumahnya saja?"
Tanya Angela.

"Hehehe aku ingin bertemu dengan Nana kok."
Jawab Harley terkekeh.

"Baiklah, aku hanya bisa membantumu sampai ke sini saja. Aku tidak bisa masuk karena aku harus segera pulang. Semoga berhasil Harley."
Ujar Angela.

"Baiklah, sekali lagi terima kasih atas bantuannya."
Ujar Harley.

"Sama-sama, aku pergi dulu ya."
Pamit Angela.

Angela pun pergi dan kembali pulang menuju rumahnya.

Kini, Harley harus berusaha memberanikan diri untuk menemui Nana. Ia pun masuk kedalam teras rumah dan mulai mengetuk pintunya.

Tok. Tok. Tok.

Pintu itupun terbuka dan memperlihatkan seorang wanita dewasa yang belum terlalu tua.

"Iya kamu cari siapa ya?"
Tanya wanita itu.

"Maaf bu, apakah benar ini adalah rumah Nana?"
Tanya Harley.

"Ah iya benar, saya ibunya Nana."
Ujar wanita itu yang merupakan ibu Nana.

"Bisakah saya menemui Nana? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padanya."
Tanya Harley.

"Ah boleh saja, silahkan masuk. Ibu akan memanggil Nana."
Jawab ibu Nana.

Ia pun masuk kedalam Rumah Nana. Tidak terlalu mewah tapi terlihat rapi dan bersih.

Ia pun duduk di sebuah sofa di ruang tamu. Ia menunggu Nana di panggil untuk menghampirinya.

Nana pun datang menghampiri Harley yang berada di ruang tamu dan ia pun duduk bersama.

Sang ibu sudah menyajikan berbagai macam makanan ringan dan minuman untuk Harley.

"Silahkan dimakan ya."
Ujar ibu Nana.

"Ah terima kasih banyak bu."
Ujar Harley.

Ibu Nana pun pergi meninggalkan mereka berdua. Harley melihat bahwa sudah saatnya ia menyatakan perasaannya kepada Nana.

"Ada apa kau mencariku?"
Tanya Nana.

"Sebenarnya aku hanya ingin tahu bagaimana perasaanmu pada saat kau mendapatkan hadiah dariku."
Jawab Harley.

"Oh, aku sangat suka dengan hadiahmu itu. Aku sudah lama sekali mengidamkan barang itu. Aku sangat berterima kasih karena telah memberikan hadiah itu untukku."
Ujar Nana.

"Sama-sama, syukurlah kau sangat suka dengan hadiahku itu."
Ujar Harley.

Hening, tidak ada yang berani berbicara lagi. Mereka larut dengan pikiran mereka masing-masing.

"Apakah ia akan menerima perasaanku ini? Oh tuhan, aku sangat ragu untuk menyatakan perasaan ini."
Batin Harley.

"Apakah ia akan mengungkapkan perasaannya? Jika iya, aku mohon tuhan agar itu terjadi. Aku ingin sekali dia mengungkapkan perasaannya kepadaku. Aku akan terima dirinya."
Batin Nana.

Hening dalam waktu yang cukup lama. Hingga Harley mulai berbicara kembali.

"Nana."
Panggil Harley.

"Iya kenapa?"
Tanya Nana.

"Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu."
Jawab Harley.

"Apa itu?"
Tanya Nana.

"Sebenarnya, aku sangat suka denganmu Nana. Aku suka pada dirimu pada saat kita pertama kali bertemu. Kau sudah membantuku untuk melawan mereka semua. Kau juga membelaku pada saat aku di pukul olehnya."
Jawab Harley.

"Jadi, maukah kau menerima perasaanku ini?"
Tanya Harley.

Pipi Nana memerah mendengar hal itu. Antara perasaan senang dan bahagia, ia pun mengatakan jawabannya.

"Aku......."

Bersambung.

Wah penasaran ya? Hahaha sabar-sabar. Tahan dulu ya jawabannya.

Ikuti terus cerita saya ya.

Terima Kasih...

Unspecifed DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang