Warning 🚫
Harsh Word
Kaki ini menjadi saksi bisu bagaimana keji nya dirimu mengubahku menjadi sosok monster yang menjijikan. Dirimu menjadi canduku, rumahku, tuanku.
kau juga yang membuatku dikucilkan, diasingkan, disengsarakan. Kau membuat duniaku berbalik 180° , dan setelah yang semua kau lakukan padaku kau pergi begitu saja.
"Hyunjin Bajingan Gila" Teriaku, namun tak ada yang mau percaya perkataanku.
Semua tatap mata mengejekku mencemoohku, Mereka pikir aku gila, aku tidak gila.
"Bunuh Hyunjin bejat itu!!!" teriaku lagi sedikit terisak. Baju biru langit yang kukenakan menjadi teman saksi saat ku di hancurkan dari dalam, saat mentalku di jatuhkan ke-dasar jurang.
Aku benci ini, Tuhan apa salahku.
20.00 WIB
"Felix, waktunya check up" Wanita berbaju putih itu berlaku manis padaku karena sosok dibelakangnya.
biasanya ia hanya melemparku bagai sampah tak berguna, Aku benci kala ia memamerkan dada Besarnya kepada dokter dibelakangnya.
"Diam kau jihyo, aku tak sudi disentuh oleh bajingan sepertinya" Aku menujuk pria mirip setan di belakang jihyo.
Jihyo mendelik Kepadaku, Ia nampak tak suka dengan perkataanku. Lantas ia menapar pipi merah ku kasar.
Dokter dibelakangnya mendelik tak suka pada perlakuan jihyo. Dokter itu menarik tangan jihyo lalu mengehempas nya kasar.
"Kupikir yang gila tak hanya pasien dirumah sakit jiwa ini, ternyata susternya juga gila" Bentak sosok itu membelaku.
tetap saja aku membencinya, Sekali bajingan akan tetap menjadi bajingan.
dia menatap ku marah, mata gelapnya menyalang ke arahku.
aku takut, dia seolah olah ingin membunuhku. ingin memakanku hidup hidup.
"Dan kau, Jaga mulutmu. Kita belum selesai" Lalu ia pergi meninggalkan ku dan Jihyo.
Jihyo mendekat ke arahku. Lalu memberi sebuah suntikan yang entah apa itu, kurasa obat penenang karena aku merasa pusing sekarang.
"Sebenarnya Kami semua tahu setiap malam Dokter Hyunjin Memperkosa mu, tapi apadaya kami yang hanya bisa diam pura pura tak tahu, atau kami mati"
hanya itu yang sekilas terdengar, lalu pandangku menggabur hitam.
00.00 WIB.
aku membuka mataku, Sial
aku sudah dipindahkan keruangan putih terisolasi. Aku gugup. Ku gigiti kuku ku. Aku ingin mati.
mati saja lebih baik, dari pada menjadi Jalang gila.
"Sudah bangun manis" suara dingin itu.
"Tak akan ku biarkan Penismu memasuki lubangku Dokter gila"
"What the Fuck your mouth so dirty babe" Dia mendekat ke arahku. Mencium bibir ku kasar.
Aku tak suka.
sebisa mungkin aku memberontak. Namun ia mengekang kedua tanganku. Menekan ku semakin kebawah. aku benci ini, aku selalu kalah melawanya.
namun tidak untuk kali ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Classic || HyunLix
RandomFelix And Hyunjin Random story I Love you- HHJ Hyunlix Oneshoot B x B start : [181305] End : [ 210505]
