Don't forget to click star :)
.
.
.Yifan menghentikan mobilnya tepat di pelataran rumah yang terpampang megah itu, belum sama sekali menyadari perubahan wajah Lynn yang membeku di sampingnya.
Yifan melepaskan seatbelt nya bersiap membuka pintu sebelum kesunyian itu mengusiknya, ia mengernyit saat memandang Lynn yang terpaku dengan wajah pucat pasi di sampingnya.
Tatapan wanita itu tertuju pada rumah megah yang saat ini ingin disinggahinya, wanita itu terlihat kaku dan tak berkutik. Seakan-akan tak ada darah yang mengalir ke wajahnya.
"Sayang, okay?" tanya Yifan, ia menggenggam lengan Lynn dengan sedikit kencang membuat istrinya itu terkesiap.
Lynn menoleh ke arah Yifan yang menatapnya khawatir. Dengan cepat, wanita itu mengubah ekspresinya guna tidak membuat Yifan menjadi semakin khawatir. Sudah cukup kejadian tadi, ia tidak mau lagi membuat Yifannya sefrustasi tadi.
Lynn tersenyum sebelum menjawab okay, namun Yifan belum puas dengan jawaban itu.
Ia kembali bertanya untuk memastikan sekali lagi bahwa istrinya baik-baik saja atau tidak, "Sayang kau yakin baik-baik saja?" ia melarikan telapak tangannya untuk mengelus pipi kenyal istrinya.
Lynn memejamkan matanya, menikmati sentuhan Yifan di pipinya. Bagaikan obat penenenang, sentuhan tangan Yifan mampu membuat kegelisahan dan ketakutan itu sirnah seketika. "Ya, Ge. Aku baik-baik saja" ucapnya.
Ia memandang obisidian Yifan dengan tatapan yakin yang terpancar di mata indahnya membuat Yifan terhipnotis sehingga pria itu akhirnya menganggukan kepalanya.
"Baiklah, baiklah. Jadi?" Yifan melirik rumah megah itu dengan matanya, bermaksud menanyakan apa kita akan masuk kesana?
Lynn paham maksud Yifan, maka dari itu ia menggeleng, "Aku disini saja, rasanya begitu lelah setelah mengalami kram" jawab Lynn membuat kerutan khawatir di wajah Yifan kembali muncul.
"Ge, I'm okay. Gege tidak usah khawatir, aku hanya lelah" kini gantian Lynn yang melarikan tangannya ke pipi Yifan. Menenangkan kegundahan hati suaminya itu. Mudah-mudahan Yifan akan mengalah dan tak akan mengatakan apapun lagi.
"Baik, kau tunggu sini. Aku akan jemput Fei, lalu kita pulang." Ucap Yifan final, lalu pria berdarah China itu mengecup sekilas bibir Lynn kemudian melanjutkan langkahnya untuk keluar dari mobil dan memasuki rumah megah itu.
"Kuharap kau tidak menyadarinya Kyuhyun-ah" gumamnya lalu disusul setetes air mata kesakitan yang sudah lama tidak muncul lagi.
-=JJ=-
Kyuhyun mendengus berulang kali walau tanpa menghentikan tangan kanannya mengelus kepala Fei yang tengah tertidur di pangkuannya dan tangan kirinya yang tengah mengusap lengan Hyera guna untuk menenangkan gadis itu yang sedang menangis di dalam rangkulannya.
"Aish, kenapa kau menangis? Itu hanya cerita fiktif" kembali Kyuhyun mengeluhkan hal yang sama semenjak film itu diputar dan Hyera mulai menangis.
"Seharusnya kita menonton film disney, bukannya malah seperti ini" ucap Kyuhyun lagi sambil melirik Fei yang tertidur pulas.
Pada awalnya memang seperti itu, mereka tengah menonton film Frozen dan Tangled beberapa jam lalu, namun di tengah-tengah film Tangled, Fei jatuh tertidur.
Kyuhyun juga tidak mengerti, mungkin gadis itu terlalu lelah hingga dengan usapan di kepalanya beberapa kali Fei sudah jatuh terlelap.
Lalu, mulailah rengekan Hyera untuk mengganti filmnya. Ternyata, bukan hanya film disney yang disimpannya, namun drama dan film romantis juga gadis itu sembunyikan di kamar Kyuhyun.

YOU ARE READING
[KYU🔜] LATE
FanfictionKarena jika sudah terlambat, maka tidak ada lagi yang bisa diperbaiki. Jika sudah kau retakkan, tak mungkin dapat kembali seperti semula. Jika sudah pergi, maka seharusnya jangan kembali. . . . . Ini bukan cerita yang akan sesuai dengan keinginan ka...