Kini Devano dan pemain basket lainnya agar segera mengikuti turnamen yang diadakan di SMA Putra Bangsa -sekolahnya sendiri-
Keyla sedang berada kantin sendirian karena Anisa dan Dilla sedang di toilet sementara Devano sedang rapat bersama pemain basket serta pelatihnya.
Banyak pasang mata yang memperhatikan Keyla baik itu dari sekolahnya sendiri maupun sekolah tetangga.
Tak jauh dari Keyla duduk, segerombolan laki-laki perhatikan Keyla.
"Lan dia itu Keyla, model yang terkenal, dia cantik dan denger-denger juga dia sering ikut olimpiade gitu. Gue tantang lo buat dapetin dia bisa gak? Hadiahnya mobil sport gue yang baru beli" ucap salah satu laki-laki kepada Erlan.
Erlan tersenyum smirk "Jangan panggil gue Erlan Baskara kalau gue gak bisa dapetin dia"
"Ok kalau lo kalah mobil lo ambil gue. Deal?"
"Deal"
Erlan berjalan menghampiri meja Keyla. Banyak siswi yang menahan nafasnya karena wajah Erlan yang sangat tampan.
Erlan duduk di hadapan Keyla "Hai gue Erlan" ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
Keyla menerima uluran tangan itu "Keyla"
"Lo dari sekolah sini?" Keyla mengangguk mengiyakan.
"Gue harus pergi" ucap Keyla lalu meninggalkan kantin.
Saat hampir sampai di pintu kantin seseorang menahan lengan Keyla.
Keyla menoleh ternyata Erlan yang tadi mengajaknya kenalan.
"Gue masih mau ngobrol sama lo" ucap Erlan.
Keyla berusaha melepaskan cekalannya namun sangat susah.
"Lepasin tangan gue" Keyla menatap tajam Erlan.
Erlan yang tak menghiraukan ucapan Keyla bahkan tambah mempererat cekalannya.
"Lepas atau gue pake kekerasan" ancam Keyla.
"Coba aja"
Keyla langsung menendang inti Erlan yang membuat cekalannya terlepas.
Keyla segera pergi namun tangannya dicekal sangat erat sampai tangan Keyla merasa perih.
"Sa-sakit"
"Lepasin tangan cewek gue" ucap Devano sambil menghentakkan tangan Erlan.
Devano dan Erlan saling bertatapan tajam.
Keyla bersembunyi di belakang Devano dan memegang erat tangannya.
"Jangan pernah nyentuh dia" kata Devano tajam.
"Lo siapa?"
"Gue pacarnya"
"Cih baru juga pacar" Erlan menatap remeh Devano.
"Apa lo bilang" Devano hendak melayangkan tinjunya namun ditahan oleh sahabat-sahabatnya.
"Udah Van gak usah ladenin dia" ucap Reno.
"Bener Van, mending kita pergi daripada ngeladenin orang gila" ucap Bintang lalu membawa Devano dan Keyla pergi.
"Sialan" umpat Erlan.
-FindingOfLove-
Beberapa menit lagi Devano dan timnya akan tanding. Sedari tadi Keyla menemani Devano duduk di kursi penonton.
"Inget ya jangan mudah terpancing emosi" pesan Keyla.
Devano memutar matanya malas "Iya sayang kalau udah ngomong lebih dari 10 kali loh"
"Hehehe aku kan gak mau kenapa-kanapa"
"Iya sayang makasih udah perhatian sama aku" kata Devano lalu mengecup pipi kiri Keyla.
"Woy jangan pacaran disini inget banyak jomblo" ucap Putra.
"Sirik aja lo" cibir Devano.
Kini tim Devano sudah berada di tengah lapangan untuk tanding dengan SMA Garuda.
"Oh jadi lo kapten basketnya" remeh Erlan yang ternyata kapten basket SMA Garuda.
Devano terlalu malas untuk meladeni Erlan.
"Kalau tim gue menang" Erlan menjeda lalu melirik ke arah Keyla yang duduk di antara para penonton "Keyla milik gue"
Ingin sekali Devano meninju Erlan kalau saja dia tidak ingat pesan Keyla untuk tidak mudah terpancing emosi "Gue bukan pengecut kaya lo yang jadiin cewek sebagai taruhan.
Pertandingan pun dimulai, untuk sementara SMA Putra Bangsa unggul. Para penonton banyak yang menyoraki nama Devano karena memang ini sekolahnya.
Keyla terus berdoa agar diberikan yang terbaik untuk tim Devano.
Permainan pun berakhir dengan skor 40-30 yang dimenangi oleh tim basket SMA Putra Bangsa.
Devano berjalan mendekati Erlan "see? Makanya jangan sombong" lalu Devano pergi menghampiri Keyla yang lini tersenyum ke arahnya.
Keyla memberikan air meniral kepada Devano dan mengelap keringat di kening Devano dengan handuk "capek?"
"Kalau udah ketemu kamu capekku hilang" ucap Devano dengan tersenyum.
"Gombal" tapi Keyla tetap tersenyum.
Handphone Keyla, Keyla mengambil handphonenya yang berada di tasnya.
Pak Dito is calling
"Assalamualaikum Pak" sapa Keyla ramah.
"Waalaikumsalam Key, kamu bisa gak ke kantor sekarang?"
"Bisa pak, tapi ada apa ya pak?"
"Ada hal penting ada ingin saya tawarkan"
"Baik pak saya kesana sekarang"
"Ya sudah saya tunggu ya"
"Siapa?" Tanya Devano.
"Pak produser" jawab Keyla "Aku pulang dulu ya soalnya masih mau ke kantor"
Devano berdiri "aku anter kamu ya, tapi kamu tunggu aku ganti baju dulu ya"
"Gak usah Zan, kamu pasti capek"
"Enggak sayang, aku gak capek tunggu sini ya" Keyla mengangguk.
.
.
.
.
.
.
V O T E C O M M E N T
