15. Hurt

7 2 0
                                    

"Sudah tidak ada harapan lagi"

Deg

Semua orang terdiam mencerna 5 kata yang diucapkan oleh dokter tersebut.

"Kita harus melepas alat bantu yang menempel di tubuh pasien. Agar pasien tidak tersiksa lagi tetapi kami harus minta persetujuan" lanjut sang dokter.

Keyla menggeleng kuat. Kenzo tidak mungkin pergi meninggalkannya.

Rio menahan air matanya agar tidak keluar "baiklah jika itu memang untuk keba-" ucapan Rio oleh Keyla.

"ENGGAK GAK BOLEH" teriak Keyla "Ayah gak boleh menyetujui itu. Siapapun gak boleh menyetujui itu"

"Sayang" Laila mencoba memberi pengertian.

"Enggak bun" Keyla menggeleng "Keyla percaya Kenzo masih bisa bertahan"

"Sama aja kita nyiksa Kenzo Key" ucap Rio.

"GAK BOLEH. BUNUH KEY YAH, BUNUH KEY KALAU AYAH MAU MEYETUJUI ITU" teriak Keyla lagi.

"CUKUP KEY" bentak Rio.

Keyla berjalan mundur menjauhi Rio. Keyla tak percaya bahwa Rio membentaknya.

Laila, Tiffany, Anisa, dan Dilla sudah menangis dari tadi.

"Kamu mau ngeliat Kenzo merasakan sakit yang lebih parah" ucap Rio.

"Tapi Key yakin kalau Ken masih bisa bertahan. Ken gak mungkin ninggalin Key gitu aja" Keyla mulai menangis lagi "Ken sayang banget sama Key jadi gak mungkin kalau Ken mau ninggalin Key"

Devano, Alvian, Bintang, dan Reno menatap langit-langit agar air matanya tidak jatuh melihat Keyla yang begitu rapuh.

"Ken itu dunia Key yah, gimana dunia Key kalau Ken ninggalin Key. Dari kecil kita selalu sama-sama, bahkan kita berbagi tempat di rahim Bunda" Keyla menatap satu-satu orang yang berada disana.

"Ken dari kecil selalu ngalah sama Key karena Ken mau membahagiakan Key. Dia selalu nyisahin uang saku dari Bunda buat beliin aku mainan, ice cream, coklat" ucap Keyla "terus gimana perasaan Key saat dokter bilang alat bantu hidup Ken mau dilepas"

"Tapi kita harus ngerelain Ken biar dia tenang" ucap Tiffany.

"Kenapa semua orang gak ada yang percaya sama Key. Key benci sama kalian semua" ucap Keyla lalu masuk ke dalam ruangan Kenzo.

Keyla mengguncang tubuh Kenzo "Ken bilang sama mereka kalau kamu bakalan bangun" ucap Keyla sambil menunjuk ke semua orang yang berada di ruangan itu.

Lagi-lagi Keyla harus menelan kepahitan karena Kenzo hanya menjawab dengan keheningan.

"Kalau Ken emang sayang sama Key bangun sekarang ken bangun" isak Keyla "Kalau Ken gak mau bangun bawa Key ikut Ken"

"Ken kita mau ulang tahun Ken, jadi bangun"

Keyla lelah dengan semua ini, dia baru merasakan kebahagiaan tapi kenapa selalu kesedihan yang datang.

Keyla berjalan mendekati keluarganya "Key masih mau ngerayain ulang tahun sama Ken. Kalau memang setelah ulang tahun kita Ken belum sadar. Key pasrahkan semuanya sama Ayah"

Lalu Keyla keluar dari ruangan itu dengan hati yang sudah hancur dan terbang dibawa angin.

Sahabat-sahabat Keyla mengikuti Keyla karena takut Keyla hilang kendali.

Karena merasa diikuti, Keyla memberhentikan langkahnya "Kalau kalian ngikutin gue jangan harap kalian bisa ngeliat gue lagi"

-FindingOfLove-

Kini Keyla duduk di pinggir danau untuk menenangkan pikirannya.

Keyla menatap langit yang mendung saat ini sepertinya langit juga merasakan apa yang Keyla rasakan.

Tuhan jangan ambil Ken dari Key

Air mata Keyla turun bersamaan dengan air hujan yang turun dengan derasnya.

Menyamarkan bahwa Keyla kini sedang nangis di bawah guyuran hujan.

Sementara itu....

"Om, Tante, Kak fany kita pulang dulu ya soalnya besok kita harus sekolah" pamit Devano.

"Iya, makasih ya udah dateng kesini" ucap Rio.

"Gak masalah om Keyla sama Kenzo kan sahabat kita semua" ucap Reno.

"Terima kasih karena udah mau jadi sahabat Keyla sama Kenzo" ucap Laila.

"Kalau gitu kita pamit om, Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

Kini mereka sudah berada di parkiran "Kita mau nyari Keyla dulu?" Tanya Anisa.

"Iya, mending kita mencar nyarinya. Gue takut terjadi apa-apa sama Keyla" ucap Dilla.

"Ya udah gini aja Nisa sama gue ke barat, Reno sama Dilla ke timur, dan lo Van ke utara" ucap Bintang.

Semua mengangguk lalu menjalankan mobilnya menembus derasnya hujan.

Devano memelankan laju mobilnya karena hujan deras yang menggangu pencariannya.

Devano memicingkan matanya saat melihat motor yang tidak asing baginya berada di dekat danau.

Tak jauh dari motor itu berada, Devano melihat seorang perempuan tergeletak tak sadarkan diri.

Keyla?

.

.

.

.

.

.

V O T E C O M M E N T

Finding Of LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang