Devano menggendong Keyla sampai ke kamarnya. Lalu menelfon sahabat-sahabatnya untuk ke rumah Keyla karena dia sudah menemukan Keyla.
Setelah menyuruh pembantu rumah tangga Keyla untuk menggantikan pakaian Keyla yang basah, Devano berjalan menuju ruang tamu untuk menunggu sahabat-sahabatnya.
"Van Keyla mana?" Tanya Anisa yang baru tiba bersama dengan yang lainnya.
"Dia lagi digantiin pakaiannya sama bibi" jawab Devano.
"Dil lo siapin kompresan sama nyiapin obat, Nis lo buatin bubur sama teh anget terus bawa ke kamar Keyla" titah Devano yang langsung diangguki oleh mereka berdua.
"Dan lo berdua delivery makanan sana" ucap Devano kepada Bintang dan Reno lalu dia berjalan menuju kamar Keyla.
"Kenapa dia bossy banget?" Tanya Bintang kepada Reno.
"Au ah" ucap Reno lalu menjalankan perintah yang diberikan oleh Devano.
Devano menghampiri Keyla yang sedang berbaring lemah di kasurnya lalu menggenggam tangan Keyla erat.
Keyla bergerak gelisah dalam tidurnya "Ken jangan tinggalin Key. Cukup dia aja yang pergi jangan Ken"
Devano tertegun atas apa yang dia dengar barusan. Cukup dia aja yang pergi? Tapi dia siapa?.
Pintu kamar Keyla dan muncullah Dilla membawa kompresan dan obat "lo kompres dulu biar demamnya turun"
Devano mengangguk lalu mengompres Keyla dengan telaten sementara Dilla keluar dari kamar Keyla agar tidak mengganggu.
"Rain jangan gini, ngeliat kamu sedih, aku merasa gak becus jagain kamu" ucapnya lalu mengecup punggung tangan Keyla.
Anisa masuk ke dalam kamar Keyla dengan membawa nampan yang berisi bubur, teh anget, dan air putih.
"Lo bangunin Keyla terus lo suapin habis itu suruh minum obat" Devano mengangguk mengerti.
Devano mengelus rambut Keyla "Sayang bangun dulu, kamu harus makan"
Perlahan Keyla membuka matanya lalu melihat ke sekeliling.
"Kok aku bisa disini?" Tanya Keyla karena terakhir kali dia berada di pinggir danau.
"Aku tadi nemuin kamu pingsan di pinggir danau" Devano menggenggam tangan Keyla "please Rain jangan nyiksa diri kamu sendiri"
Keyla memeluk Devano dan menangis di pelukannya "maaf"
"Udah-udah jangan nangis lagi" ucap Devano sambil mengelap air mata Keyla "sekarang makan ya"
Keyla menggeleng sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya "Enggak"
"Makan sedikit aja terus minum obat biar cepet sembuh"
Keyla tetap menggeleng.
Devano mendekatkan wajahnya otomatis Keyla menjauh. Kini Keyla sudah mentok di sandaran kasur, Devano memasang senyum smrik-nya yang menakutkan bagi Keyla "makan atau aku cium"
"Aku mau makan" cicit Keyla.
Devano tersenyum kemenangan "good girl"
-FindingOfLove-
Keyla mengerjapkan matanya saat sinar matahari masuk kedalam kamarnya lewat celah jendela.
Keyla tersenyum saat melihat Devano memeluk dirinya selama tidur. Padahal semalam ia menolak untuk tidur bersama dengan alasan takut khilaf.
"Udah puas mengagumi aku sayang?" Tanya Devano dengan mata terpejam.
"Eh?" Keyla menggaruk kepalanya salah tingkah "Aku mau mandi, minggir" Keyla langsung bangkit dari tidurnya
"Aku ikut ya" goda Devano.
"Mesum"
-FindingOfLove-
Devano dan Keyla kini berjalan berdampingan di koridor sekolah. Keyla memaksa Devano untuk mengizinkan ia bersekolah.
"Muka kamu pucat loh, kita pulang ya" ucap Devano.
"Enggak, aku udah mendingan kok" elak Keyla padahal ia merasakan kepalanya sangat pening.
"KEYLA" teriak seseorang dari arah belakang mereka.
Devano dan Keyla menoleh dan melihat orang yang memasang wajah tanpa dosa-nya.
"Apa sih Dil, kepala gue tambah pusing nih denger lo teriak-teriak" omel Keyla.
"Eh sorry-sorry Key. Lagian lo kenapa masuk? Lo kan sakit Key? Mending istirahat dirumah biar tubuh lo lebih segar dan tidak gampang terserang penyakit" cerocos Anisa.
"Bacot" ketus Keyla lalu pergi menuju ke kelasnya.
"Mampus" ejek Devano.
"Sialan lo"
.
.
.
.
.
.
V O T E C O M M E N T
