Keyla kini berada di kantin bersama sahabat-sahabatnya. Devano dan yang lain tidak bisa menemani karena ada rapat ekskul basket.
"Eh kalian tau gak 2 hari berturut-turut gue harus ngadepin chili-chilian" ucap Keyla setelah menghabiskan mie ayamnya.
"Serius lo?" Tanya Anisa.
"Iya jadi tuh ya......" Keyla menceritakan dari dia bertemu dengan sekretaris baru ayahnya lalu soal Bella saat di koridor dan yang terakhir saat ia dan Devano pergi ke taman bermain.
"Hahahaha asli ngakak gue denger cerita lo Key" Anisa dan Dilla tak henti-hentinya tertawa sampai-sampai memukul meja dengar keras.
"Gue kalau jadi mereka pasti malu banget hahaha"
"Malu tau diliatin sama orang-orang udah berhenti ketawanya" ucap Keyla sambil melirik ke sekitar.
"Ok ok" Anisa dan Dilla mencoba untuk menetralkan ekspresinya.
Prang
Seluruh penghuni kantin mengalihkan pandangannya ke sumber suara.
Keyla mengepalkan tangannya saat melihat Bella lagi-lagi membuat masalah.
Keyla berjalan tergesa-gesa saat Bella dengan sengaja menumpahkan jus alpukat ke rambut Laras.
"Ck ck ck rupanya lo gak takut ya sama apa yang gue omongin" tubuh Bella dkk membeku saat mendengar suara Keyla. Mereka jadi teringat kejadian tempo hari.
Keyla menahan siswi yang sedang memegang semangkuk mie ayam "Eh gue beli ya mie ayamnya" siswi itu mengangguk lalu Keyla memberi uang 20 ribuan kepada siswi itu.
Tanpa aba-aba Keyla langsung menumpahkan mie ayam tersebut ke kepala Bella.
Karena Bella masih diam, Keyla menyiram wajah Bella dengan jus alpukat membuat Bella sadar dari lamunannya.
"Lo apa-apaan sih Key?" Bentak Bella.
"Lo yang apa-apaan? Ngapain lo udah dorong Laras terus masih nyiram dia?" Teriak Keyla "Gue udah peringatin ke lo Bel tapi kayaknya lo gak takut sama sekali"
"Dan lo berdua mau aja diperbudak sama manusia yang gak punya hati ini" ucap Keyla kepada kedua sahabat Bella.
"Sekarang kalian bertiga pergi sebelum gue ngelakuin apa yang kemarin gue lakuin ke kalian semua" Bella dkk langsung pergi dari kantin dengan wajah pucat pasi.
"Bangun" Keyla membantu Laras untuk berdiri.
Keyla melirik Anisa dan Dilla "Kalian berdua anterin Laras ke kamar mandi, gue mau ke loker ambil baju" mereka berdua mengangguk.
-FindingOfLove-
Devano dan pemain basket lainnya memutuskan untuk pergi ke kantin sehabis latihan untuk turnamen minggu depan.
Setelah makanan datang Devano langsung melahap makanan itu.
"Gila ya Keyla berani banget ngelawan Bella yang notabene-nya ratu bully" Devano mendengar siswi yang masih menggosip
Selesai makan Devano bangkit dari duduknya dan berniat untuk ganti baju.
"Van itu Keyla" ucap Reno sambil menunjuk pintu kantin.
Devano tersenyum melihat Keyla yang berjalan kemari "Hai" sapa Devano saat Keyla sudah berada di hadapannya.
"Hai juga sayang" bisik Keyla agar tidak terdengar.
Devano tersenyum lalu mengacak rambut Keyla gemas.
Devano melirik ke belakang Keyla ternyata ada Anisa, Dilla, dan Laras? Apa Keyla sudah baikan dengan Laras?
Keyla ikut melirik ke arah belakang "duduk" perintah Keyla kepada Laras yang langsung dituruti.
"Bu nasi gorengnya satu sama es tehnya satu" ucap Keyla kepada ibu kantin yang dibalas dengan anggukan.
Devano tersenyum. Sebenarnya gadis ini masih menyayangi Laras tapi karena ego-nya dia nutupin dengan sifat dinginnya.
"Ini non pesanannya" ibu kantin menaro makanannya di hadapan Keyla.
"Makan" Keyla menggeser makanannya ke hadapan Laras.
"Makasih"
"Hmm"
Devano memeluk Keyla dari samping dan membenamkan kepalanya di leher Keyla.
Keyla berusaha melepaskan pelukan itu "ganti baju dulu, bau tau" protes Keyla.
Devano menggeleng "5 menit"
Akhirnya Keyla pasrah dan membiarkan Devano memeluknya.
"Yang jomblo mah cuma bisa meluk guling" sindir Anisa.
"Nisa peluk abang aja sini" Bintang merentangkan kedua tangannya.
"Ogah"
"Udah sana daripada jomblo" ucap Keyla.
"Hahaha"
"Key gue mau ngomong berdua sama lo bisa?" Tanya Laras.
"Bisa"
"Ya udah kita ngomong di taman belakang"
Keyla mengangguk lalu mengikuti Laras yang berjalan terlebih dahulu ke taman belakang.
Sepuluh menit mereka berdiam diri sampai Laras memecah keheningan.
"Gue mau minta maaf"
Keyla diam.
"Gara-gara gue Kenzo belum juga sadar dari koma-nya"
Keyla tetap diam.
"Semua cuma salah faham Key, gue sama sekali gak ada hubungan apa-apa sama Roni"
Keyla tersenyum sinis "Kalian ciuman dan lo bilang gak ada hubungan apa-apa? Hahaha bulshit"
"Hari itu dia tiba-tiba dateng terus minta maaf sama gue karena gue bilang gue maafin, dia minta balikan tapi gue gak mau karena gue udah punya Kenzo. Dia terus maksa gue karena gue tetep kekeh dia cium paksa gue hiks hiks" Laras sudah tidak sanggup menahan air matanya.
Hati Keyla teriris mendengar semua cerita Laras yang diiringi tangisan. Ingin sekali dia memeluk sahabat mulai dari SMP-nya ini tapi ego yang memenangkannya.
"Gue minta maaf Key"
Keyla berdiri dan berjalan meninggalkan taman.
"Gue cinta sama Kenzo" Keyla memberhentikan jalannya "Gue sayang sama kalian, jadi mana mungkin gue tega nyakitin kalian"
Runtuh sudah pertahanan Keyla agar tidak menangis. Bahunya bergetar karena Keyla menahan agar tidak terisak.
"Jadi apa ini akhir persahabatan kita selama bertahun-tahun? Akhir dari semua yang udah kita bangun sama-sama? Apa pernah Key gue ngecawain kalian? Gak pernah kan?" Teriak Laras "Gue cuma cinta sama Kenzo, kalian cuma salah faham"
Keyla melanjutkan jalannya tanpa menghiraukan teriakan Laras yang memanggil namanya.
Apa yang harus gue lakukan?
.
.
.
.
.
.
V O T E C O M M E N T
