Oh god i love him

3.6K 364 15
                                        

 

..

"Aku tidak mau menjadi gadis jahat yang meninggalkan tunangannya untuk seseorang di masa lalu"ucap Hinata lalu tertawa kecil "Jangan bercanda seperti itu lagi.."lanjutnya.

   Naruto merapatkan bibirnya ingin mengatakan bahwa dia serius tapi sadar bahwa itu percuma saja "Baiklah"ucap Naruto asal.

   "Aishh..si Kiba itu pasti lebih dari sempurna karena bisa mengalahkan pria seperti aku"kata Naruto,jika Hinata menganggapnya bercanda kenapa tidak sekalian bercanda saja?."Kau tambah cantik jadi mau tidak mau aku jatuh cinta lagi padamu"guraunya lagi.

   Hinata mengerenyit "Tch,kau memang selalu begitu kan??kau tak tahan dengan wanita cantik"sindir Hinata"berapa banyak gadis yang kau pacari setelah aku pergi??"

'Jika semudah itu harusnya aku sudah melupakanmu Hinata'

   Naruto tersenyum tidak mengutarakan pikiranya "haruskah aku menghitungnya?"tanya Naruto.

 
   Hinata memutar bola matanya "Kiba sangat sempurna"ucap Hinata tiba-tiba serius.

  "Kau tidak harus memujinya di depank--"

   "Dia begitu sempurna sampai aku merasa minder"tukas Hinata "Aku jadi merasa kecil saat bersamanya,dia seorang jaksa terkenal dan populer jadi selalu sibuk..dia bahkan tidak tau apa yg rekan-rekan lain katakan tentang aku di belakangnya..'ahh..sayang sekali kan?kenapa Kiba sampai bisa bersama gadis itu?dia bisa bersama seseorang yang jauh lebih baik'aku sudah sering mendengarnya sampai aku terbiasa" cerita Hinata lalu tersenyum masam "Karena kiba terlalu sibuk dengan ambisinya".

  Naruto menghela nafas "Kau mau aku membawamu kabur dari pernikahanmu nanti?"tanyanya dan membuat Hinata tertawa lagi.

  "Kau sudah membawaku kabur saat ini"timpal Hinata.

   "Kau tertawa..aku senang bisa membuatmu tertawa lagi"gumam Naruto membuat Hinata terpaku.

--

  Karena kejadian kemarin yang membuat kepergian Naruto dan Hinata tertunda mau tidak mau mereka harus berangkat keesokan paginya.

   "Kau yakin tidak mau membawa sepeda itu??"tanya Hinata ketika dia sudah masuk ke dalam mobil.

   Naruto menggeleng "sepeda itu memberiku kenangan buruk"jawab Naruto sambil mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.

   "Ini"ujar Naruto sambil menyerahkan sebuah roti" kau pasti belum makan kan?sementara makan ini dulu sampai kita sampai di pusat kota dan menemukan restoran.

   Hinata menerima Roti tersebut "bagaimana denganmu?"tanya Hinata mengingat Naruto juga belum memakan apapun.

    Naruto mengerikan bahunya "Aku tidak terlalu lapar"jawab Naruto sambil memakai sabuk pengamannya dan mengeluarkan mobil itu dari tempat parkir dan melaju melewati daratan gersang. 

    Hinata membuka bungkus roti itu dan membelahnya lalu mendekatkan sepotong roti itu pada wajah Naruto.

    "Apa yang kau lakukan sudah kubilang aku tidak--".

   "Stttt..makan saja"potong Hinata sambil memaksa Naruto memakan roti itu dari tanganya.

   "Baiklah,terimakasih tapi jangan lakukan itu lagi aku bisa saja tersedak"ucap Naruto lalu kemudian terkekeh. 

   Hinata menatap Naruto bingung "kenapa?ada yang lucu?"tanya Hinata.

  
  "Bukan apa-apa hanya saja..aku teringat sesuatu"jawab Naruto.

Toxic//naruhina(completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang