No choice.

2.7K 329 7
                                        

   "Oh jadi kau memilih jalan yang sulit"bisik Jiraiya "tapi sekarang kau tak punya jalan lain selain bergabung kan?".

   "Kau menjual akatsuki"desis Naruto semakin menekankan tenaganya membuat Jiraiya meringis sakit.

   "Hati-hati Naruto..ada banyak orang diluar sana dan jika mereka sadar kau melakukan sesuatu mereka akan membunuhmu,kau tak bisa menangani agen terlatih sebanyak itu kan?".

   Naruto diam tak melepaskan Jiraiya yang merintih menahan sakit di tanganya.

   "Kau ingin gadis itu mati huh?"tanya Jiraiya Naruto menghela nafas mencoba menenangkan emosinya lalu melepaskan Jiraiya tanda menyerah.

   Dia tak bisa berkutik,tidak jika Hinata taruhanya.

  "Kau tak punya bala bantuan,waktumu terbatas dan satu-satunya cara adalah melakukan permintaan Hyuga Neji..jika kau mau bergabung aku bisa membantumu"gumam Jiraiya.

   Naruto tak mempedulikan kata-kata Jiraiya dan langsung berbalik mendekati pintu "Aku tak butuh bantuanmu,aku akan membunuh menteri itu dengan tanganku sendiri".

--

    "Itu permintaan kak Neji pada Naruto?membunuh menteri pertahanan?"tanya Hinata syok suaranya bahkan terdengar serak karena tenggorokan yang mengering.

Hinata tak akan membiarkan itu terjadi,terutama jika dia alasanya.

    "Jangan khawatir,Naruto tidak akan melakukanya..terlalu banyak resiko"ujar Kakashi.

Naruto akan menjadi kriminal.

   "Tapi Hinata,apa ada sesuatu yang kau tau soal kemungkinan kenapa kakakmu ingin menyingkirkan tuan Danzo(menteri pertahanan jepang)"tanya Kakashi.

   "Aku sendiri tidak tau pasti tapi..seingatku tuan Danzo dulunya adalah komandan tentara dan dia atasan kakakku"ujar Hinata.

"Ah begitu rupanya".

  "Maaf,aku kurang membantu..dan sebenarnya semua situasi ini akulah sebabnya"gumam Hinata.

  "Jangan menyalahkan diri..lagipula aku yakin kami bisa membuat penawarnya"ujar Kakashi.

   Hinata mengedikan bahu "nada suara anda terdengar ragu".

   Kakashi terdiam "Bagaimana suaraku terdengar ragu?".

   "Aku bekerja sebagai asisten jaksa,kadang aku harus melakukan introgasi"gumam Hinata.

  "Jadi kau bisa mendeteksi kebohongan?"tanya Kakashi mulai penasaran.

   "Tergantung sepandai apa seseoramg berbohong"jawab Hinata singkat.

    "Apa Naruto pernah berbohong padamu?"tanya Kakashi.

    Hinata tersenyum "dia berbohong padaku belakangan ini".

"Soal apa?".

"Soal aku akan baik-baik saja"jawab Hinata membuat Kakashi mematung.

   "Jadi..tolong dengan cara apapun jangan biarkan Naruto membunuh seseorang yang tidak bersalah".gumam Hinata "tuan Hatake..apakah mungkin..bagiku untuk hidup tanpa mengorbankan nyawa orang lain?".

    Kakashi menghela nafas "bertahanlah,kami akan mencoba menyelamatkan nyawamu".

   Hinata menggigit bibir bawahnya dia tak pernah merasakan ini,dia tak pernah merasa begitu putus asa "boleh aku bertanya satu hal??".

--

   Hinata menatap sebuah rumah tua di depanya dengan rasa penasaran Kakashi muncul dari belakang mobil lalu menghela nafas "Naruto akan marah jika dia tau aku membawamu keluar dari rumah sakit".

Toxic//naruhina(completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang