(Flashback).
Hinata membuka matanya,Naruto ada di sampingnya.
"Hai"ujar Hinata sambil membuka selang oksigenya.
"Apa kau merasakan sakit?"tanya Naruto.
Hinata menggeleng "Aku hanya merasa lemas,itu saja".
"Naruto.."panggil Hinata kemudian.
Naruto menggenggam tangan Hinata sebelum akhirnya menyahut dengan sebuah gumaman.
"Berapa banyak orang yang kau bunuh?" tanya Hinata membuat Naruto mematung untuk sesaat.
Naruto menggigit bibir bawahnya,agak tidak nyaman dengan pertanyaan itu "Entahlah..aku tak pernah menghitungnya".
"Apa mereka semua orang jahat?"tanya Hinata.
Naruto berpikir untuk beberapa detik "Bukan aku yang menilai apakah mereka orang jahat atau bukan,aku ingat seseorang..dia pemimpin sebuah kelompok Yakuza..dia melawan pemerintah dan menteror mereka,akhirnya pemerintah meminta bantuan kami..Aku dan seniorku,kau tau kan?kakaknya Sasuke..dikirim untuk menaklukan ketua Yakuza itu...".
"Lalu ?"tanya Hinata penasaran.
"Kami membunuhnya.."Jawab Naruto "Dia melakukan hal jahat tapi..dia ayah yang baik untuk putrinya,dia suami yang baik untuk istrinya..dia melindungi keluarganya dan bisa dibilang dia membantu banyak orang"ujar Naruto "Kau tak akan pernah bisa menilai apakah seseorang jahat atau tidak,kadang yang kau pikir buruk adalah hal baik untuk seseorang".
"Bagaimana denganmu?"tanya Hinata lemah "Apa kau orang baik atau orang jahat?".
"Menurutmu?"tanya Naruto.
Hinata mengkerutnya keningnya seolah dia berpikir "Baik" ujar Hinata "Aku ingin kau jadi orang baik".
Naruto terdiam.
"Dan aku yakin orang tuamu juga"ujar Hinata membuat Naruto bingung.
Menjawab kebingungan Naruto Hinata menarik sesuatu dibalik bantalnya,ada sebuah kertas..dari tampilanya itu adalah kertas yang disimpan agak lama.terlihat jelas dengan warnanya yang menguning.
"Aku ke rumah lamamu..bersama ayahmu dan aku menemukan ini,aku ingin kau membacanya".
Naruto menatap suratnya lalu terlihat agak menahan diri namun melihat Hinata yang berharap dia akhirnya membukanya,meski belum siap dengan apapun yang ada di surat itu.
------------------------
'Untuk putraku tersayang Uzumaki Naruto..
Jika kau menerima surat ini artinya kami sudah tertangkap.atau kisah kami telah berakhir.
Kau pasti bingung dengan apa yang terjadi, tapi inilah kenyataan ayah dan ibu tidak seperti apa yang kau pikirkan..
Tapi bukan berarti kami tidak mencintaimu.. Awalnya..ketika aku dan ayahmu tau kau,sebuah nyawa baru ada dalam perutku..kami takut.
Kami bingung apakah kami harus merawatmu atau tidak,karena pekerjaan kami tidak mendukung kami untuk memiliki seorang anak...tapi begitu kau lahir dan aku mendengar suara tangisanmu,melihat wajahmu yang begitu mirip dengan ayahmu. Suatu perasaan asing tumbuh diperasaan kami..sebuah perasaan ingin melindungi,ingin menjaga dan ingin menyayangi.
Kami memutuskan untuk membesarkanmu dan berhenti melanjutkan pekerjaan ini..
Tapi kadang..sesuatu tak terjadi sesuai harapan..tak semudah itu mencari pekerjaan baru jadi mau tidak mau kami kembali pada pekerjaan lama kami meski itu adalah hal buruk,tapi kami memutuskan untuk melakukanya untukmu..setidaknya sampai kami punya cukup uang untuk membesarkanmu sampai dewasa.
