the good in his bad

3.3K 383 23
                                        

  Hinata membuka matanya pelan dan menyadari bahwa dia ada di tempat yang sama.

  "Naruto?"panggil Hinata ketika mendapati dia sendirian di kamar itu "Naruto kau dimana??"tanya Hinata setengah berteriak "Naru..hmmp".

  Sebuah tangan membekapnya dan membuat Hinata panik untuk sesaat tapi kemudian kepanikanya berubah menjadi bingung ketika dia menyadari itu Naruto.

"Mereka ada disini"bisik Naruto.

"Hinata,tenanglah dan ikuti kata-kataku"bisik Naruto.

Hinata mengangguk cepat.dan Naruto melepaskan tanganya dari mulut Hinata.

"Apa yang terjadi?"tanya Hinata ketika tidak ada lagi yang menghalanginya bicara.

"Orang yang kemarin mengejar kita..ada di bawah saat ini..sedang mencari kita dari ruangan ke ruangan"ujarnya.

"Apa yang akan kita lakukan?"tanya Hinata panik.

"Apalagi?tentu saja kita lari"ujar Naruto tenang "kita harus pergi secepat mungkin..ada banyak orang..jadi ikuti aba-abaku..kau bisa melakukanya?"tanyanya dan mengulurkan tanganya.

Bagaimana bisa pagiku di mulai seperti ini.

 

  Aku mengikat rambutku asal dan menyambut uluran tangan Naruto.dengan hati-hati dia membuka pintu dan keluar sambil menariku.
Genggaman tangan Naruto semakin erat setiap dia mendengar suara-suara dari bawah.

Mereka benar-benar mencari kami,dan itu membuatku was-was.

Kami menyusuri koridor hotel dengan hati-hati.sebuah senjata sudah ada di tangan Naruto tidak tau apa yang akan dia lakukan dengan senjata itu dan aku juga tidak mau tau.

Yang aku tau aku sedang dalam bahaya bersama Naruto dan aku menggantungkan nyawaku padanya.

"Sial mereka sudah ada di depan sana"gumam Naruto yang kembali menghentikan langkahnya ketika melihat beberapa orang menaiki tangga.

Sayangnya gerakan Naruto yang berhenti tiba-tiba membuatku membenturnya dan membuat suara mengaduh yang cukup gaduh.

"Itu mereka!"teriak dari salah satu orang-orang itu lalu mereka langsung mengejar Naruto dan aku.

"Fuck.."umpat Naruto sambil menarik tanganku dan menyeretku untuk lari bersamanya.


Berikutnya,terjadilah aksi kejar-kejaran di koridor motel.
Beberapa pengejar menembakan pelurunya dan membuatku takut setengah mati.

Bagaimana jika salah satu dari peluru itu mengenaiku?.
Aku tidak pernah tertembak.apa rasanya akan sangat sakit?seberapa sakit?apa aku akan mati?.
Pikiranku mulai kacau,dan pening.
Suara-suara tembakan itu membuat kepalaku sakit.

"Awas!"teriak Naruto dan menariku hingga terjatuh.
Naruto berada diatasku dan memeluku.menjadi perisaiku agar aku tidak terluka.


Mataku kabur karena benturan.butuh beberapa detik agar pengelihatanku kembali jelas dan menyadari bahwa dua peluru telah berhasil mengenai tangan dan punggung Naruto.

"N..naruto kau berdarah.."bisiku.


Tanpa menghiraukan perkataanku dia bangkit dan lagi-lagi mengumpat."tunggu disini dan merunduklah.."ujarnya.

Aku menuruti kata-katanya dan lalu menyadari bahwa Naruto berlari menjauh dariku dan menuju para pengejar itu.

Aku merunduk.mataku tidak bisa melihat apapun selain lantai.tapi telingaku cukup berfungsi dengan baik untuk mendengar suara teriakan dan tulang yang dipatahkan.


Toxic//naruhina(completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang