bagian 15

560 26 1
                                        


♧♧♧♧♧

"Alaudo. Bangun"

"Alaudo. Alaudo, alaudo"

Lalu aku membuka mata, dengan nafas memburu. Saat aku tersadar ternyata aku sedang berada di suatu kamar. Di sebelah ku terdapat kyla yang terlihat cemas. Aku merasa tubuh ku basah oleh keringat

Setelah menatap sekitar, aku merasa sangat ketakutan. Semua yang terjadi itu hanya mimpi?

"Lo kenapa?" Tanya kyla

Entah apa yang aku pikirkan, aku langsung menarik kyla dan memeluknya

"L-l-lo kenapa? Mimpi?" Tanya kyla gemetar dan khawatir

Aku tak menjawab. Aku hanya menikmati saat berada di pelukan kyla. Sangat hangat dan nyaman, sebuah kehangatan yang tak pernah ku dapatkan. Dan sebuah kenyamanan yang tak ada tandingannya

"Aku bermimpi sesuatu" ucap ku akhirnya bersuara

"Lo...mimpi apa? Mimpi buruk?"

"Iya. Sebuah kilasan masa lalu ku. Masa lalu yang sangat buruk, sampai aku masih bia merasakan rasa sakitnya"

"Tentang apa? Wanita itu?" Tanya kyla yang tangannya mengusap rambut ku lembut

Tangannya sangat lembut. Kelembutan dan kehangatan ini membuat ku enggan berpaling dari nya

"Bukan. Tapi tentang ku sendiri. Kejadian 120 tahun yang lalu" jawab ku

"Udah lama banget ya. Lo mau cerita?" Tanya kyla. Tangannya tetap mengusap rambut ku

"Aku rasa tak perlu ku ceritakan"

"Ok. Gak masalah kalau lo gak mau cerita. Sekarang bisa lepasin gue?"

"Maaf. Tapi, biarkan aku dengan keadaan seperti ini. Dalam posisi ini aku merasakan hal yang tak pernah ku rasakan"

"Lo ngerasa nyaman?" Tanya kyla

"Entah, mungkin iya" jawab ku yang enggan mengatakannya

"Yah, pelukan emang bisa meredakan perasaan gak enak setelah mimpi buruk. Gak apa-apa kalau lo emang nyaman dengan posisi kayak gini"

Untuk beberapa menit aku masih berada dalam pelukan kyla. Hingga akhirnya aku melepas pelukan itu

"Udah mendingan?" Tanya kyla menatap ku hangat

Aku mengangguk sebagai jawaban

"Lo mau makan apa? Gue mau bikin teh" ucap kyla bangun dari tempat tidur

"Gak usah. Aku mau pergi ke hutan dekat sini, ada sesuatu yang harus ku minum"

"Oh, ok. Gue paham. Hati-hati" peringat kyla

Aku terkejut dengan peringatannya itu

"Maksud gue, kalau lo sampe ketahuan gue bakal sendirian di sini. Kalau gue gak bisa balik ke indonesia gimana? Jadi lo jangan sampe ketahuan sama orang" jelas kyla

"Iya. Saya akan hati-hati"

Kyla. Pov

Badan alaudo dingin. Sedingin es, tapi terletak sesuatu di dalamnya. Di balik diri nya yang dingin dan cuek, dia menyimpan perasaan tersakiti di dalam hati nya

Dia terlihat kuat, namun rapuh. Dia terlihat dingin, namun hangat. Dia terlihat cuek, tapi peduli. Dan gue gak tega melihatnya kayak gitu

Tadi pas dia peluk gue. Rasanya gue bisa ngerasain apa yang lagi dia rasain. Sesuatu seperti kesedihan, luka, kesepian, dan kelelahan. Tapi gue gak tau pasti apa yang bikin dia kayak gitu

With You, Vampire [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang