bagian 25

543 20 0
                                        


♧♧♧♧♧

Malam hari tiba. Dan sesuai yang gue takutin, alaudo sedang bersiap untuk pergi ke acara galilea. Pengen rasanya gue bilang jangan pergi. Tapi gara-gara masalah tadi siang, gue malu buat ngomong sesuatu sama dia

"Kamu mau ikut?" Tanya dia yang memecahkan lamunan gue

Gue gak menjawab, dan hanya membuang muka

"Hei, saya berbicara dengan kamu" ucap nya menarik dagu gue agar wajah gue menghadap ke arahnya

Sialan, jantung gue mulai gak terkendali lagi

Gue menggeleng kuat agar tangan dia lepas dari dagu gue

"Ngapain gue ikut" jawab gue ketus

"Kamu kan istri saya, kamu boleh ikut kemana pun saya pergi. Tapi kamu juga ada hak untuk menolak jika kamu memang benar-benar tidak senang dengan tujuan itu" jawab alaudo. Demi apapun, gue suka dengar suara alaudo

"Gak. Kalau gue ikut, yang ada gue malah ganggu lo sama galilea lagi" jawab gue ketus. Dalam mengucapkan itu, hati gue berasa di tusuk-tusuk

"Kenapa kamu ngomong gitu?"

"Ya emang kenyataannya kan?"

Alaudo gak jawab gue lagi. Apa dia marah sama gue? Ah bodo lah, gak peduli. Gue cuma bisa nunduk. Perlahan, gue liat sepasang sepatu mendekat. Dia alaudo, mengangkat dagu gue, dan mencium kening gue

Apa-apaan dia. Jantung gue terasa berhenti sesaat, lalu kemudian berdetak berkali-kali lebih cepat. Wajah gue panas, benar-benar keadaan yang gak enak

"Saya pergi ya" ucap nya setelah cium kening gue

"Tunggu!" Teriak gue yang frontal banget saat alaudo berjalan beberapa langkah

"Ada apa?" Tanya alaudo

Gue masih gak berani jawab, gue malah nunduk dan bergumam kayak ngomong sendiri

"Jangan pergi" gumam gue dengan suara yang cuma bisa di denger sama diri gue sendiri

"Saya dengar kok" jawab alaudo. Saat gue menatap dia, dia tersenyum. Sungguh manis senyum nya

"Kamu mau saya tidak pergi?" Tanya nya yang bikin gue bingung

Gue cuma bisa nunduk, gue gak tau mau jawab apa. Yang jelas sekarang gue yakin muka gue merah karna malu

"Tapi saya harus pergi. Tidak enak soalnya, tadi siang kamu tau kan saya sampai dapat undangan dari telpon?" Ucap alaudo. Gue gak jawab, gue cuma bisa dengerin dia

"Kalau mau, kamu boleh ikut" ucap alaudo seakan mengajak

Gue ngangkat kepala gue. Terus gue cuma ngangguk kepala

"Ya sudah, cepat bersiap. Saya tunggu di ruang tamu" ucap alaudo lalu keluar. Gue langsung bersiap, ya sekadar ganti baju dengan polesan make-up natural

Beberapa menit kemudian, gue keluar. Dan melihat alaudo sedang duduk di sofa ruang tamu

"Oh sudah? Ayo kita berangkat" ucapnya seraya berdiri

With You, Vampire [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang