bagian 23

515 22 0
                                        


♧♧♧♧♧

"Saya tidak tau isi nya. Surat itu belum saya buka. Mau membuka dan membaca nya bersama?" Tanya alaudo

"Oh? Boleh? Mau lah" jawab kyla menatap alaudo

"Sebentar. Sebelum pergi, saya menaruh suratnya di kamar, saya ambil dulu" ucap alaudo beranjak menuju kamar

"Ok" jawab kyla

Tak lama kemudian, alaudo kembali dengan membawa surat berwarna ungu di genggamannya

"Buka suratnya" ucap kyla tak sabar

"Kamu ini memang gak sabaran ya" ucap alaudo

"Iya, udah cepetan" ucap kyla

Alaudo mengangguk, dan membuka surat itu. Lalu mereka membacanya bersama-sama

¤¤¤¤¤

Hai alaudo
Aku mengirimi surat ini, dengan tujuan mengundang mu ke pesta ulang tahun ku. Ya kau tau kan, minggu depan adalah pesta ulang tahun ku yang ke 120 tahun. Sudah cukup dewasa bukan, setidaknya untuk mendampingi mu

Datanglah ke pesta ulang tahun ku minggu depan, ya anggap saja ini sebagai refreshing jika kau bosan dengan istri fana mu itu.

-Galilea-

¤¤¤¤¤¤

"Ini undangan ulang tahun?" Tanya kyla

"Ku rasa begitu" jawab alaudo

"Tidak seperti undangan. Dan apaan tuh? Dia bilang mau dampingin lo? Dia bilang gue istri fana yang ngebosenin? Hah? Kurang ajar banget!" Ucap kyla yang emosi nya tersulut

"Anda tidak perlu emosi dan memikirkan perkataannya. Dia bukan hal penting, abaikan saja" ucap alaudo berusaha menenangkan kyla

"Tapi coba lo pikir. Gimana rasanya lo dibilang gak berguna. Dan ada seseorang yang mau gantiin posisi lo sebagai..." ucapan kyla yang terlihat emosi tiba-tiba berhenti. Kyla tak melanjutkan kalimatnya

"Sebagai? Apa?" Tanya alaudo penasaran

"Ah...gak tau ah, udah. Pokoknya gue kesel!" Ucap kyla lalu membawa piring browniesnya ke dapur

Alaudo. Pov

Aku memang tidak terlalu mengerti isi pikiran manusia. Tapi, kali ini aku benar-benar dibuat bingung oleh kyla. Bukan kah ini hal yang sepele? Mengapa dia seperti itu?

Aku tak bisa diam saja. Aku harus bertanya pada kyla. Lalu aku berdiri untuk menghampiri kyla di dapur

"Kyla. Kamu, baik-baik saja?" Tanya ku

"Iya, gue baik-baik aja" jawab kyla dengan nada suara yang terkesan jutek

"Serius?" Tanya ku memastikan

"Iya. Udah sana. Inget lo gak boleh dateng ke tempat galilea galilea itu. Kalau lo dateng juga, gue kabur dari rumah" ancam kyla

"Iya-iya. Mengapa kamu sampai seperti itu kepada saya?" Tanya ku

Kyla terlihat gelagapan. Sungguh, kyla yang seperti ini lah yang membuat ku menyukai nya

"Ya, gak apa-apa. Gue males aja. Udah ah sana" ucap kyla mendorong ku agar menjauh

With You, Vampire [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang