bagian 12

615 25 0
                                        


♧♧♧♧♧

Singkat cerita, mereka sudah sampai di bandara. Perjalanan dari rumah mereka ke bandara hanya memakan waktu 1 jam

"Nah kan. Gue gak salah minta jalan jam 7 lewat tadi" ucap kyla seakan bangga

"Iya-iya. Anda tidak salah" jawab alaudo mengalah

"By the way, lo kenapa sih bahasanya kaku mulu. Santai dikit coba" protes kyla

"Ok, saya tak bisa menggunakan bahasa se santai anda. Tapi setidaknya bisa lebih santai dari biasanya"

"Lo ngomong apa sih?" Tanya kyla dengan ekspresi melongo, karna menurutnya bahasa alaudo lumayan sulit di pahami

"Anda tidak mengerti?"

"Gak. Tapi pokoknya, coba bahasa lo lebih santai sedikit. Jangan kayak...seakan gue majikan, dan lo bawahan"

"Ok, tapi rasanya aneh jika saya di ganti dengan aku. Dan anda di ganti dengan kau"

"Kalau lo mau aku dan kamu juga kayaknya sih gak apa-apa. Toh, yah kayak yang lo bilang, ini" ucap kyla menunjukan jari manis di tangan kiri nya. Yang di lingkari oleh cincin pernikahan

Alaudo hanya terdiam, menatap kyla heran

"Kenapa? Gue salah ngomong lagi?" Tanya kyla melihat tatapan aneh dari alaudo

"Gak. Gak ada apa-apa. Kalau emang boleh kamu-aku ya sudah. Saya rasanya bisa mengubah bahasa saya jadi lebih santai"

"Nah, gitu dong"

Beberapa jam telah berlalu. Akhirnya mereka bisa berada di dalam pesawat mereka. Saat di dalam pesawat, mereka mendapat kursi di dekat jendela. Dan itu benar-benar membuat kyla senang

"Eh, gue dong yang duduk di deket jendela" ucap kyla

"Ya udah" jawab alaudo mengalah. Toh alaudo juga tak begitu senang duduk di dekat jendela

"Nah gitu dong. Eh..." ucap kyla saat menyentuh tangan alaudo yang sangat dingin

Saat setelah duduk, kyla bertanya pada alaudo

"Tangan lo dingin banget. Kenapa? Nervous?" Tanya kyla

"Suhu tubuh saya memang sangat rendah. Saya tidak hidup" bisik alaudo

"Oh...di inget-inget, kemarin pagi pas lo tidur di sebelah gue juga tangan lo emang dingin sih. Tapi gue kira itu gara-gara AC" ucap kyla

"Bisa kita menjaga privasi?" Tanya alaudo untuk menghentikan kyla yang menurutnya sudah terlalu banyak berbicara tentang rahasia nya

"Oh, ok. Lo gak mau pada tau kan, ok gue bakal diem" ucap kyla lalu akhirnya diam

Beberapa menit berlalu, tapi perkataan kyla tak di buktikan. Kyla tetap tak bisa diam, kyla terus mengacak-acak hal yang dia ingin ketahui di pesawat

"Kau baru pertama naik pesawat?" Tanya alaudo yang lelah dengan sikap kyla

"Ah, gue terakhir naik pesawat sekitar 15 tahun yang lalu. Saat itu gue naik pesawat menuju amerika, untuk menghadiri pemakaman almarhum kakek"

With You, Vampire [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang