Bab 15

3.7K 472 26
                                        

Selamat membaca, maaf typo bertebaran.

Terima kasih bagi yang sudah memberi jejak cinta untuk mereka di sini❤

*** 

Hari Minggu, keluarga Diego sudah bersiap dengan pakaian rapi untuk melakukan ibadah bersama.

Stevi dan Jo—kedua orang tua Diego menunggu putra mereka keluar dari rumah dengan duduk di teras.

"Permisi,"

"Iya, sebentar." Stevi bangkit dari duduknya dan membukakan gerbang hingga menampilkan sosok Kamila yang berbalut blouse peach dengan pashmina corak bunga, dan rok jeans.

"Pagi, tante Stevi," sapa Kamila hangat seperti dulu saat ia sering main ke rumah Diego.

Wanita itu memutar bola matanya malas. Tidak ada lagi pancaran hangat dan senang yang dulu ia berikan pada gadis itu, lebih-lebih dengan penampilan barunya saat ini.

"Pagi. Ada apa kamu ke sini, Mil?" tanya Stevi to the point.

"Kamila mau jalan sama Diego, mami," jawab Diego yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka berdua. Diego tampak tampan dengan kemeja yang biasa ia gunakan jika ingin bepergian.

"Loh? Kamu mau jalan sama dia? Terus kamu nggak ikut ibadah mingguan?"

"Diego tetep ibadah, tapi di tempat lain. Kamila juga setuju kok nemenin Diego ibadah dulu. Ya kan, Mil?"

Kepala Kamila mengangguk membenarkan.

"Pi, anak kamu tuh susah banget diajak ibadah bareng. Lebih milih jalan sama pacarnya," adu Stevi. Ia benar-benar tidak suka lagi dengan Kamila.

"Papi izinkan, asal Kamila melepas penutup kepalanya itu. Papi nggak suka liat penampilan barunya."

"Papi!"

"Om!"

"Astaghfi—astaga Papi!" Diego meralat dengan cepat ketika ia hendak mengucap 'astaghfirullah'. "Kamila seperti ini justru terlihat bagus, tandanya ia taat dengan agamanya. Diego nggak permasalahin itu kok. Udah, ah, kita berangkat aja, yuk, Mil."

Tidak lagi mempedulikan omelan Jo dan Stevi, Diego mengeluarkan motor ninjanya dan meminta gadis itu untuk naik.

"Permisi om, tante. Kami duluan, ya," pamit Kamila tetap sopan walaupun kedua orang tua Diego kini tidak menyukainya.

Dalam hati kecil Kamila, ia berdo'a supaya Stevi dan Jo segera Allah berikan hidayah untuk mereka, menyusul keislaman seperti anaknya.

Motor melaju dengan pelan, sebelum akhirnya bertambah kecepatan ketika jalanan tampak lenggang.

"Diegooo, jangan ngebuuut," Kamila seperti biasa mengigatkan laki-laki itu kalau sudah membawa motor dengan kecepatan di atas rata-rata.

Kalau keadaan mereka yang dulu sih, ia tidak segan untuk memeluk cowok itu ketika ngebut seperti ini. Tapi sekarang keadaan mereka benar-benar berbeda. Keduanya sama-sama sudah hijrah dan sungkan untuk melakukan hal yang dilarang oleh agama seperti berpelukan dengan yang bukan mahram.

Kamila memegang erat ransel Diego begitu kecepatan masih juga tidak berkurang.

"Diegooo!"

Diego terkekeh karena berhasil membuat gadis itu ketakutan. Ada perasaan hangat yang menyergap saat ia merasa seolah masih memiliki gadis itu. Masih menjadikan Kamila sebagai kekasihnya.

"Astaghfirullah,"

Dengan cepat Diego beristighfar dan menghapus perasaan tersebut. Kamila bahkan belum mengiyakan 'lamaran tersirat'nya karena saat itu ia sudah terlanjur takut dengan jawaban yang akan diberikan.

On the Way to HalalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang