Men's Restroom
Ten berdiri tepat di bawah tulisan itu. Senyuman yang biasa ia sembunyikan, saat ini terus tercetak jelas menghiasi bibirnya. Jari-jari rampingnya bergerak tak beraturan.
"Dulu aku iri pada anak-anak yang memiliki teman untuk menemani mereka pergi ke toilet atau semacamnya. Sekarang, aku juga memilikinya satu."
Ten terus bermonolog, tanpa menyadari jika ada tiga orang yang tengah menghampirinya dengan wajah yang telihat begitu sangat marah.
"HEI, BYUN TEN!"
Mengalihkan pandangannya pada seseorang yang memanggilnya, senyumannya perlahan luntur di gantikan dengan wajah terkejutnya.
"You B*tch!"
...
..
..
TOUCH
.
..
...
"Apa masalahmu huh?" tanya Ten pada tiga orang yang berada di hadapannya.
Pemuda manis berwajah kelinci itu melipat tangannya di dada. Dahinya berkerut, giginya bergemeletuk menahan marah.
"Kau pikir kau siapa berani mendekati Jaehyunku? Seharusnya kau tahu diri dimana tempatmu!"
"Maksudmu apa? Aku tidak mengerti ucapanmu, Doyoung!"
Doyoung berjalan mendekati Ten. Ia menunduk dengan menyeringai kecil saat berdiri tepat di hadapan Ten.
"Kau menyangkalnya huh? Aku tahu jika kalian berdua saling berbicara satu sama lain." Doyoung berkata dengan melipat kedua tangannya di dada.
Dahi Ten berkerut saat mendengar ucapan Doyoung. Jika ini adalah sebuah manga, mungkin sudah tercetak jelas tiga siku-siku di ujung pelipisnya.
"Kau konyol! Dari mana kau dengar berita murahan itu, huh? Aku yakin pastinya dia tidak mengenal siapa aku." jawab Ten berkilah.
Ten tidak bodoh untuk tahu apa yang benar-benar di maksudkan oleh ucapan Doyoung ini. Ia bahkan meyakinkan dirinya jika si pervert itu tidak mengentahui siapa namanya, dan siapa sosok ia yang sebenarnya. Lagi pula, Ten juga yakin jika si pervert itu tidak akan mengenalinya selama ia masih memakai freckles palsunya itu.
Menggertakan giginya kesal, Doyoung semakin menatap tajam Ten.
"Are you fuckin kiddin me? Aku bahkan melihat kalian berdua dengan mata kepalaku sendiri!" Doyoung berkata dengan menarik rambut panjang Ten.
"KAU GILA! AKU BILANG ITU SEMUA TIDAK BENAR!" Ten menaikan nada suaranya, antara terkejut atas apa yang di lakukan oleh Doyoung, dan juga merasa marah karena rambut panjangnya di tarik cukup kencang oleh Doyoung.
"LET ME GO!" teriak Ten lagi saat Doyoung semakin menarik rambutnya. Bahkan, kacamata yang ia gunakan hampir saja terjatuh.
Mengabaikan ucapan Ten, Doyoung memilih mendorong tubuh mungil itu ke dinding. Ten yang merasa masih bisa menyeimbangi apa yang di lakukan oleh Doyoung, memilih menahan tubuhnnya dengan cara menyentuh dinding itu.
Sebuah dinding pembatas antara toilet dan juga lobby yang saat ini tengah di gunakan perkelahian oleh Doyoung dan Ten.
Antara sadar dan tidak, saat ini dinding itu berubah menjadi transparan. Tentu saja hanya Ten yang bisa melihatnya jika ia menyadari apa yang saat ini ia lakukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
TOUCH -TaeTen-
FantasyTen memiliki ketakutan pada anak laki-laki, meskipun ia sendiri adalah seorang laki-laki. Itu semua karena kekuatannya yang sangat luar biasa. Apa kekuatan sebenarnya? Dia memiliki penglihatan x-ray pada apapun yang di sentuh olenya. Apakah kekuatan...
