Translator sehari

148 14 8
                                        

"Apa?"
"Kamu mau jadi translator ku?"
Aku binggung dengan tawarannya, seharusnya aku menikmati melihat-lihat pameran hari ini tapi dia menawariku sebagai translatornya.
"Kamu bisa berbahasa indonesia kan?gak semuanya orang disini pakai bahasa daerah" aku berusaha menolaknya,karena aku benar benar ingin menikmati waktu luangku sendirian.
"Please...hanya sehari" pintanya memelas.
Entah kenapa hatiku tersentuh melihat dia memelas seperti itu. Dengan gaya memelasnya yang tersenyum sambil menundukkan kepala, aku menyadari betapa tinggi dia dibandingkan dengan ku. Aku pun menyerah melihat tingkahnya itu.
"Yasudah yasudah,aku mau. Tapi hanya besok soalnya aku udah masuk kerja senin nya"
"Yes...give me your phone number" dia meminta nomor ku
"Thank's rera,see you tomorrow"
Dia pergi sambil tersenyum.
Aku melanjutkan perjalananku untuk melihat lihat pameran sambil memikirkan tingkah kim namjoon itu.

💜💜💜
Minggu,6 November 2025

Waktu menunjukkan pukul 08.00 AM,aku bergegas mandi dan memikirkan tempat-tempat bagus untuk menghabiskan waktu liburku. Ketika aku bangun untuk menuju kamar mandi,namun hp ku berbunyi. Seseorang tak dikenal menelepon,entah siapa dan aku langsung mengangkatnya.
"Halo?"
"Hai reraa,it's me namjoon"
"Namjoon?" Aku lupa siapa namjoon itu.
"Lelaki korea"
"Aaaah kim namjoon,ada apa?"
"Kamu bertanya ada apa?sekarang jadwalmu menjadi translator ku"
"APA?" Aku benar benar lupa apa yang terjadi kemarin.
Aku diam beberapa saat untuk mengingat kembali apa yang terjadi kemarin, bodohnyaa!!
"Haloo rerra ssii,harus ku jemput dimana?"
"Aaah di hotel gold"
"Oke"
Aku langsung lari menuju kamar mandi. Kejadian ini sering terjadi,kurasa aku memiliki short memori,tak heran sahabat ku memanggil ku ANAK MICIN karena kebodohan ku saat itu.

💜💜💜
Aku menunggu di lobi,ku pikir hanya aku yang terlambat ternyata si lelaki korea itu juga. Aku menunggu sambil memainkan hp,tapi tak lama kemudian lelaki korea itu datang mengenakan kaos dan celana panjang hitam. Sangat terlihat kakinya yang jenjang,apalah dayaku,seorang wanita bantet yang hanya memiliki tinggi se bahunya saja,memalukan!
"Hai,maaf membuatmu menunggu"
"Ayo jangan membuang waktu" jawabku.
Kami langsung pergi menggunakan mobilnya,terlihat mewah untuk lelaki tampan seperti dia.
"Kemana kita hari ini?" Tanyaku.
"Entahlah,mungkin menghabiskan waktu seharian di dalam mobil"
"Sial,kalau hanya duduk dimobil untuk apa aku ada disini" gumamku.
"Rera ssi,berapa umurmu?"
Pertanyaan macam apa ini?sangat canggung.
"Aku 25 tahun.kalau kamu?"
"Aku...aaah memalukan"
"Lantas mengapa kau tanya bodoh" gumamku kesal.
"I'm 30"
Aku terkejut mendengar umurnya.
"Kamu sudah menikah?"
"Mungkin sebentar lagi"
Ternyata dia sudah bertunangan,memang lelaki tampan sepertinya sudah habis dimuka bumi ini,sial.

Kami melanjutkan perjalanan dengan rasa canggung di dalam mobil. Sesekali namjoon terlihat memandangiku,entah apa dibenaknya. Kalau dia menyukaiku,lelaki macam apa yang menyukai wanita dalam sekali bertemu.
Beberapa saat kemudian,kami sampai ke sebuah rumah klasik,tidak tahu itu rumah siapa tapi aku sudah menebak pasti itu rumahnya.
"Rumah siapa ini?" Tanyaku heran walaupun aku sudah menebaknya.
"My home"

Shit,dugaan ku benar.

DIMPLES [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang