"Dari mana saja kamu!" suara ini menggelenggang seisi rumah. "Jawab!" jantung Eunji nyaris copot karena bentakan sang Ayah. Ia berusaha menghiraukannya, karena sang Ayah juga tidak akan peduli kalau semalam ia sudah mabuk, dan hari ini ia tidak masuk sekolah.
"Eunji main dirumah temen Yah" jawabnya.
"Siapa temen kamu? Cowok ya?!"
"Temen Eunji Tera sama Eri!"
"Bohong kamu! Setau Ayah temen kamu cowok semua! Semenjak kamu pindah kesini Ayah lihat kamu semakin nakal! Bukannya mikir mau ujian!"
"Dipikiran Ayah tuh tentang kebahagiaan Ayah aja! Gak mikirin aku! Aku juga berhak bahagia yah! Berhak main sama temen-temen Eunji! Emangnya Eunji gak tau apa kalau dibelakang Eunji Ayah jalan sama cewek lain! Harusnya Ayah kasih aku kebebasan! Bukan kekangan!"Plak!
"Kurang ajar kamu!"
Eunji memegangi pipi kanannya, ia menatap tajam ke arah sang Ayah, airmatanya mulai keluar deras. "Ayah Egois!" ia berlari ke kamar dan segera mengunci dirinya.
Tubuh Eunji mulai bergetar hebat, ia menangis keras, sesekali ia menjerit. Ia tak peduli matanya akan sebengkak apa nanti, bahkan sekarang pipi kirinya sekarang berubah warna menjadi ungu lebam. Rasanya pegal dicampur sakit.
Sudah empat jam lebih Eunji mengurung dirinya dikamar, ia melihat jam dimeja kecil. Jam delapan lebih, sudah kesekian kali ponselnya berbunyi tapi Eunji memilih diam dan tidak menghiraukan pesan masuk.
Kedua mata Eunji mulai bergerak saat tidurnya terganggu karena suara alarm yang setiap pagi berbunyi. Ia berjalan ke arah kamar mandi, seluruh tubuh Eunji terpantul dicermin besar, pipinya malah semakin ungu. Ia tak yakin kalau harus berangkat sekolah hari ini, tapi tidak ada pilihan lain, dari pada ia harus menyendiri dirumah ia lebih memilih untuk sekolah.
Eunji berjalan ke luar rumahnya, mobil sang Ayah sudah tidak ada sepagi ini. Ia hanya mengambil dua sandwitch yang dimakan ditangan kanan dan yang satu lagi disimpan ditangan kiri. Tak ada percakapan sedikitpun sebelum ia berjalan ke sekolah. Ia sedang tidak mau berbicara dengan orang rumah, ia memilih jalan atau naik ojek online saat dia sudah merasa capek berjalan.
Rambutnya yang ia ikat sembarang, totebag kesayangan, hoodie warna pink, dan sepatu tanpa kaos kaki. Ia menyusuri jalanan yang masih lengang, tak tanggung-tanggung Eunji berangkat pukul enam lebih limabelas menit. Ia memeriksa ponsel yang tak diperiksa sejak malam.
Bin (71)
Lo gimana sekarang?
WoyTera (7)
Ji lo pulang gimana?Eri (5)
JiKECE (54)
Yunhyeong : yaudah besok ke tempat biasa aja dulu.Betapa terkejutnya ia melihat pesan yang begitu banyak dari Hanbin. Eunji kembali melahap sandwitch yang satunya lagi, sementara tangan kirinya mengetik pesan yang akan dikirim ke Hanbin.
Eunji.
Ada. Lagi jalan ke sekolahEunji melihat ke layar ponselnya untuk berkaca betapa ungunya pipinya sekarang.
Langkah kakinya tiba-tiba berhenti saat melihat kerumunan anak taman kanak-kanak yang memakai baju biasa dengan koper kecil ditangannya masing-masing.
Senyumnya kembali mengembang saat anak-anak itu tertawa dan bercanda satu sama lain. Ia sengaja berhenti dan melihat pemandangan yang mampu membuat perasaannya kembali membaik.
Ia dikejutkan dengan pelukan seorang gadis kecil dari belakang, sepertinya Eunji pernah melihat anak ini. Anak gadis yang pernah ia temui dikolam mancing-mancingan beberapa hari lalu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Someting Of Beautiful [Kim Hanbin]
FanficEND✔ [18+] ❗SEBAGIAN CHAPTER HANYA BISA DIBACA OLEH FOLLOWERS❗ Tentang seorang gadis dingin dan pria dingin. Kim Hanbin X iKon X Blackpink X Twice #9 in #kimhanbin 7/7/2019 #26 in #june 7/7/2019 #1 in #jiwon 22/11/2018 #1 in #juneikon 25/11/2018 #9...