#8

2.8K 165 15
                                    

Dari balik pintu muncul seseorang yang sedang berlari ke lantai bawah dengan memakai piyama lengkap beserta muka bantalnya. Ia membuka pintu rumahnya dan didapati sosok Hanbin yang sudah rapih memakai seragamnya.

 Ia membuka pintu rumahnya dan didapati sosok Hanbin yang sudah rapih memakai seragamnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Kok pagi banget sih" Eunji mengucek-ngucekan matanya. Hanbin sedikit terkejut melihat Eunji yang tidak malu memamerkan muka bantalnya.
"Ini jam setengah tujuh" ucap Hanbin.
"APA?!" Eunji berlari kembali ke arah kamarnya. "ARGHHH AYAHHH SAKIT" kakinya menabrak meja yang sengaja diletakan disamping pintu kamarnya.

Hanbin hanya tertawa kecil melihat tingkah Eunji yang nyawanya masih belum terkumpul.

"Bibi sepatu Eunji dimanaaaaaa" teriakan ini kembali terdengar setelah limabelas menit ia berada di kamarnya. Ia kembali berlari ke arah dapur dengan membawa satu sandwitch dan kotak makannya.

"Santai aja sih, ngapain buru-buru" ucap Hanbin.
"Nanti kita gak bisa apel"
"Gak perlu sih buat apa?"
"Jadi?"
"Gak perlu apel"
"Gak ah pokoknya nanti kita harus apel" Eunji beranjak dan melihat jam ditangan. "Lima belas menit lagi. Ayo buruan" ia meraih helm dan totebagnya.

Hanbin mulai menjalankan motornya ke arah sekolah karena menuruti kemauan Eunji. Namun naas, mereka telat lima menit dan dibariskan dibarisan khusus untuk siswa terlambat.

Raut wajah Eunji mulai takut, ia khawatir akan dihukum seperti yang ia lihat senin kemarin.

"Bagus ya kalian! Tiap senin pasti terlambat! Dasar kalian itu gak disiplin!" Eunji mengintip ke arah belakang, ia juga terkejut saat June, Jinan, dan Bobby kembali dibariskan dibarisan khusus ini.

Bukan hanya Eunji saja yang terkejut, June lalu Bobby juga ikut terkejut, kenapa bisa seorang Eunji bisa terlambat sama sepertinya?

"Ngapain disini Ji?" bisik June.
"Kesiangan lah"
"Kok bisa?" Eunji menunjuk Hanbin yang berdiri disebelahnya. "Lah?" June dan Bobby mungkin sedang berpikir keras, Hanbin berangkat dengan seorang wanita yang baru ia kenal selama duaminggu.

"Siapa dia?" bisik Jinan.
"Murid baru 12.9" jawab Bobby pelan.
"Pacar si Hanbin?"
"Gak tau. Lo masih sama Tzuyu?"
"Lah? Kata siapa gue pacaran sama dia?"
"Gue sering nguping curhatan Tera"
"Oh jadi ini alesan dia ngejauhin gue"
"Lah gue kira lo putus karena lo pacaran sama cewek rambut ijo itu"
"Anjing bukan! Dia yang ngedeketin gue terus"

Sssttttt...

Suara desisan ini mampu memberhentikan aksi curhat mereka.

Sepuluh menit kemudian apel pagi selesai dan siswa kesiangan ini dipamerkan terlebih dahulu sebelum dikenakan hukuman.

"Bagus, sekarang malah ada satu siswa perempuan yang ikutan kesiangan"

Dari barisan paling belakang yang tak lain adalah Eri dan Tera, muncul banyak pertanyaan, kok bisa Eunji kesiangan dan baris bersama siswa bangsat seperti mereka?

Someting Of Beautiful [Kim Hanbin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang