Itukah kenapa?
Kau selalu bertanya, "bagaimana kabarmu?"
"Apakah sudah kautemukan pelabuhan yang baru?"
"Hey, siapapun dia.. Haruslah yang terbaik, setidaknya lebih dari diriku."
Lalu, apa jawabku?
"Hey! Aku tidak seputus asa itu!"
Berhenti membohongi dirimu
Batin sialan!
"Ah, jangan-jangan kaulah orang yang sudah menemukan pengganti," candaku.
Aku tahu kau sebenarnya tidak ingin itu terjadi, bukan?
Diamlah!
Dan kau pun menjawab, "Ya nggakpapa."
Hey, apa maksudmu dengan tidak apa-apa?
Ayolah, jangan berlagak bodoh.. Kau paham betul apa maksudnya.
Persetan denganmu!
Kau melanjutkan, "Aku ingin jujur padamu..."
Jangan dengarkan..
"... Aku jatuh ke lubang yang sama. Mungkin kau tidak bisa menerimanya.."
Jangan dengarkan!
"... Maaf."
Sudah kubilang jangan dengarkan..
"Siapa dia?"
Untuk apa kau bertanya? Dasar bodoh!
"Oke. Tidak perlu kau jawab. Tapi, semoga kau beruntung kali ini. Kudoakan."
Ah, senyum itu lagi..
"Maaf, aku ada janji lain. Semoga berhasil dengan kehidupanmu, semuanya. Aku duluan."
Kau pikir dia sebodoh itu? Dia tahu kau kecewa.
Lihat? Dia bahkan tidak mengejarmu.
Ya.
Aku tahu.
Sudahlah.
![](https://img.wattpad.com/cover/49279751-288-k657645.jpg)
KAMU SEDANG MEMBACA
Girls' Diary
Storie d'amoreBumi tak hanya seluas taplak meja. Jika kau bisa terbang dan melihat melalui jendela-jendela rumah, kau akan melihat cerita-cerita yang mungkin tak pernah terpikirkan oleh penulis manapun. Tapi disini, aku ingin membicarakan sesuatu yang manis. Cint...