✧˖°three

7.5K 1.2K 43
                                        

pagi ini ada yang berbeda.

biasanya saat seungmin berjalan sendirian di koridor sekolah, maka geng blackpink akan menghadangnya sebelum mengganggu kemudian pergi begitu saja.

namun kali ini seungmin lolos dan itu membuatnya merasa aneh. hell, harusnya dia bersyukur bukan?

tak lama, seungmin lantas menemukan jawabannya.

ternyata ada seorang siswa pindahan, dia seorang laki-laki dengan seragam terkancing rapi, rambut tersisir serta kaca mata bulat yang bertengger dihidungnya, dia terlihat sangat nerd, bahkan tampilannya jauh lebih bullyable dari seungmin.

dan apakah karna alasan itu geng blackpink beralih mengganggu lelaki itu?

iya, alasan seungmin bisa selamat pagi ini karna geng blackpink tengah mengganggu anak baru itu didekat lorong. seungmin melihatnya, namun dia hanya diam dan bersembunyi dibalik dinding sembari menunggu semuanya selesai.

saat geng blackpink sudah beranjak pergi dengan tawa puas mereka, seungmin berlarian kecil menghampiri lelaki baru korban bullyan itu.

“kau tidak apa-apa?” seungmin berjongkok didepannya, membantu membereskan isi tas si lelaki yang berceceran di lantai.

“kau tidak apa-apa kan? apa mereka melukaimu?” seungmin mengangkat kepalanya, menatap lelaki didepannya yang juga tengah menatapnya balik.

deg!

“aku tidak apa-apa, terimakasih sudah khawatir.” lelaki itu tersenyum, sehingga kedua dimple di pipinya terlihat.

“tampan,” batin seungmin, lelaki itu mengerjap dan buru-buru berdiri setelah membantu si lelaki kacamata memasukkan semua bukunya kedalam tas, dia berdiri dengan kikuk dan malu.

eum, k–kau pasti murid baru ya?”

“ya, aku dari australia. namaku bang chan, kau bisa memanggilku chan.” lelaki itu mengulurkan tangannya dan dibalas oleh seungmin.

“seungmin oh.”

“ah seungmin ya? omong-omong terimakasih sudah membantuku tadi. tidak mengira hari pertama masuk sekolah dan langsung mendapat sambutan seperti ini.”

chan tertawa dan itu membuat seungmin mengerutkan dahi, lelaki ini bahkan bisa tertawa setelah dibully dihari pertama sekolah?

“kau tidak kesal?”

“kesal tentu saja, tapi lebih baik aku diam saja daripada melawan, itu lebih baik.”

seungmin menatap lelaki itu lekat-lekat. chan lebih tinggi darinya, dan dia seperti memiliki bentuk tubuh yang bagus, terlihat tidak cocok dengan dandanannya yang seperti kutu buku, terutama sepasang mata coklatnya yang entah kenapa begitu menarik bagi seungmin.

“seungmin?”

“ah..i–iya?”

“bel masuk akan berbunyi, kita harus masuk kelas.”

“benar juga, kau masuk dikelas mana?”

“3-A.”

“kau bercanda?” seungmin tersenyum dengan lebar, “kita sekelas.”

“oh ya?”

“kau bisa sebangku denganku, kebetulan sekali aku duduk sendiri.”

“ide bagus.”

“wah lihat, jalang kita sudah mendapat teman sebangku rupanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“wah lihat, jalang kita sudah mendapat teman sebangku rupanya. kita sebut apa mereka? satunya jalang satunya nerd? ada ide untuk memberikan julukan kepada duo kita ini?”

seungmin hanya menghela nafas, sementara chan yang duduk disebelahnya hanya memberikan lirikan, tentu saja dia tidak tahu apa-apa, namun sepertinya dia sedikit mulai paham.

saat bel istirahat berbunyi, seungmin mengajaknya pergi dengan sekotak bekal yang lelaki itu ambil dari dalam tasnya. mereka saat ini sudah berada di atap, duduk bersandar di dinding pembatas.

“seungmin, aku tahu ini mungkin akan mengganggumu, tapi.. kenapa semua orang dikelas memanggilmu–”

“jalang?” chan mengangguk dengan raut tidak enak.

“uh maafkan aku.”

“tidak apa,” seungmin menggeleng, “jangan merasa bersalah begitu, lagipula memang benar apa yag mereka katakan, ibuku memang seorang pelacur.” seungmin membuka kotak bekalnya yang berisi kimbab dan telur gulung.

“itu sebabnya aku tidak punya teman dan selalu di bully. sekolah ini sepertinya tidak menerima orang sepertiku. dan kau tahu chan, empat orang yang membullymu tadi, mereka orang sama yang selalu membullyku selama aku sekolah disini.”

“dan kau tidak melawan?” seungmin membawa masuk sepotong kimbab kemulutnya dengan sumpit, kemudian tanpa canggung menyodorkan satu potong lagi pada chan, si lelaki kacamata terkejut namun akhirnya dia membuka mulutnya.

“dan kenapa kau tidak melawan juga saat di bully tadi? padahal kau terlihat lebih kuat dariku.”

“karna aku tidak ingin menambah masalah.”

“aku juga,” kali ini seungmin menguyah telur gulungnya. “orang sepertiku bisa apa? hanya pecundang.”

chan memandang seungmin yang sedang menunduk memakan kimbabnya itu lamat-lamat, sebelum tersenyum tipis.

“kurasa kita bisa berteman setelah ini.”

“memang kau tidak malu berteman dengan anak jalang sepertiku?”

“memang kau tidak malu berteman dengan anak nerd sepertiku?” chan membalikkan pertanyaan seungmin membuat empunya mendongak dengan pipi penuh, dan itu menggemaskan sekali.

“tidak,”

“jika begitu aku juga tidak.”

keduanya kemudian terdiam dengan pandangan yang tertaut, sebelum akhirnya seungmin mengulurkan tangannya.

“kita berteman?”

deal.” balas chan sambil menjabat tangannya. seungmin tersenyum dengan lebar, lelaki itu nampak bahagia karna akhirnya dia memiliki seorang teman di sekolah ini.

“terimakasih chan,” ucapnya dengan tulus masih diiringi senyum lebar.

deg!

“cantik,” bisik chan dalam hati. 

𝐄𝐮𝐟𝐫𝐨𝐬𝐢𝐧𝐞✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang