✧˖°one

11.6K 1.2K 20
                                        

seungmin menghela nafas pelan, mendapati pemandangan yang sudah biasa dilihatnya setiap kali dia membuka pintu rumah.

diruang tamu sana, ibunya tengah bercumbu panas dengan seorang lelaki yang mungkin adalah pacar kesekiannya, entahlah.

omong-omong haruskah seungmin menyebutnya sebagai ibu? wanita itu lebih banyak tidak peduli, hanya menyakitinya dengan semua ucapan serta perintahnya selama ini. daripada seperti ibu, wanita itu lebih terlihat seperti majikannya.

“sudah pulang ternyata,” Ibunya bersuara, menyadari eksestensinya setelah melepaskan ciuman panasnya. “cepat buatkan makan malam karna aku dan pacarku sudah sangat kelaparan.” perintahnya.

seungmin tanpa banyak bicara segera beranjak ke dapur, membuat makan malam seperti yang diinginkan. tanpa peduli jika dirinya baru pulang sekolah, bahkan seragam masih menempel ditubuh kurusnya.

“aku baru tahu ternyata kau punya seorang anak seunghee-ya.”

“hm ya begitulah, kecelakaan saat aku berumur lima belas tahun. andai ibu tidak melarangku dulu, bisa saja aku sudah menggugurkannya.” sahut seunghee dengan cuek dan kembali bergelung diatas pangkuan pacarnya, jung ilhoon.

“kenapa begitu?”

“ayolah, selama tuju belas tahun ini dia hanya menjadi bebanku, memberinya makan dan membiayai sekolahnya. untungnya dia sedikit berguna untuk memasak serta pekerjaan rumah lainnya, jadi aku tidak perlu lagi membayar pembantu.” Ilhoon terkekeh, meski itu terdengar sangat kejam tapi lelaki itu tidak berniat untuk peduli.

“kau ibu yang jahat seunghee, tapi siapa ayahnya dan dimanakah dia sekarang?”

“oh si brengsek itu, tentu saja dia melarikan tanpa mau bertanggung jawab dan dimana dia sekarang aku tidak peduli, kuharap dia sudah ada di neraka.”

lantas keduanya tertawa seolah itu semua lelucon yang bagus, mengabaikan seungmin yang diam-diam menggigit bibir bawahnya kuat agar tidak menangis.

jarak antara ruang tamu dan dapur memang berdekatan karna ukuran rumah mereka yang kecil, ditambah keduanya bicara dengan keras sehingga seungmin harus mendengarkan bagaimana ibunya sendiri menolak kehadirannya, padahal harusnya dia sudah terbiasa seperti ini, tapi tetap saja sakit saat seseorang yang seharusnya kita panggil sebagai ‘ibu’ malah menolak kehadiran kita.

laki-laki manis itu kemudian menyelesaikan masakan terakhirnya, menatanya diatas meja makan sebelum menghampiri seunghee dan ilhoon.

“Makan malam sudah siap,” ucapnya dengan wajah biasa kemudian berjalan memasuki kamarnya.

direbahkan tubuh lelahnya itu di atas ranjang, menarik nafas dalam-dalam mencoba menahan sesak yang mendesak. seungmin menutup matanya dengan sebelah lengan, mencoba menahan isakannya namun gagal, liquid bening itu turun membasahi kedua pipinya, dia menangis dalam diam.

“kakek, nenek..aku merindukan kalian,” bisiknya.

𝐄𝐮𝐟𝐫𝐨𝐬𝐢𝐧𝐞✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang