seungmin tidak tahu kenapa dan sejak kapan dia mulai membalas ciuman chan. pelukan dipinggangnya mengerat dan dia merasakan geraman tertahan lelaki itu di mulutnya. jemari kecil seungmin meremat pelan belakang kepala chan, memperdalam ciuman panas mereka.
tidak, ini salah, ini tidak benar.
seungmin tahu ini tidak benar, suara di kepalanya terus memintanya untuk berhenti, agar mendorong chan menjauh. tapi tubuhnya hanya pasrah saat dilentangkan di atas ranjang dan ditindih sebelum ciuman mereka berlanjut ke tahap yang lebih panas. ini bukan sekedar ciuman biasa, ini ciuman penuh gairah.
chan menarik kepalanya, memandang seungmin yang berada di bawahnya dengan nafas memburu, sepasang mata coklat tajam itu nampak berkabut oleh nafsu.
“c–chan.” seungmin berucap lemah, memandang lelaki itu dengan sayu. apa yang akan chan lakukan padanya setelah ini?
“sial.” chan memukul bantal disebelah kepala seungmin dengan kesal. “aku menginginkanmu seungmin, bagaimana ini?” desisnya.
seungmin cukup terkejut mendengarnya, tapi menginginkan untuk apa?
tangan lelaki yang lebih tinggi terangkat, mengusap pipi seungmin dengan begitu lembut, membuat seugmin harus menggigit bibir bawahnya untuk menahan gelenyar yang mulai merayapi tubuhnya.
“kau cantik, sejak pertama kali melihatmu, aku sangat menginginkanmu..aku tidak bisa berhenti..aku mau kau menjadi milikku seungmin.”
seungmin masih diam.
“dan saat mendengar cerita dimana ibumu berniat menjualmu..itu membuatku sangat marah seungmin, kau tidak boleh disentuh oleh siapapun!” lelaki dibawah kukungan itu tertegun, dia bahkan bisa merasakan bagaimana posesifnya chan saat mengatakan hal itu.
“jadilah milikku seungmin.”
seungmin berfikir, mungkinkah bangchan juga tertarik padanya namun dalam konteks yang lain?
“chan..” tangan seungmin terangkat, menyentuh pipi lelaki itu dengan lembut. merasa bahwa ini adalah saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaan yang takut untuk dikatakannya.
“aku jatuh cinta padamu.”
kali ini giliran chan yang tertegun, pernyataan cinta dari seungmin cukup membuatnya terkejut. dia menatap si manis lekat sebelum tersenyum tipis, meraih jemari lelaki itu di pipinya untuk dia genggam.
“jika begitu jadilah milikku,” mata coklat itu kembali menenggelamkan seungmin. “kau mau?” dan seolah tersihir, seungmin mengangguk, membuat chan tersenyum tipis, sangat tipis sehingga itu terlihat seperti sebuah seringaian.
“mine.”
bibir mereka kembali bertemu dan berpagut dengan panas. Seungmin hanya pasrah, membiarkan chan mendominasi dirinya, kemudian melepas seluruh pakaiannya dan meninggalkan beberapa tanda diseluruh tubuhnya.
membiarkan dirinya sebagai milik chan, seutuhnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
tepat pukul sebelas malam seungmin terbangun karna rasa haus, dia mengerjap dan melenguh merasakan tubuhnya yang remuk redam.
“ahk!”
lelaki itu merintih, merasakan pantatnya yang luar biasa perih di bawah sana, namun saat mengingat apa yang telah membuatnya seperti ini, dia tidak menyesal.
itu karna dia sudah menjadi milik chan seutuhnya.
“seungmin, kenapa terbangun?” dia mendongak, menemukan chan yang menatapnya dengan kantuk disudut mata, ah apa lelaki itu terbangun karna dirinya?
“butuh sesuatu?”
“haus.”
chan kemudian mendudukkan diri, membuat selimut yang menutupi dada polosnya melorot turun dan wajah seungmin memerah malu menemukan bercak kemerahan di sekitar dada dan tulang selangkanya. iya seungmin yang membuat itu, dia bahkan tidak menyadari jika dia akan seganas itu.
chan bangun dan berbalik menuju kearah nakas, meraih botol minum yang selalu dia simpan disana. seungmin yang menatap itu terdiam, menatap punggung lebarnya dengan pandangan terkejut.
ada bekas luka seperti sayatan benda tajam di beberapa sisi, berwarna coklat dan sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih pucat. juga sebuah tato bergambar entah apa, burung phoenix?
seungmin baru mengetahui jika bangchan memiliki tatto dan bekas luka pada punggungnya, namun dia tidak akan bertanya.
“ini minumlah.” setelah selesai membasahi tenggorokannya, seungmin kembali tertidur dan chan menyusulnya masuk kedalam selimut, merengkuhnya dengan hangat.
“tidurlah.”
tapi seungmin tak kunjung bisa menutup mata, jantungnya bergemuruh kencang. dia mendongak dan menatap wajah tampan chan yang tengah tertidur dengan damai.
telunjuk kecilnya terangkat, menyusuri rahang tegas itu dengan pelan.
grep!
seungmin terkejut saat chan meraih tangannya, sepasang mata coklat itu kemudian terbuka dan memandang seungmin dengan sayu.
“ada apa hm?”
seungmin hanya menggelengkan kepalanya, namun chan tahu jika ada suatu hal yang dia simpan.
“ada apa seungmin? katakan saja.” telapak tangan besar itu terangkat, mengusap kepala yang lebih kecil dengan lembut. seungmin mendengung pelan, ragu-ragu dia menatap chan.
“ki–kita ini apa?” chan menatapnya, lekat dan dalam.
“kau adalah milikku, dan aku adalah milikmu.”
jadi mereka sama-sama memiliki namun tidak punya sebuah status?
“ada yang ingin aku katakan seungmin. aku bukan tipe orang yang suka terikat oleh sebuah status atau hubungan, tapi jika aku sudah memiliki seseorang yang menjadi milikku, maka dia akan menjadi prioritas hidupku, seperti kau..” chan menarik seungmin lebih dekat dan mengusap pipinya. “kau adalah milikku jadi aku akan menjagamu dengan seluruh hidupku.”
seungmin merasa sedikit kecewa sebenarnya, dia ingin sebuah hubungan yang jelas dengan chan, tapi memiliki lelaki itu rasanya sudah cukup.
karna cinta tidak harus memiliki bukan?
dan seungmin akan tetap mencintai chan dengan segenap perasaannya.