✧˖°thirteen

6.4K 1K 82
                                        

seungmin memeluk lutut, memandang sekelilingnya yang begitu gelap. hal itu membuatnya sangat ketakutan hingga tubuhnya tidak berhenti bergetar bersamaan air mata yang terus jatuh menetes.

"hiks..chan..hiks..chan.."

lelaki itu tidak tahu sudah berapa lama dia berada disana, yang dia ingat adalah saat rose, lisa dan jisoo yang menyeretnya ke kamar mandi, menumpahi tubuhnya dengan seember air dingin sebelum menguncinya di gudang ini.

seungmin begitu ketakutan, tubuhnya menggigil dan kepalanya mulai pening, hanya satu hal yang sangat dia harapkan saat ini, yaitu kedatangan chan. entah apakah lelaki itu akan menemukannya atau tidak.

lelaki itu nyaris pingsan saat pintu gudang kemudian ditendang dengan paksa, matanya menyipit saat cahaya dari luar ruangan begitu menyakiti matanya.

"seungmin." seseorang mendatanginya, lantas memeluknya erat.

ah, seungmin hafal aroma parfum ini.

"c-chan."

"aku disini sayang, kita akan pulang."

seungmin tidak menjawab, lelaki itu hanya diam bahkan saat chan menyelimuti tubuhnya dengan jaket sebelum diangkat kedalam gendongannya.

dalam hati dia bersyukur karna chan datang untuknya, tapi dari mana lelaki itu tahu dia ada disini?

jennie keluar dari kamar mandi sembari bersenandung pelan, gadis itu memakai bathrobe berwarna peach dengan handuk dikepala

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

jennie keluar dari kamar mandi sembari bersenandung pelan, gadis itu memakai bathrobe berwarna peach dengan handuk dikepala.

berendam di malam hari adalah salah satu hal favoritnya omong-omong.

sembari mengeringkan rambutnya dengan hairdryer, gadis itu kembali mengingat kejadian disekolah tadi dimana dia mengunci seungmin di gudang setelah menyiramnya dengan seember air.

meski terkesan kejam tapi jennie menyukainya, dia kesal karna seungmin berani sekali membantahnya.

entahlah bagaimana nasib seungmin sekarang, apakah dia sudah mati kedinginan disana? jennie harap begitu agar tidak ada lagi halangan baginya untuk mendapatkan chan.

chan.

ah, lelaki tampan itu akan menjadi miliknya sebentar lagi.

senyuman manis terpatri di bibirnya. "chan, kau akan menjadi milikku." gumamnya sembari menatap pantulan wajah cantiknya di cermin.

"membicarakanku?"

tersentak, jennie memutar badannya dan membulatkan mata begitu mendapati lelaki yang sedang memenuhi kepalanya itu ada disana, didalam kamarnya, bersandar pada kusen jendela.

"k-kau..chan? bagaimana kau bisa ada -ahk!" kalimatnya terhenti begitu chan mendekat dan meraih lehernya cepat, mencekiknya dengan tidak main-main sehingga dia kesulitan bernafas.

𝐄𝐮𝐟𝐫𝐨𝐬𝐢𝐧𝐞✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang