✧˖°twenty

6.7K 1K 86
                                        

suara barang yang dilempar sembarang masih terdengar, membuat kamar dengan dominasi warna hitam dan merah itu berantakan tak berbentuk.

ranjang hancur dengan sprei terlepas, gorden berjatuhan serta pecahan kaca dimana-mana. si pelaku masih menahan emosi dengan nafas memburu, sekali lagi meninjukan kepalan tangannya ke kaca balkon, terlalu kuatnya hingga pembatas kaca tak bersalah itu remuk dan hancur meluruh ke lantai.

“SIALAN!” chris berteriak, tidak peduli dengan tanganya yang sudah terluka karna serpihan kaca yang menancap, hanya satu yang dia fikirkan,

seungmin.

chris merasa sangat bodoh, seungmin pasti berfikir yang macam-macam setelah dia melihat foto shuhua di dompetnya, lelaki manis itu pasti salah paham, marah dan kecewa padanya. dia ingat betul bagaimaa ekspresi terluka serta genangan embun di mata seungmin, chris merasa bersalah dan marah disaat bersamaan.

bersalah karna belum memberikan hatinya pada seungmin sepenuhnya, dan marah karna si brengsek yoshi sudah membawa seugmin kabur tanpa jejak.

sebenarnya ada beberapa hal yang membuat chris terheran, selama dia melakukan pekerjaan kotor ini dibawah perintah yongguk, tidak ada satupun badan intel atau polisi yang bisa mencium gerak-geriknya, mereka selalu melakukan pekerjaan dengan sangat bersih.

dan bagaimana bisa cia dan swat menemukannya? sial sial! pasti beberapa bawahannya tidak becus dalam bekerja, chris bersumpah akan melubangi kepalanya setelah ini.

lelaki itu masih mengamuk, dan mungkin jika tidak bisa mengendalikan diri lagi, dia akan menembak siapapun yang terlihat di matanya.

“chris hentikan!” hyunjin dan minho masuk ke kamarnya, diikuti jeongin yang mendorong jisung diatas kursi roda, mereka tidak terkejut melihat keadaan chris saat ini.

“hentikan.” hyunjin berusaha menahan tangannya namun chris menepis dengan keras, memandang kekasih jeongin itu tajam.

“bagaimana bisa aku tenang jika si bajingan itu membawa seungmin?”

“seungmin akan baik-baik saja chris, percayalah.”

“apa yang membuatmu merasa yakin eh? si brengsek yoshi sudah membawanya.” chris mengacak rambutnya, mendudukkan diri di sisi ranjang yang hancur sembari menunduk. “dia juga melihat foto shuhua di dompetku, pasti dia berfikir yang tidak-tidak.”

“bagaimana seungmin tidak akan berfikir buruk? kau yang dianggapnya kekasih malah menyimpan foto perempuan lain.”

“INI SEMUA JUGA KARNAMU HWANG SIALAN!” bentaknya penuh emosi, membuat jisung dan jeongin sampai terkaget. “ini semua karnamu, kau yang membuat semuanya terjadi.”

“tapi kau menyukainya kan?” hyunjin mendecih, melipat kedua tangan di dada. “jangan munafik chris, kau juga menikmatinya kan? menjadi kekasih seungmin? jangan lupa kau bahkan sudah menidurinya.”

chris diam dan hyunjin melanjutkan.

“kau itu orang paling bodoh yang pernah aku temui di dunia ini. padahal sudah ada seungmin yang jelas-jelas hidup dan mencintaimu, tapi kenapa kau tidak bisa melupakan seseorang yang sudah terkubur di tanah, bahkan mungkin kulitnya sudah hancur dimakan bakteri.”

“diamlah sialan!”

“kau yang seharusnya diam christoper bang!” bentak hyunjin tanpa takut, memandang marah lelaki yang lebih tua penuh emosi.

minho yang melihat bahawa situasi tidak lagi kondusif memberi perintah melalui lirikan matanya pada jeongin agar dia dan jisung pergi dari sana.

“seungmin mungkin mencintaimu dan menyerahkan semuanya padamu, tapi sewaktu-waktu dia bisa meninggalkanmu jika tahu bahwa orang yang dicintainya masih memiliki orang lain di hatinya. jika aku jadi seungmin, aku juga akan meninggalkanmu. lagipula yoshinori juga tidak terlalu buruk, mugkin saja seungmin bisa jatuh cinta padanya.”

𝐄𝐮𝐟𝐫𝐨𝐬𝐢𝐧𝐞✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang