[14] Be Mine

1.7K 185 10
                                        

Setia itu mahal, maka dari itu setia tidak bisa dilakukan oleh orang murahan. Right?

***

Chaeyong melotot kaget kala melihat siapa yang sedang berada di depannya saat ini.

"Lisa?"

Lisa tersenyum. "Hai, Chaeyong-ah." Sapanya.

Dan Chaeyong menarik Lisa menuju ruang kerjanya. Ruang manager.

"Kau bekerja disini lagi?"

Lisa mengangguk. "Hm."

Chaeyong melotot. "Kenapa? Kenapa kau bekerja disini lagi? Lisa, Hanbin---"

"Aku tahu dia amnesia, Chae. Oleh karena itu, aku harus membuatnya mengingat tentang apa yang sudah kita lak---"

"Lisa." Chaeyong memandang ke arah sahabatnya dengan sendu.

"Kenapa kau seperti ini?"

Lisa menghela nafas. "Lalu, aku harus bagaimana, eoh? Diam saja disaat hanya aku sendiri yang mengingat? Diam saja disaat dia sedikitpun tidak mengenalku? Aku sakit, Chaeyong-ah. Hatiku---" Lisa tak bisa melanjutkan kata-katanya disaat matanya memanas.

Chaeyong menghela nafas. Ia memeluk tubuh ringkih Lisa.

"Baiklah, aku akan mendukungmu. Tapi, aku tak ingin kau terus-terusan terluka. Jika dia masih saja menyakitimu bahkan disaat ia hilang ingatan, aku takkan pernah membiarkanmu kembali dekat dengannya."

***

Mereka bilang, ini perusahaan yang ia pimpin.

Hanbin sedikit membungkuk pada seluruh karyawan yang berada disana. Yang memberi hormat padanya.

Di sampingnya, Donghyuk---mereka bilang lelaki itu adalah sekretarisnya---memberitahukannya segala sesuatu tentang perusahaan ini.

Donghyuk mengajaknya berkeliling ke seluruh penjuru perusahaan. Dan disaat ia sampai di depan ruang manager----dimana kacanya transparan.

Hanbin melihat seorang wanita cantik yang tengah serius mengetik sesuatu di keyboard dengan mata menatap layar monitor.

Entah kenapa, jantungnya merasa berdetak lebih cepat dari biasanya.

"Siapa dia, Donghyuk?"

Donghyuk melihat ke arah yang ditunjuk Direkturnya. "Ah, itu Lalisa Manoban, sajangnim. Dia bagian manager di perusahaan ini."

Hanbin mengangguk.

Lalisa Manoban, ya? Yang meneleponnya kemarin?

Kim Lalisa?

Jadi, wanita itu bekerja di sini. Ini menarik. Batin kulit.

***

Saat waktu istirahat, Lisa dikejutkan dengan dirinya yang dipanggil Direkturnya untuk datang ke ruangannya.

Maksudnya, Hanbin. Lelaki itu menyuruh Lisa ke ruangannya.

Dengan langkah gelisah, Lisa berjalan menuju ruangan serba putih dan hitam itu. Jantungnya berdetak tak karuan.

Hanbin memanggilnya?

Ya Tuhan. Kenapa Lisa sekacau ini hanya karena hal sepele seperti ini?

Mana mungkin ingatan Hanbin sudah kembali, kan?

IGNORAMUS - HANLIS / HANLICECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang