"Selamat pagi nona Prilly."
Seorang berpakaian rapi dengan jas putih bersih menyapa Prilly dengan senyum terhangatnya.
"Selamat pagi dokter! Jadi bagaimana perkembangan kekasih ku hari ini?"
Prilly begitu antusias untuk mendengar penjelasan dokter. Layaknya seorang anak kecil yang mendengarkan gurunya menceritakan sebuah kisah menarik.
"Tentu saja dia semakin membaik, hari ini bahkan sudah tepat setaun penuh ia dirawat disini. Aku harap hari ini kalian bisa bercakap cakap dengan nyaman."
"Baik, terimakasih dokter."
Prilly tersenyum, sedikit menundukan kepalanya sebagai tanda hormat. Lalu bergegas untuk mengahmpiri sebuah kamar bernuansa biru laut di tepat di ujung lorong.
"Selamat pagi Ali!"
Ali dengan penampilannya yang terlihat sangat berbeda dari setahun lalu itu berbalik menatap pintu. Mendapati gadis pendek yang hari-hari ini menemaniya sedang tersenyum cerah.
"Pagi."
"Ihhh kok cuek banget sih. Yaudah sini duduk dulu gue bawa sarapan buat lo."
Prilly menutup pintu ruangan tersebut dan segera duduk di sofa panjang di samping tempat tidur.
Ali mengikuti perintah gadis itu dan segera duduk di hadapannya.
"Prill, gue mau ngomong."
"Apa?"
"Ini udah setahun sejak lo ngebunuh Kaia."
Suasana tiba-tiba berubah mendung. Padahal tidak ada awan gelap dan matahari masih bersinar sangat terang.
"Terus kenapa Ali?"
"Gue memilih untuk tanggung jawab Prill. Gue mau di adili se adil adilnya. Gue mau dapet hukuman seberat berat nya atas apa yang udah gue lakuin di masa lalu."
"Maksud lo apa sih?"
"Gue udah sembuh Pril, Gue udah normal, Gue udah gak sakit jiwa lagi. Rehabilitasi ini berhasil berkat lo. Gue sangat berterimakasih. Dan gue mohon banget sama lo. Untuk terkahir kalinya gue minta sesuatu. Gue mau dapet hukuman setimpal atas segala yang gue perbuat."
Prilly mendadak diam. Tatapannya kosong. Tidak senang tidak sedih. Membuat Ali serba salah.
Sebenarnya apa yang diinginkan gadis di hadapannya ini?
Setelah semua yang ia lakukan kepada Ali?
Apa gadis ini hanya mempermainkannya? Atau bahkan balas dendam? Tapi jika hanya untuk sebuah permaianan balas dendam. Gadis ini tidak mungkin melakukan hal sebanyak ini sampai sekarang.
Melindungi Ali dari segala hukum atas kriminilatisannya.
Memberi pengobatan terbaik untuk kejiwaannya.
Bahkan memberikan segala kebutuhan Ali yang bisa dibilang tidak murah untuk setahun ini.
Sebenarnya apa tujuan gadis ini?
"Gue cuma mau Ali gue yang dulu balik."
Prilly menatap Ali lurus tanpa sebuah ekspresi.
Flasback On.
Ali terbangun dengan keadaan tubuh yang tidak bisa bergerak sedikit pun. Kepalanya pening, pandangan matanya berputar. Suhu tubuhnya terasa sangat panas tapi keringat dingin bercucuran di seluruh tubuhnya.
"Dokter! Pasien Aliando Syarief sudah sadar."
Tersengar suara seorang wanita di telinga Ali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Handsome Psychopath
Short StoryComplete. "Sekarang tarik saja pelatuknya" Ali tidak bisa menggerakan jari nya. Bahkan hanya untuk menyentuh pelatuknya saja pun ia tidak mampu. Tubuhnya terasa kaku dan sulit untuk digerakkan. "Lo itu pembunuh bayaran terpayah yang pernah gue temui...
