Hari ini Kaia kembali dari urusannya. Dengan kembalinya Kaia mengartikan bahwa Ali akan memulai membunuh lagi. Mungkin juga Kaia akan membawa perintah baru dari seseorang yang membayar untuk kematian Prilly.
Ali bimbang. Perasaan nya benar-benar tidak tentu. Ia senang karena Kaia kembali dan ia akan melakukan perkerjaan aslinya. tapi disisi lain ia takut, takut bahwa Kaia akan menyampaikan perintah untuk membunuh gadisnya sekarang juga.
Apa yang harus dilakukan Ali jika perintah itu yang akan keluar dari mulut Kaia? Rencananya untuk mempermainkan Prilly akan gagal.
Saat ini Ali sedang duduk di balkon sebuah cafe. Menunggu kakak perempuannya yang ingin bertemu dengan adik semata wayang nya itu. Tidak baisanya Kaia ingin bertemu langsung dengan Ali. Apalagi di tempat terbuka seperti ini.
"Hei! Sudah lama menunggu?"
Ali terkejut. Ia melihat Kaia dengan style serba hitamnya. Kebiasaan gadis itu, selalu memakai pakaian serba hitam jika ingin keluar rumah. Apa ia tidak berpikir bahwa dirinya terlihat seperti akan mendatangi upacara pemakaman?
"Udah dateng?"
"Yeah, gimana kabar lo?"
"Baik, jadi lo mau apa ngajak gue ketemuan?"
"Gue mau konfirmasi satu hal sama lo."
"What?"
"Lo itu-"
"Silahkan pesanan anda, 2 ice Americano."
Omongan Kaia terpotong dengan datangnya pelayan yang mengantarkan pesanan Ali.
"Terimakasih."
Ali memberikan satu ice americano nya di depan Kaia. Ia tahu kakaknya sangat menyukai minuman yang di sebut kopi.
"Lo pacaran sama Prilly Latuconsina?"
Uhuk!
Ali tersedak minumannya. Ia tidak percaya Kaia akan menyadari hubungannya dengan Prilly secepat ini.
"Gu-gue sama dia-"
"Lanjutin aja."
Apa? Lanjutin? Kaia nyuruh gue ngelanjutin daripada mengakhiri?
"Maksud lo?"
"Lanjutin aja, dengan begitu lo bisa dengan gampang nyari informasi tentang dia. Lo juga-"
"Gampang buat ngebunuh dia?"
"Exactly! Lo cerdas Ali."
Sial! Kaia bener-bener berdedikasi tinggi buat ngebunuh Prilly.
"Lo bener-bener pinter buat rencana li. Dia itu gadis pintar, jadi lo jangan sampe lengah sama dia."
Ali terdiam. Ia hanya bisa menatap keluar jendela. Ia tidak sanggup melihat ke arah kakaknya. Bagaimana jika Kaia tahu bahwa Ali ingin bermain-main terlebih dahulu dengan mangsanya? Kaia tidak akan membiarkan itu terjadi.
Kaia pasti berpikir bahwa mempermainkan target sama saja dengan mengulur waktu kematian mereka.
"Kalo gitu gue balik. Dua minggu kedepan gak bakal ada tugas buat lo. Orang yang membayar atas nama kematian nona Latuconsina udah memberi perintah."
Ali diam. Ia tidak siap mendengar perkataan Kaia.
"Lo harus bunuh dia ketika lo berhasil nemuin lima rahasia yang disimpen gadis itu baik-baik. Rahasia yang bahkan siapapun gak ada yang tahu kecuali dia dan tuhan."
"Lo bercanda?!?! Mana bisa gue nemuin rahasia yang bahkan seluruh dunia gak ada yang tahu?"
"Itulah susah nya pekerjaan lo yang sekarang li. Gue gatau orang itu siapa, tapi please lo pikir. Kemaren dia ngirim lima ratus juta, dan itu dia bilang karena lo udah berhasil deketin si Prilly. Coba kalo sampe lo bisa dapetin apa yang orang itu mau, bakal dapet berapa kita hah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Handsome Psychopath
KurzgeschichtenComplete. "Sekarang tarik saja pelatuknya" Ali tidak bisa menggerakan jari nya. Bahkan hanya untuk menyentuh pelatuknya saja pun ia tidak mampu. Tubuhnya terasa kaku dan sulit untuk digerakkan. "Lo itu pembunuh bayaran terpayah yang pernah gue temui...
