sembilanbelas.

2.9K 164 5
                                        

Ali begitu diam ketika Prilly membuatnya mengingat kejadian di masa lalu.

Dia benar.

Gadis itu benar tentang membuat Ali berubah menjadi dirinya yang dulu. Tapi tetap saja, sekarang Ali sudah baik baik saja. Ia harus menerima hukum yang setimpal atas perbuatan keji nya. Walaupun bisa dikatakan ia melakukan itu bukan atas kemauan diri sendiri, alias atas pengaruh dari orang lain.

"Tolong Ali! Aku ga bisa kehilangan kamuku lagi. Sudah sejauh ini yang aku lakukan, Sudah sebanyak ini Ali! Tolong!"

Prilly mulai menangis.

Ia meremas bungkusan sumpit di tangan kanannya. Lalu mematahkannya begitu saja, hingga serpihan kayu melukai kulit putih Prilly.

Ali yang melihat itu dengan cepat mengambil tisu di atas nakas dan duduk bersimpuh di hadapan Prilly. Membersihkan luka Prilly dengan lembut.

"Tolong Ali, Kamu ada cara lain buat nebus kesalahan kamu ke mereka. Ga harus lewat hukum Ali."

Ali menghembuskan nafas kasar.

"Tapi sampai saat dimana dunia tau aku cuma seorang pembunuh gila, mereka bakal langsung menghakimi aku sayang. Hanya masalah menunggu waktu."

"Ak-aku cuma mau menikmati waktu kita kayak dulu."

Ali menghembuskan nafas berat. Terlalu sakit melihat gadisnya menangis seperti ini.

"Oke, satu tahun. Kita hidup sebagaimana yang kamu mau. Setelah itu biarin aku buat menyerahkan diri."

Sekarang giliran Prilly yang terdiam. Hatinya berkecamuk. Ia yakin tidak akan pernah merasakan yang dulu ia rasakan. Prilly sadar bahwa ia terlalu egois untuk memaksakan segalanya kepada Ali.

"Nope. It's okay, kita jalani aja. Kamu mau menyerahkan diri kan? Aku bakal dukung apapun keputusan kamu."

Ali membulatkan matanya. Terkejut dengan apa yang di dengarnya barusan. Gadis di depannya ini mudah sekali untuk berubah disaat tertentu.

"Bagus. That's my girl."

***

Penerus Syarief Corp yang dikabarkan hilang muncul kembali.

Syarief Corp telah bangkrut, Ini 7 fakta tentang pewaris tunggal yang dikabarkan telah meninggal.

Dikabarkan meninggal, Ali Syarief muncul di kediaman Prilly Latuconsina?

Berbagai judul artikel muncul di media massa. Entah itu artikel negatif ataupun positif hampir seluruhnya membahas kemunculan seorang Aliando Syarief di media.

Banyak netizen yang dikejutkan dengan berita-berita ini. Spekulasi baik maupun buruk muncul ke permukaan. Membuat Ali yang telah kekeh memantapkan diri untuk memunculkan diri dihadapan masa kebanjiran tawaran untuk wawancara dan sebagainya.

Prilly yang melihat situasi mulai tidak terkendali segera memerintahkan sekretarisnya untuk menjadwalkan sebuah pers. Agar segala sesuatu bisa di pastikan dan tidak membuat berita lain yang tidak benar.

"Ali, kamu siap?"

Ali tersenyum, mengeratkan gandengan tangannya pada gadis manisnya.

"Harus kamu tau, apapun yang terjadi aku bakal terus genggam tangan ini."

Dan selanjutnya kedua mata mereka langsung di hadapkan dengan blitz kamera dan cahaya lampur sorot. Berbagai pertanyaan dari wartawan langsung menyerbu mereka padalah acara pers saja pun belum dimulai.

Untung saja situasi segera dikondisikan oleh orang kepercayaan Prilly dan konfersi pers pun bisa dimulai.

Di sesi awal Prilly menjelaskan segalanya tanpa ada yang di palsukan. Bahkan sampai tentang Ali yang selama ini hidup sebagai seorang pembunuh bayaran handal pun Prilly floor kan dengan penuh fakta kepada para wartawan.

Membuat suasana pers saat itu benar-benar suram. Banyak tatapan menghakimi dari para wartawan yang di tujukan pada Ali. Bahkan umpatan dan segala ungkapan kebencian mulai terdengar setelah Ali mengatakan

"Ya saya bersalah atas segala yang saya perbuat di masa lalu."

Dengan berbagai serbuan dari wartawan Prilly menyelesaikan acara pers dengan paksa. Karena suasana mulai tidak bisa terkendali dan keamanan Ali mulai terancam. Banyak wartawan yang sampai naik ke atas panggung tapi syukurnya bodyguard yang disewa Prilly sigap melindungi mereka berdua.

Dan hanya satu kalimat yang terus terucap dalam hati Prilly.

Tuhan, tolong berilah maaf kepada kekasihku.

***

Keputusan hakim tertinggi telah diputuskan. Bahwa Ali akan dihukum penjara seumur hidup dan wajib membayar denda untuk kelangsungan hidup para korbannya.

Tapi ayolah!

Seluruh korban yang di bunuh oleh Ali adalah penjahat politik tingkat kakap dengan catatan kejahatan yang dapat membunuh beribu ribu masyarakat.

Apa?

Lo mau ngebahas tentang HAM?

Hak Asasi Manusia dari para poliTIKUS itu?

Come on! Sekarang lo mau membahas HAM mereka ketika secara tidak langsung Ali berhasil membunuh satu nyawa yang telah menghilangkan beribu HAM masyarakat.

I'm so done with this world.

Setelah keputusan ditetapkan, tepat pada 20 Oktober 2020 Ali di penjara seumur hidup sebagai pelaku pembunuhan berencana.

Dan ini bukanlah akhir dari kehidupan sepasang kekasih ini. Melainkan sebuah awal baru dimana mereka akan menghadapi suatu hal yang lain kedepannya.

Untuk semua orang yang telah berbagi cerita denganku.

Untuk semua orang yang telah mendengar segala hal yang telah aku ungkapkan.

dan

Untuk semua orang yang telah mencinta ku dan Ali dengan hati kalian yang paling dalam.

Aku sebagai seorang Prilly Latuconsina mengucapkan banyak terimakasih dan mohon maaf yang sebesar besarnya.

See you in the next live honey!































































The End.

Handsome PsychopathTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang