Chapter 03 - Sipping

1.8K 191 22
                                    

Big Chest

-.-WM2 : HMH ©weyoungch 2018-.-

Nyonya Choi menarik nafasnya panjang saat kini tubuhnya berdiri di depan pintu kamar Sehun. Tangannya terulur menyentuh knop pintu dan dengan sedikit tekanan di knop pintu itu, kini pintu kamar yang tidak berpenghuni itu terbuka. Lidahnya keluar untuk menjilat bibirnya yang tiba-tiba kering. Matanya memerah berkaca-kaca di saat kakinya melangkah memasuki kamar anak bungsunya yang sudah hampir 3 tahun ini tidak pernah terpakai, kecuali jika rindu yang ada di hatinya tiba-tiba membuncah yang menyebabkan dirinya ingin menghuni kamar milik Sehun.

/Eomma, dimana obat tetesnya, mata Sehun perih/

Air mata itu turun begitu mengingat suara Sehun yang terngiang di telinganya. Pandangan matanya menjelajahi sekitar tempat tidur, membayangkan saat ini anak bungsunya itu terlelap dalam tidurnya. Bibirnya bergetar, menahan isakan yang akan segera keluar jika saja tidak dia tahan. Kepalanya mendongak melarang air matanya untuk keluar. Tangannya segera menghapus air mata yang tanpa dia suruh terus mengalir membasahi pipinya.

"Apa kamu merindukan Sehun lagi?" Nyonya Choi membalikkan badannya begitu mendengar suara suaminya. Senyum paksa tercetak di wajah cantiknya saat melihat suaminya berjalan mendekat ke arahnya. "Aku juga sangat merindukannya. Anakmu itu memang- tsk! Apa dia tidak tahu orang tuanya sekarang sedang merindukannya?" gumam Tuan Choi memeluk Nyonya Choi yang mengeluarkan isakannya

"Tidak hanya orang tuanya. Tapi semuanya. Aku terkadang kasihan dengan Chanyeol, juga takut dia akan lelah menunggu Sehun" ucap Nyonya Choi di dalam isakannya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Chanyeol benar-benar berpaling dari Sehun, sedangkan Sehun saat ini masih menjaga hatinya untuk Chanyeol. Atau, justru Chanyeol yang akan tersakiti di sini. Jangan-jangan Sehun- tidak! Nyonya Choi menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin Sehun melakukan itu pada Chanyeol. Sehun pasti akan setia pada janjinya dengan Chanyeol.

"Eomma? Chanyeol tidak akan melakukan itu" Luhan yang beberapa saat lalu sudah berdiri di ambang pintu kamar Sehun dan mendengar ucapan ibunya menepis pikiran buruk ibunya mengenai Chanyeol. Luhan ingin menyakinkan ibunya tentang Chanyeol yang serius dengan hubungannya dan Sehun. Chanyeol tidak mungkin lelah menunggu Sehun karena dia sangat yakin jika Chanyeol ingin bertemu anaknya. Ingin berkumpul dengan keluarga kecilnya.

Tuan Choi melepaskan pelukannya pada Nyonya Choi membuat istrinya itu menatap Luhan yang berjalan mendekat ke arahnya.

"Dimana Jongin?" tanya Nyonya Choi.

"Dia tadi tidak bisa mampir, eomma" ucap Luhan tersenyum tipis mendekat ke ibunya. Setelah beberapa saat di dekat ibunya, Luhan menghela nafasnya dan mengulum bibir atasnya. Dia memiringkan kepalanya untuk melihat raut wajah ibunya beberapa detik, setelah itu terdengar kekehan pelan darinya. "Aku tidak menyangka, ternyata eomma masih terlihat muda. Jika seperti ini, eomma akan terlihat seperti noonaku saja. Aku tidak yakin jika saja Rae-" Luhan mengatupkan bibirnya menghentikan ucapannya. Hampir saja dia menyebutkannama anak Sehun pada orang tuanya. Beruntung karena dia segera sadar dan menghentikan ucapannya itu.

"Tidak yakin untuk apa?" tanya Tuan Choi mendudukkan dirinya di sisi tempat tidur Sehun. Tatapannya jatuh pada anak sulungnya dengan curiga.

"Jika saja Sehun dan keponakanku pulang, aku tidak yakin jika anak Sehun mengira eomma halmeoninya. Aku rasa dia akan salah" ucap Luhan berusaha menghibur ibunya. "Pasti dia akan memanggil eomma, eonni" lanjut Luhan. Nyonya Choi menatap Luhan jengah. "A-aah eomma!!" teriak Luhan tertahan saat tangan ibunya mencubit sisi perutnya.

"Jangan memberikan harapan pada eomma, Luhan-ah! Kamu saja tidak pernah berkomunikasi dengan adikmu itu. Hanya Kris yang sering berkomunikasi dengannya" ucap Nyonya Choi ketus duduk di samping Tuan Choi.

(COMPLETE) WATCH ME 2 : HOLD MY HANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang