Chapter 16 - Reason

1.1K 133 9
                                    

Ten menarik nafasnya panjang. Sepertinya kelegaan tampak di wajah manisnya ketika Sehun sudah pergi dari panti asuhan. Tidak bisa dielak, Sehun adalah satu-satunya laki-laki yang berhasil membuatnya muak dengan semua tingkah pola dan seluruh apa yang ada pada diri Sehun. Jujur, Ten tidak menyukai Sehun sejak Nyonya Park sering menceritakan semua hal tentang Sehun.


Sebenarnya cukup baginya mendapatkan kebahagiaan setelah terbebas dari kata peliharaan yang sering diucapkan Tuan Park padanya dulu. Ten cukup jengah dengan kata itu. Jadi sekarang seharusnya dia sudah cukup bahagia. Apalagi jika mendapatkan laki-laki seperti Chanyeol atau Johnny. Oh, sepertinya untuk saat ini Ten lebih memilih untuk mendapatkan Chanyeol saja daripada Johnny. Ada banyak alasan untuknya memilih Chanyeol. Salah satunya adalah karena Chanyeol adalah laki-laki pertama yang pernah membebaskannya dari Tuan Park lalu membuatnya jatuh cinta yang berasal dari hatinya untuk pertama kali.

Selain karena itu, Ten juga ingin merebut Chanyeol dari Sehun. Melihat tatapan penuh cinta antara Chanyeol dan Sehun yang sangat dalam, Ten yakin jika dia mendapatkan Chanyeol maka akan membuat hati Sehun terluka. Otomatis, dunia mengakui jika kecantikan wajahnya melebihi Sehun. Sehun tidak akan ada gunanya di dunia ini. Dan Sehun, bukan hanya akan terluka. Tapi mungkin hidupnya akan berakhir tanpa adanya Chanyeol di sisinya. Itulah yang diinginkan Ten.

Jahat memang. Ten menginginkan semua yang tidak pernah didapatnya agar menjadi miliknya. Tidak peduli itu mudah ataupun sulit, Ten menginginkan semua yang dia inginkan walaupun dia harus memakai cara kotor sekalipun.

"Apa yang kau pikirkan?" Ten terkejut lalu menolehkan kepalanya cepat, menatap Johnny yang tersenyum lebar duduk di sofa yang berada di belakang tubuhnya. Ten membalikkan badannya dan tubuhnya segera bersandar pada dinding di samping jendela. Kepalanya dia miringkan untuk menatap Johnny yang duduk sambil menaruh kaki kanannya di atas paha kiri.

"Dia tidak kalah tampan dari Chanyeol hyung. Tapi Chanyeol hyung lebih tampan dan segar. Dan yang pasti Chanyeol hyung sudah berpengalaman" gumam Ten yang pastinya Johnny tidak akan mendengar, apalagi mengerti. Ten tersenyum tipis lalu mengambil sebuah gelas yang ada di atas meja. Johnny yang membawanya tadi, dan dia tidak hanya membawa 1, melainkan 2. Sudah pasti segelas lagi Johnny bawakan untuknya. Untuk siapa lagi jika bukan untuknya jika di ruangan ini hanya ada dirinya dan Johnny?

Ten tersenyum tipis mengarahkan gelasnya di depan wajah Johnny sebagai ucapan terima kasih karena telah membawakannya minum. Johnny menganggukkan kepalanya dan mengacak rambut Ten saat tubuh Ten sudah duduk di sampingnya.

"Sepertinya kau memikirkan tentang bagaimana cara menyingkirkan Sehun dari Chanyeol hyung" ucap Johnny dengan menyeruput air dari gelas yang dia pegang. Pandangannya sudah berganti menatap fokus lain, bukan wajah Ten yang sekarang terlihat kaget dengan ucapannya yang tiba-tiba dan sangat tepat tadi.

Ten menelan ludahnya susah payah. Matanya melebar menatap dalam manik mata Johnny dari samping. Pikirannya bergelut dengan hatinya, menanyakan bagaimana bisa Johnny tahu tentang apa yang dia pikirkan. Seperti halnya Tuan Park yang selalu tahu apa yang akan dia lakukan.

Johnny tersenyum tipis, seakan meremehkan laki-laki kecil di sampingnya. Matanya menunjukkan tatapan seperti tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Sehunnya, apalagi laki-laki yang sangat asing di sini. Tidak akan, sekalipun Chanyeol lebih membela laki-laki ini.

"Aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu, Ten. Chanyeol hyung ataupun aku menolongmu bukan karena kami suka,melainkan kami tidak tega melihat remaja sepertimu harus menerima derita seperti itu. Kami hanya ingin menyelamatkanmu. Tidak ada unsur kami menyukai laki-laki asing sepertimu. Perlu aku ulangi, jika kami hanya ingin menyelamatkanmu. Kami ingin menolongmu. Jika aku tidak menginginkan kebebasanmu, aku tidak berani melakukan hal seperti itu sewaktu menjemputmu" cerita Johnny menjilat bibirnya.

(COMPLETE) WATCH ME 2 : HOLD MY HANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang