Chapter 05 - Real

1.6K 213 17
                                    

"Kau nyata"

-.-WM2 : HMH ©weyoungch 2018-.-

-02.30 dini hari. Kediaman keluarga Choi-

"Emm"

Plak

Plak

Plak

Sehun menundukkan kepalanya melihat Raechan yang membuka kedua matanya lebar dengan mulutnya yang masih setia menghisap-hisap dada Sehun. Tangan mungilnya menepuk-nepuk dada Sehun dan suara geramannya terdengar. Sehun mengantuk dan butuh istirahat, tapi Raechan benar-benar tidak mau tidur sejak sampai di rumah. Raechan ingin bertemu Chanyeol yang tentu saja Chanyeol tidak tidur di rumah ini. Hanya hari Sabtu dan Minggu. Begitulah kata Kris. Sedangkan sekarang saja masih hari Senin. Tadi pagi Chanyeol masih sempat sarapan di sini, tapi setelah itu dia benar-benar menghilang dari rumah ini.

Sehun rindu Chanyeol. Walaupun Sehun menutupi kerinduan itu dengan kehadiran anaknya, tetap saja tidak bisa dia bendung kerinduan itu. Dadanya selalu bergejolak seperti sekarang jika mengingat nama Chanyeol. Wajah Chanyeol? Jika Sehun mau, Sehun sudah melihat wajah Chanyeol sejak pertama kali bisa melihat. Tapi Sehun malu hanya untuk meminta foto dari suaminya pada Kris. Biarkan dia menebak seperti apakah wajah suaminya. Atau, benar wajah Chanyeol seperti di dalam mimpi waktu itu?

Senyuman manis Sehun tercetak. Raechan melepaskan kegiatan menyusunya, lalu tubuh mungilnya langsung terduduk dan merangkak ke sisi tempat tidur. Mata Sehun mengamati Raechan yang berusaha turun dari ranjang. Helaan nafas kasar dari Sehun membuat Raechan menghentikan kegiatan turun ranjangnya sejenak. Mata lebarnya berkedip berkali-kali menatap mommynya yang terlihat lelah.

"Thamchon" gumam Raechan.

"Samchon tidak tidur di sini, sayang. Sini" ucap Sehun lembut menarik tangan Raechan agar kembali membaringkan tubuhnya.

Yang dicari Raechan adalah Tao. Karena selama ini yang menemani malam Raechan adalah Tao. Dan untuk saat ini Tao tidak tidur di rumah ini, melainkan dia beristirahat di hotel bersama dengan Kris sebelum berangkat ke China besok.

"Daddy?" tanya Raechan lagi.

Sehun menarik nafasnya panjang. Dia memiringkan tubuhnya lalu menumpukan tangannya di atas perut sang anak. Memeluk sang anak layaknya guling.

"Raechan ingin bertemu daddy?" tanya Sehun. Raechan menganggukkan kepalanya dan menaruh kedua tangannya di tangan Sehun yang memeluknya. Sehun menutup kedua matanya. Semoga cara ini akan membuat Raechan mau terlelap segera. "Daddy akan datang jika Raechan menutup mata Raechan dan tidur. Pasti Daddy akan datang besok pagi" ucap Sehun berbohong dengan nada pelan. Nyawanya bersiap untuk pergi dari tubuhnya sejenak. Sehun benar-benar butuh istirahat sekarang.

Oh ayolah Raechan yang cantik dan sangat menggemaskan. Mommymu saat ini butuh istirahat total sebelum daddymu menemui mommymu. Yang ada setelah daddymu bertemu dengan mommymu, dia tidak akan melepaskan mommymu. Bahkan untuk bersamamu saja mungkin daddymu akan melarang mommymu. Dengan kata lain daddymu akan overprotektif pada mommymu. Dan yang membuat pikiran mommymu kalut saat ini adalah bagaimana nanti daddymu setiap hari minta jatah yang selama 3 tahun ini dia kumpulkan. 3 tahun itu lama Raechan. Pasti daddymu sudah tidak bisa menahan lagi setelah melihat mommymu.

Upsh. Jangan mengucapkan hal-hal kotor yang menjerumuskan anak kecil seperti Raechan. Itu hanya akan membuatnya menatap kosong dengan bibir yang terbuka. Dia belum tahu apapun. Jadi itu akan percuma saja dijelaskan apapun yang akan dilakukan oleh orang tua gadis kecil ini.

"Mommy? Chan lapal" bisik Raechan tidak ingin membuat Sehun terganggu. Raechan menatap wajah Sehun. Apa mommynya sudah tertidur. "Mommy Chan lapal" ucapnya lagi sedikit keras. Sehun membuka matanya. "Chan lapal. Pelut Chan belteliak" cerita Raechan menepuk-nepuk perutnya. Sehun menggosok wajahnya frustasi. Dia begitu kesusahan saat Tao tidak bersamanya. Apa Sehun bisa disebut sebagai orang yang terlalu mengharapkan Tao sekarang?

(COMPLETE) WATCH ME 2 : HOLD MY HANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang