Masih POV AZRIL
.
.
Setelah dosen masuk aku pun langsung duduk dan aku juga malah terus memandangi gadis tadi bukan malah memperhatikan dosen yang tengah menjelaskan. entah kenapa rasanya aku senang jika melihatnya. Hingga dosen keluar pun aku tak menyadarinya sama sekali
.
"Eh.. zril dosennya udah keluar tu bengong aja lo dari tadi lagi ngeliatim siapa sih sampai dosen menjelaskan juga tadi lo nggak dengerin." Ucap teman disampingku
"Nggak gue nggak ngeliatin siapa siapa kok." Ucapku kepada Arkan
"Alah ngaku aja kalo lo lagi ngeliatin cewek yang ada di bangku pojok depan itu kan." Ucap Arkan yang membuatku kesal. memang ya ini anak pengen aku sumpel aja tuh mulutnya pake kain, kalo ngomong selalu saja nggak bisa direm tuh mulut.
"Enggak, gue nggak lagi liatin siapa siapa kok." Ucapku yang mengeles ucapan dirinya barusan
"Ngeles aja loh kayak ambulan, kalau suka itu langsung datang ke rumahnya khitbah dia, jangan loh liatin kayak gini, zina mata loh." Ucap arka
'sejak kapan ngeles itu kayak ambulan, bukannya kayak bajai ya. Emang nih anak ya suka bener ngubah ngubah kata' pikir ku
"Thank ya bro, loh udah ingetin gue." Ucapku sambil menepuk bahu arkan
"Sama sama bro, udah sana hampiri dia keburu pergi tuh anak" Ucap Arkan membuatku langsung buru buru menghampiri gadis tersebut
"Siap bro" ucapku
"Assalamualaikum, qila saya boleh bertanya tidak." Ucapku sedikit gugup karena aku tidak pernah dekat dekat dengan cewek selain bunda dan adikku. Serta baru kali ini juga aku tertarik dengan seorang wanita, sebelum nya aku tidak pernah seperti ini
"Waalaikum salam, mau nanya apa" Ucapnya dengan cuek. Heh apa dia seperti itu dengan ku saja atau dengan lelaki lain juga. Haih sudahlah ngapain ku fikirkan, mending aku bertanya saja kepadanya sekarang
"Saya boleh tau alamat rumah kamu dimana" ucapku kepada nya
"Ngapain" tanya aqila yang lagi lagi dengan singkatnya
"Untuk bersilaturahmi nantinya" ucapku sambil tersenyum kepadanya, namun sepertinya dia tetap saja dingin tanpa ekspresi begitu
"Kenapa"ucap aqila kembali, hadeh kenapa sih singkat singkat kalo bicara aku kan jadi kurang faham.
"Kenapa apa nya" tanya ku, sungguh aku benar benar tidak mengerti ucapannya
"Kenapa hanya denganku bukannya kau bisa bersilaturahmi ke rumah yang lain nya" ucap nya kepadaku membuat ku terdiam tanpa kata dibuatnya, heh sekarang aku harus jawab apa coba. Aku sangat bingung ini
"E--Eh itu" ucap ku dengan bingung nya
"Apa kamu modus" ucap nya kembali membuatku terpaku
"Hah"
"Wait" ucap Aqila lalu mengambil ponselnya di dalam tas nya, seperti nya dia mau menghubungi seseorang
"Assalamualaikum bang" ucap qila. Heh benar dugaan ku ternyata dia menghubungi seseorang, tapi siapa yang dipanggil bang ya oleh nya
"Waalaikumsalam, ada apa dek"
"Jemput aku di kampus sekarang okey, jangan lama ya. Aku lagi gak mood pulang dengan si cunguk satu itu" ucap qila
"Baiklah, kamu tunggu dikantin kampus saja. Nanti Abang akan susul kesana setelah sampai di kampus kamu"
"Baiklah bang, aku tutup telfonnya ya. Assalamualaikum" jawab qila
Dia sudah selesai menelfon ya, tapi kenapa dia langsung pergi tanpa mendengar aku berbicara kembali. Hm mending aku ikuti saja dia biarlah jika aku dianggap penguntit oleh nya.
Beberapa lama mengikutinya akhirnya dia berhenti juga, huh ternyata dia ke kantin tapi dia lagi apa ya disana, sepertinya dia menunggu seseorang deh. Ku kira tadi dia mau makan dikantin namun ternyata sebalik nya.
Aku pun akhirnya memutuskan untuk menunggu dirinya di tempat duduk yang dekat dengan nya, namun aku membelakangi dirinya agar aku tidak ketahuan. Heh aku sangat penasaran dia lagi menunggu siapa sekarang.
AZRIL POV END
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya Abang nya pun datang
"Telat 5 menit" ucap qila dengan dinginnya
"Hehehe maaf dek, tadi ada sedikit problem di kantor" ucap Abang nya tersebut sambil cengegesan
"Hm" gumam qila
"Jangan marah ya adikku sayang. Janji deh apapun permintaan kamu nanti Abang turuti" ucap Abang nya
'jadi pria itu Abang nya qila. Hm ku kira calon suaminya tadi, heh ternyata aku salah perkiraan. Tapi baguslah jadi aku masih punya kesempatan untuk mendapatkan qila kembali' batin Azril yang tengah berada di belakang Qila
"Ya ya ya. Tapi sebelum itu aku ingin bercerita dengan Abang kali ini" ucap qila
"Baiklah, ceritakan" jawab Abang nya
"Tadi ada seorang cowok yang meminta alamat rumahku" ucap qila membuat Abang nya tersebut langsung merubah ekspresi nya
"Ngapain" ucap Abang nya dengan raut dinginnya
'kok nada suara nya beda ya setelah qila berbicara begitu' batin Azril
"Ya katanya sih silaturahmi" ucap qila dengan cuek nya
"Heh, begitu rupa nya. Baiklah jika seperti itu" ucap abangnya dengan tersenyum smirik
'tak kan ku biarkan seseorang medekati adikku hanya untuk memodusi nya segala dengan dalih silaturahmi. Mulai besok aku akan menjaga adik kecil ku ini ya meskipun aku harus mengikuti dirinya kemana pun dia pergi, aku bisa saja menyuruh Azzam namun anak itu seperti nya tak bisa diandalkan sama sekali. Lebih baik aku sendiri yang langsung turun tangan' batin Abang nya qila
"Apa yang tengah Abang rencanakan sekarang" tanya qila
'aku yakin jika sudah seperti itu bang ahnaf pasti tengah merencanakan sesuatu' batin qila
"Besok kamu juga akan tau, sekarang ayo kita pulang. Eh tapi sebelum itu kamu udah bilang ke Azzam kalo kamu pulang dengan abang" ucap Abang nya yang bernama ahnaf tersebut
"Baiklah. Belum, biarkan saja anggap itu hukuman untuk nya" jawab qila dengan raut dinginnya
"Ya ya terserah padamu lah dek, sudahlah lebih baik kita langsung pulang saja" jawab ahnaf
Mereka pun akhirnya pergi dari kampus tersebut, namun Azril masih saja mengikuti mereka berdua hingga sampai di rumah qila
"Sudah cukup aku mengikuti nya, lebih baik aku pulang saja" gumam Azril
Ia pun akhirnya pulang ke rumah nya setelah mengikuti qila.
.
.
.
Makasih yg udah baca maaf kalo banyak typo dan maaf kalo ceritanya saya rombak.
Jgn lupa vote comment and follow guys see you next part ya assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARILA✓ [END]
RomanceSTORY 12 Judul lama: ukhibbuka fillah "Zen" panggil nya pada orang kepercayaan nya yang tak jauh dari dirinya "Iya tuan" ucap nya dengan hormat "Awasi terus nyonya kalian, jangan biarkan ada luka sedikitpun di dirinya" ucap nya dengan raut dingin "...
![ARILA✓ [END]](https://img.wattpad.com/cover/169083715-64-k190631.jpg)