2. Pemaksaan

9.8K 377 0
                                        

Waktu istirahat tiba, semua murid keluar kelas dan menuju kantin. Mungkin ada yang ingin mengisi perut atau cuma duduk manis aja disana.

"Je kok lo iya-in aja sih ih!!" sewot  Cia. Jeje yang malas hanya memutar bola matanya.

"Ya terus, gue bisa apa nyet?" balas Jeje tak mau di salah kan. "Gue gaada pilihan lain."

"Apakek, lo alesan mau ke lab atau ada urusan. Gitu aja ribet."

"Yauda lo aja sono yang nganter tu anak, gue sih ogah!! Mending gue ke kantin."

"Tapi anter dulu ya ke Rey hehe" Cengir Cia tak berdosa.

"Najis!"

"Ayodong..." rengek Cia sambil memasang muka melas nya

"Huh, iyaiya." Jeje yang tak tega akhirnya menuruti apa yang di katakan Cia.

Kedua gadis itupun beranjak dan berjalan ke arah bangku Rey. Cia terus memaksa agar Jeje menemani dirinya untuk bertemu Rey.

"Hai." Sapa Cia ke arah Rey yang baru saja beranjak dari bangku nya.

Rey tidak merespon kehadiran Cia dan Jeje. Ia terus fokus memasukan semua buku nya kedalam tas. Cia hanya mengusap kedua dada nya. Ntahlah mungkin Cia memiliki rasa lebih kepada Rey.

"Rey ayo! Ntar keburu penuh. " Ajak Billy tergesa-gesa.

"Duluan aja. Gue masih ada urusan." sahut Rey dingin.

Setelah mendengar jawaban dari Rey, Billy langsung ke kantin bersama yang lainnya. Tinggal Rey, Jeje dan Cia.

"Kenalin, gue Latasha Alicia Fazh. Lo boleh panggil gue Cia." Ucapnya sambil mengulurkan tangan kepada Rey.

"Oh, ya." Jawab Rey tak ingin basa-basi, dan ia tidak menggubris tangan Cia. "Sorry, ketua kelas yang mana ya?" Tambah Rey to the point.

"Gue!" Ucap Jeje tajam dan menoleh ke arah pria yang ada di samping sahabat nya.

"Ohh.."

"Apa? Lo cuma mau modus kan? Hah?!!"

"Heh."

"Gue kan cuma nurutin apa yang disuruh bu Riska. Lo budeg apa gimana??" Jelas Rey.

"Bilang sekali lagi lo! Gue sumpel tu mulut pake sempak lo!"

Rey hanya menatap Jeje heran. Apa yang di bilang Jeje? Sempak? What the hell?? Cewek gilaa!

"Je udah Je, jangan emosi." Ujar Cia sambil menenangkan Jeje yang kesal terhadap Rey.

"Buruan, keburu bel woi!" Protes Rey.

"Ogah!!" Tolak Jeje mentah-mentah dan membuang muka nya.

"Rey, biar gue aja yang nemenin lo keliling sekolah." Samber Cia dengan muka so imut. Iuwww

"Lah, ketua ketua kelas kan dia bukan lo!"

SkakMat!! Cia langsung terdiam dan tidak berani melontar kan satu kata pun ke Rey. Dirinya hanya menatap pria itu dengan penuh arti.

"Gue gamau!!"

"Lo harus mau!"

"Kok lo maksa sih? Gue bilang gue gamau setan!"

"Lo mau gua laporin ke bu Riska?" Pekik Rey tajam.

"Gue temenin lo, tapi kalo lo cabul gue aduin lo ke kepala sekolah!!" Ancam Jeje dengan nada serius.

Rey tersenyum penuh kemenangan. "Siapa juga yang mau nyabulin lo di siang bolong kaya gini," Jawab Rey datar. "Yaudah ayo berangkat."

"Gausah senyum, najis gue liat nya!"

"Serah lo."

Dengan terpaksa, Jeje lagi-lagi harus melakukan apa yang tidak ingin ia lakukan. Menyebal kan bukan?

"Eh kok ninggalin, tunggu ishh!!" Ucap Cia yang tidak sadar kalo dirinya sudah di tinggalkan oleh kedua mahluk itu.

My Enemy Is My Husband Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang