"Ma! Pa! Yu huuuuu Mela datang! Hey anda-anda pada kemana!"
Rere dan David yang sedang berbincang di ruang tamu otomatis menutup telinganya tidak ingin gendang telinganya pecah hanya gara-gara teriakan anak berumur 15 tahun itu.
"Mela sayang, jangan teriak," nasehat Rere.
Mela Sikula Satama. Nama yang aneh. Nama terakhir gadis itu diambil dari nama belakang orang tua mereka. Sarare menjadi Sa,dan Pratama menjadi Tama,sehingga bersatu menjadi kata Satama.
Aneh memang keluarga mereka.
Mela cengengesan,lalu mencium punggung tangan Rere dan David.
Gadis dengan rambut pirang,dan pipi lesung itu merebahkan bokongnya ke sofa warna gelap di tengah-tengah orang tuanya.
Seragam masih ia kenakan. Jam menunjukkan pukul satu siang,memang sudah jam pulang anak sekolah menengah pertama.
"Gimana sekolahnya?" tanya David lembut.
"B aja pa. Masa tadi kaki Mela di injak sama anak cabe urakan," Rere melototkan matanya.
"Diinjak siapa? Siapa yang berani sama kamu? Biar mama pites-pites terus digoreng sama tepung campur kacang," ujar Rere kesal.
David mendengus. Istrinya memang selalu perhatian dan memanjakan anak satu-satunya mereka.
"Peyek dong ma?" tanya Mela sambil terkikik. Melihat kelakuan menggemaskan istrinya,David ikut terkikik.
Hubungan David dengan Rere sangatlah langgeng sampai menikah. Hubungan mereka di dasari dengan kepercayaan satu sama lain.
"Udah ma, biarin aja si Mela di injak kakinya. Sekali-kali," sahur David tertawa.
Mela memanyunkan bibirnya ke depan,Rere menyentil mulut kecil merah muda Mela.
"Sekali-kali bela anaknya kek," kesal Mela.
Tangan David bergerak mengacak-acak rambut anaknya dengan gemas,"Iya iya sayang. Papa bela kamu. Biar besok mama kamu ke sekolah sambil bawa high heels, buat jitak kepala teman kamu yang nakal itu," jawab David.
"Lah, napa jadi mama?Papa aja? Besok bawa itulah cetok semen," balas Rere tak terima.
"Ah udah ah! Besok Mela sendiri aja pake karung beras!" Mela yang kesal gegara mama dan papa nya debat tidak jelas,mana bawa high heels sama cetok semen segala. Mela langsung bangkit meninggalkan Rere dan David yang tertawa lepas.
"Anak siapa sih pa?" tanya Rere ke David dengan sisa tawanya.
"Nggak tahu, haha," balas David dengan tawanya yang keras membuat Mela menyembulkan kepalanya dari lantai atas.
"AWAS NGOMONGIN MELA!" teriak Mela dengan suara cempreng bin melengking alay kadaluarsa.
Dua orang yang berada di ruang tamu mengelus dadanya dramatis. Teriakan Mela sungguh membuat dunia terasa berhenti.
***
Mela sedang duduk di balkon kamarnya menatap kosong ke arah balkon rumah tetangga yang tidak ada siapa-siapa. Tiba-tiba gorden rumah tersebut terbuka menampilkan sesosok pemuda dengan tubuh altetis dengan jambul bergaya baru saja duduk di balkon rumahnya.
"MELA!" teriak pemuda itu.
"ERLAN!" sahut Mela tak kalah keras.
Akibat teriakan dua insan tersebut, banyak orang memperhatikan. Bahkan ada orang yang sedang berkendara mengerem mendadak motornya.
Erlan Gasta Mabrata. Tetangga baru Mela yang menjadi sahabat baru juga bagi gadis itu. Erlan juga satu kelas dengan Mela di SMP JatiRaya.
Erlan selalu melindungi Mela saat diganggu temannya. Bahkan tadi pagi saat kaki Mela di injak Ines, Erlan langsung menggendongnya.
Padahal Mela sudah memukul-mukul punggung pemuda itu, tapi Erlan nampak santai-santai saja.
Sejak pertama kali Erlan di daerah ini,pemuda itu langsung jatuh cinta kepala Mela. Tapi, Erlan sadar mereka masih SMP. Semoga, saat SMA nanti atau malah selamanya Erlan bisa bersama dengan Mela.
"Main yuk Mel!" ajak Erlan dari seberang sana.
"Kemana Er?!" tanya Mela penasaran.
"Ke taman aja yuk!" jawab Erlan.
"Ayok! Aku ganti baju dulu!"
Mela berlari menutup pintu balkon dan segera ganti baju untuk bermain dengan Erlan ke taman desa.
"Ma, Mela mau main ya," izin Mela ke Rere.
"Kemana sayang?" tanya Rere dan David.
" Ke taman sama Erlan," jawab Mela jujur.
"Iya. Hati-hati. Jangan ke sorean," teriak Rere saat Mela malah berlari terlebih dahulu ke luar rumah.
"IYA MAH!"
Di taman.....
"Mel, aku traktir es krim mau?" tanya Erlan.
Mata Mela membelalak sempurna,"Beneran?"
"Iya. Mau rasa apa? Aku beliin dulu ke sana," jawab Erlan dengan senyum manisnya.
"Vanilla aja. Oke?"
"Oke!" jawab Erlan semangat.
Erlan pergi menuju penjual es krim di dekat pepohonan. Setelah itu, Erlan kembali lagi ke bangku taman menemui Mela.
"Ini Mel," Mela menerima es krim dari Erlan dengan senang hati.
"Makasih ya Er," ujar Mela dengan senyum manisnya.
Erlan yang melihat Mela tersenyum sampai tidak berkedip. Saat makan es krim,Mela nampak imut dan menggemaskan di mata Erlan.
*******
Yeeeee akhirnya extra part nya selesai juga horeeee senangnya ...tinggal nerusin cerita Ice prince hehehe....
Jangan lupa vote and komen ya....
KAMU SEDANG MEMBACA
DAVIRE [END]
Novela JuvenilRere, gadis yang baru saja menginjak masa SMA itu harus bertemu dengan ketua OSIS yang dingin tapi tampan seperti David. Entah kenapa, jantungnya selalu dag dig dug karena David. Untung saja ia sudah putus dengan Gara, mantan pacarnya. David Si ke...
![DAVIRE [END]](https://img.wattpad.com/cover/167442765-64-k762106.jpg)