8-JUALAN

189 13 0
                                    

Rencana untuk membantu Frida pun tiba.

Dira, Arka, Naya, bara, Irene dan Frida saat ini sedang bersiap-siap untuk berjualan di tempat biasa orang-orang berjogging. Mereka berenam tengah sibuk membereskan dan membersihkan makanan dan minuman yang akan mereka jual.

"Bar. Bantuin gue ini." teriak Arka pada Bara.

Bara pun menoleh, menatap Arka yang sedang kesusahan mengangkat meja dan kursi dari dalam mobil. Tak membuang waktu, Bara pun mendekati Arka untuk membantu.

"Angkat bareng-bareng aja." ucap Bara dan diangguki oleh Arka.

Sedangkan Dira dan Irene sadeng menyusun dan membersihkan alat-alat yang akan digunakan. Kedua gadis itu tak lepas dari obrolan yang penting hingga tak penting.

"Dir. Lo tau gak, tadi gue ngeliat mantan gue masa." celetuk Irene sambil mengelap meja.

"Oh ya? Terus-terus?." jawab Dira yang mulai tertarik akan curhatan Irene.

"Masa sekarang dia udah punya cewek sih. Udah mah cantik, terus semok lagi." ucap Irene dengan nada yang sedikit kesal.

"Lah. Emangnya kenapa kalo dia udah punya doi baru? Lo cemburu?." goda Dira dengan senyuman jahil diwajahnya.

"Enak aja. Gak lah, siapa juga yang cemburu. Gue tuh cuman kesel, masa dia udah dapet doi baru. Lah gue, masih aja jomblo." elak Irene yang malah membuat Dira tertawa karna melihat ekspresi menggemaskan Irene.

"Salah sendiri lo gak mau cari doi baru. Tuh mending sama sih Bara, dia kan sahabat lo dari orok." saran Dira sambil menunjuk kearah Bara yang sedang memindahkan barang-barang.

"Dih. Amit-amit gue sama tuh bocah. Udah tengil, sok ganteng, nyebelin lagi. Mending gak punya jodoh deh gue, dari pada sama tuh Bar-Bar." jawab Irene sambil bergidik jijik.

"Gak boleh gitu. Ntar beneran." tawa Dira pun meledak saat melihat Irene yang langsung melot kearah dirinya seakan ingin menelan Dira hidup-hidup.

Karna suara tawa Dira yang menggelegar. Arka pun menoleh, menatap Dira dengan tatapan yang sulit diartikan. Pemuda itu lalu bergegas mendekati Dira yang masih setia dengan tawa renyahnya.

"Hm." dehem Arka yang sengaja agar menghentikan tawa Dira.

Merasa ada yang berdehem, Dira dan Irene pun berbalik, mendapati Arka yang saat ini tengah menatap tepat kearah manik coklat milik Dira.

"Kenapa?" tanya Dira saat Arka tak melepaskan tatapan nya dari manik Dira.
Arka tersenyum, mendekat kearah Dira. Pemuda itu lalu mengacak rambut Dira gemas hingga berantakan. Dan berlalu, tanpa merasa bersalah sedikit pun.

Dira melongo. Gadis itu bingung dengan sikap Arka yang tiba-tiba manis seperti itu.

"Cie.. Kaya nya udah ada benih-benih nih." ledek Irene menoel-noel pipi cubby Dira.

Dira mengelak, menutupi pipinya yang memerah karna perlakuan sederhana Arka dan ejekan Irene yang membuatnya malu bukan main itu.

"Apasih. Udah ayo beresin lagi, keburu ada pembeli." ucap Dira mengalihkan pembicaraan. Lalu kembali membersihkan meja-meja.

•••

"Anjirr... Gak nyangka bakal laku keras." celetuk Bara setelah meneguk minuman bersoda miliknya.

"Iya, gue gak nyangka kalo bakal laku keras gini." lanjut Naya antusias.

"Gimana gak laku, kalo yang belinya cewek-cewek centil yang mau kenalan sama dua cunguk ini." sambar Frida menunjuk Arka dan Bara.

"Iya dong. Gue kan ganteng." pede Bara dengan gaya sok gantengnya.

"Najis." sarkas Irene jijik.

"Bodo!" balas Bara tak mau kalah.

"Yaudah deh. Kan udah beres semua nih, semua juga udah di beresinkan. Gue pulang duluan ya. Mau mampir ke rumah tante gue dulu soalnya." ucap Dira berpamit untuk pulang.

"Gue anter Dir." kompak Arka dan Bara.

Dira mengernyit, menatap bingung kearah dua remaja itu. Arka dan Bara saling menatap.

"Biar gue yang anter dia." ucap Arka.

"Gak bisa dong. Kan gue dulu yang mau anter dia." tolak Bara tak mau kalah.

Dua cowok itu saling berdebat. Berebut siapa yang akan mengantar Dira pulang. Dan tanpa mereka sadari Dira sudah pergi.

"Woi. Ngapain debat sih, lagian Dira nya juga udah pulang itu." lerai Irene. Arka dan Bara pun menengok kearah tempat Dira, dan benar saja gadis itu sudah tak ada di sana.

"Lah. Kok gak ada." ucap Bara mencari keberadaan Dira.

"Orang lo pada sibuk debat. Ya sih Dira pulang tuh sama taksi tadi." jawab Frida santai.

"Lo sih." salah Bara pada Arka. Arka tak perduli, pemuda itu langsung pergi masuk kedalam mobil miliknya dan pergi meninggalkan ke4 temannya itu.

Terjebak FRIENDSZONE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang