18- Semakin Jauh

221 8 3
                                    

"Gimana? Lo udah ada rencana buat pisahin mereka" tanya cowok yang tengah sibuk dengan rokok yang ada di sela jari tengah dan telunjuknya itu.

Gadis yang ada di samping nya itu tersenyum, menatap tajam kearah cowok yang sudah menjadi partnernya itu.

Seringaian sinis tercetak jelas di sudut bibir merah nya. Tangan mungilnya dengan lentik memainkan rambut panjang nya. Memilin dan menatap genit kearah cowok yang sudah tersenyum manis kearah gadis itu.

"Lo tenang aja. Liat dan nikmatin kehancuran mereka. Gue bakal rebut Arka dari Dira. Dan lo bisa kembali sama cewek itu" jawab gadis itu yakin. Lalu beranjak dari duduknya dan menatap licik kearah luar cendela yang menampilkan pemandangan kota jakarta yang padat akan kendaraan dan gedung pencakar langit.

•••

"Penghianat? Maksud lo? Gue gak ngerti" tanya Irene pada Bara bingung.

Bara terkekeh, menatap sinis kearah sahabat nya sedari kecil itu. Wajah tampan itu kini semakin terlihat dingin dan tak tersentuh. Ia mengalihkan tatapannya kembali kearah Dira lalu ke arah Arka yang hanya diam menatap Bara tak kalah sinis nya.

"Coba lo tanyain sama dua orang ini apa hubungan mereka saat ini!!  Lo pada percaya mereka sahabatan?" Sarkas Bara yang masih menatap tajam kearah Dira dan Arka.

Frida mengernyit, masih merasa bingung akan ucapan Bara. Namun ia pun sedikit mulai paham dengan apa yang dikatakan oleh Bara yang menyinggung hubungan kedua sahabatnya itu.

"Kalian tau, gue suka sama Dira sedari awal gue ketemu sama dia. Gue deketin dia dan kasih perhatian buat dia. Tapi apa? Dengan goblok nya gue malah tau kalo sahabat gue juga suka dan malah jalin hubungan sama cewek yang gue suka. Hebat kan, penghianat? Cih!!" ucapan Bara itu seakan menampar Arka dan membungkam Dira.

Gadis itu menatap tak percaya kearah Bara. Lalu menatap sayu ke arah sahabat-sahabat nya yang sudah menatap dirinya dengan tajam dan menusuk.

"Jadi bener, hubungan lo sama Arka lebih dari sekedar temen Dir?" tanya Naya pada Dira.

Gadis yang di tanyai hanya diam, tak berani menatap kearah mereka lagi, ia hanya menunduk, gelisah saat mata mereka hanya tertuju pada dirinya.

"Gue sama Dira pacaran." Suara Arka menjawab semua pertanyaan yang ada dalam benak para sahabatnya itu.
Irene terkekeh, menatap remeh kearah Dira dan Arka.

"Jadi bener?  Gue gak nyangka kalian kejebak Friendzone. Lo Dir! Kenapa diem? Jadi gini, lo anggep gue sama yang lain apa dir? Sahabat?!" beebagai pertanyaan meruntut dari Irene itu semakin memojokkan Dira. Gadis itu semakin merasa bersalah saat menaikkan pandangan nya dan menatap mata merah Irene dan mata tajam milik Bara yang masih setia menghunus tajam kearah mata coklatnya.

"Maaf" lirih Dira ngaris tak terdengar.
"Ok. Mending kita cepet selesain permainan ini! Gue udah enek lama-lama" sarkas Bara yang sedari tadi hanaya menatap Dira. Tatapan nya kini sudah beralih menatap Frida yang masih diam karna merasa persahanatan mereka sedikit demi sedikit sepwrti hancur.

"Karna rahasia Dira dan Arka udah terungkap. Gue rasa mereka gak ada hal yang lain di sembunyiin lagi, jadi pertanyaan gue persingkat. Dilanjut sama Irene" ucap Frida menengahi lalu menatap kearah Irene yang masih diam dengan pikirannya sendiri.

"Gue..?" tanya Irene menunjuk pada dirinya sendiri. Dan diangguki oleh Frida.

Irene bungkam. Gadis itu mulai gelisah saat sahabat-sahabat nya kini menatap dirinya dengan lekat. Tangan nya sudah berkeringat karna gugup juga takut.

"Ba..Bar" panggil Irene gugup. Gadis itu saat ini sedang memperhatikan Bara yang masih menatap Dira. Lalu mengalihkan tatapan nya saat namanya dipanggil oleh suara lirih Irene.

"Kenapa?" tanya Bara bingung. Karna Irene hanya menunduk saat ia balas memandang gadis itu.

"Gue cinta lo" lirih Irene pelan. Namun masih bisa di dengar oleh Bara dan yang lainnya.

Bara mendelik, menatap tak percaya kearah Irene yang hanya diam menatap kearah lantai tanpa mau menatap balik dirinya.

"Gausah bercanda ren, gue lagi gak mood buat bales candaan lo sekarang ini" sarkas Bara terlihat kesal karna ucapan Irene yang menurutnya hanya candaan itu.

Irene menggeleng, lalu dengan berani menatap tepat kearah manik mata coklat Bara.

"Gue gak sebercanda itu sama perasaan gue Bar. Gue cinta sama lo dan gue udah mendam ini semua semenjak kita SMP Bar." jelas Irene dengan mata sayunya.

"Ren! Lo tau kita SAHABAT!!" balas Bara menekankan kata SAHABAT.

"Iya, gue tau. Tapi gue cinta sama lo." ucap Irene tak bosan meyakin kan Bara.

Dira, Arka, Naya, dan Frida hanya diam. Masih mencerna akan ucapan Irene yang begitu mengejutkan. Sedangkan Bara sudah kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan Irene.

Cowok itu menggeser kursinya, menimbulkan suara keras dan mengalihkan tatapan mereka kearah Bara yang sudah berdiri menatap datar dan dingin kearah mereka semua.

"Gue balik" ucapnya dan berlalu meninggalkan mereka yang masih diam dengan pikiran masing-masing.

Sedangkan Irene menatap sendu kearah tubuh Bara yang mulai menjauh dan tak terlihat saat cowok itu keluar dari cafe.

Terjebak FRIENDSZONE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang