Oleh: Winda Arini
Dalam rinai hujan yang terus mendera
Bak atom yang membawa sekelebat asa
Dulu ia pernah berkata
'Aku akan datang serupa hujan pembawa buih gembira'
Bisa berdiri, menari, dan berlari di bawahnya
Namun, tak kutemui rinai yang sama lagi
Kau pun jua bergerak pergi
Meninggalkan rintihan hati
Oh, aku lupa satu hal lagi
Bukankah hujan juga akan pergi?
Seiring munculnya mentari
Dan hanya meninggalkan janji yang meradang pergi
Kini, hanya ada aku dan sepi
Tinggallah dalam penantian ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Puisi
PoesíaAku hanya ingin berbagi tentang apa yang kurasakan lewat bait-bait puisiku ....
