Author Pov
Ara terbangun dari tidurnya dengan nafas yang menggebu-gebu. Dia melirik ke kanan lalu kekiri lalu menghela nafas lega. Lalu dia menoleh ke arah jam beker yang terletak di atas nakas sebelah tempat tidurnya. Pukul 04.50.
"Sial" dia bergumam kecil.
🌸🌸🌸
"Pagi, Ma, Pa" sapa Ara hangat.
"Pagi juga sayang" balas Papa Randy sambil membaca koran dimeja makan.
"Pagi sayang. Sini duduk dulu sarapan" kata Mama Arumi hangat sambil menyiapkan sarapan untuk Papa Randy.
Ara duduk di depan Mama. Ia mengambil segelas susu yang selalu ada di setiap sarapan. Lalu mengambil roti dengan selai isi cokelat yang telah disiapkan oleh Mamanya.
"Ara, kamu yakin mau bawa motor ke sekolah sendiri?" tanya Papa.
"Yakin, Pa" jawab Ara dengan nada meyakinkan.
Ayah menghela nafas pelan.
"Yaudah kalo kamu maunya gitu" putus Papanya kemudian.
"Aku udah selesai. Aku berangkat dulu ya Ma Pa" pamit Ara sambil mencium tangan kedua orang tuanya bergantian.
"Jangan ngebut ya sayang. Hati-hati dijalan" kata Mama mengingatkan Ara.
"Oke Ma. Assalamualaikum" pamit Ara.
"Waalaikumsalam" jawab Mama dan Papa Ara secara bersamaan.
Ara bergegas keluar rumahnya. Ia menghampiri sepeda motor matic yang sudah di siapkan oleh Pak Dadang di depan rumah.
"Makasih ya Pak" kata Ara.
"Iya sama-sama Non Ara" jawab Pak Dadang sambil tersenyum ramah kepada anak dari majikannya. Fyi, Pak Dadang adalah supir pribadi Pak Randy dari Ara masih kecil. Ia sudah dipercaya oleh keluarga Pak Randy dari dulu.
Ara menaiki motornya. Lalu memakai helm.
Oke dunia, gue siap memulai semuanya -batin Ara-
Ara pun melaju menuju ke sekolah barunya.
🌸🌸🌸
Yogyakarta, 2 Juli 2018, SMA Kencana Bangsa.
"Woi minggir lo. Gue mau lewat duluan" ucap seorang cowok dengan motor besarnya berwarna merah kepada Ara.
"Apaansih. Jelas-jelas gue duluan nyampek juga. Gue lewat duluan dong" Ara berteriak kencang gara-gara cowok itu songong banget.
Ni gerbang sekolah kok bukanya dikit banget sih. Sebel gue. -batin Ara-
Pak satpam memang sengaja membuka gerbang sedikit. Kira-kira cuma bisa untuk masuk 1 motor saja. Entahlah kenapa.
"Bodo amat!" kata cowok itu melenggang masuk duluan.
"Ishh awas lo yaa!!" Ara berteriak kencang supaya cowok itu bisa mendengarnya.
Ara pun masuk setelah cowok itu masuk. Ia memarkirkan motornya di parkiran yang sudah disediakan. Ara membuka helm nya dan merapikan sedikit rambutnya yang berantakan.
"Oke selesai" kata Ara sambil melirik kaca spion nya.
Ara turun dari motornya. Lalu tidak sengaja ia melihat cowok menyebalkan tadi juga ikut turun dari motornya. Kira-kira mereka terpaut 2 motor.
"Lo?" ucap Ara terkejut.
"Dasar cowok nyebelin!" kata Ara dengan muka datar sambil buang muka.
Cowok itu hanya melirik sekilas lalu pergi meninggalkan parkiran.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARAVIN [ON GOING]
Teen FictionUPDATE TIDAK PASTI KAPAN^^ Ada beberapa kata-kata kasar. Maaf✌ ❤❤❤ Gimana jadinya seorang Adelino Ravindra Renfred mengenal Arabelle Ellora Zaviera hanya gara-gara masalah konyol di depan gerbang sekolah? Apakah Ara bisa menghilangkan trauma nya yan...
![ARAVIN [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/175987148-64-k762292.jpg)