Malam sudah tiba. Setelah selesai makan malam, Ara mengerjakan tugas yang diberikan gurunya. Walaupun ia sedikit bad, tapi ia tetap mengerjakan tugas yang diberikan. Lagian ia juga termasuk murid yang pandai, jadi tidak ada masalah sama sekali dengan soal yang diberikan oleh gurunya.
Pukul 22.00 PM, Ara telah selesai dengan pekerjaannya. Ia membaringkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar yang berwarna putih.
Pikirannya menerawang. Memikirkan apakah ia harus menerima tawaran tadi atau tidak. Setelah beberapa menit menimbang-nimbang, akhirnya ia sudah tau jawabannya.
Ara memejamkan matanya dan mulai memasuki alam mimpi.
🌸🌸🌸
Kringgggggg...
Bunyi jam weker di kamar Ara terdengar nyaring. Ara menggeliat kecil sambil mengerutkan keningnya. Merasa terganggu dengan bunyi nyaring itu.
"Enghh brisik banget sih" gumam Ara sambil mengucek-ucek matanya.
Tangannya terulur ke samping, berniat mematikan jam weker sialan yang mengganggu tidur cantiknya.
Setelah jam itu berhenti, Ara kembali tidur dengan nyenyaknya. Mengabaikan waktu yang semakin lama semakin siang dan bisa-bisa ia terlambat ke sekolah.
Tok tok tok
"Ra bangun. Kamu ngga berangkat sekolah?" teriak Mama Arumi di depan pintu kamar anaknya.
"5 menit ma" teriak Ara masih dengan mata terpejam.
"Ini udah jam setengah tujuh Ara" teriak Mama Arumi lagi.
"Hm" dehem Ara cuek.
1 detik
2 detik
3 detik
Ara merasa ada yang mengganjal dengan perkataan mamanya.
"Aaaaa mampuss gue telatttt!" bangun Ara dan langsung ngacir ke kamar mandi.
Mama Arumi yang masih di depan pintu hanya menggelengkan kepalanya.
10 menit kemudian, Ara sudah siap dengan seragam dan tas di punggungnya. Gadis itu turun ke lantai bawah dengan tergesa-gesa.
"Ma Pa Ara berangkat. Udah telat nih" ucap Ara sambil mencium punggung tangan orang tuanya.
"Hati-hati" teriak Mama Arumi saat melihat anaknya berlari-lari keluar rumah.
Ara langsung melaju menuju ke sekolahnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Banyak sumpah serapah yang mengiringi sepanjang jalan tapi Ara hanya menghiraukan saja.
Saat sekolahnya sudah di depan mata, Ara melihat pak satpam yang ingin menutup gerbang sekolah. Langsung saja ia menancap gasnya dan tak lupa membunyikan klakson berkali-kali sehingga dengan refleks, pak satpam membuka gerbang lebar-lebar.
Ara melesat masuk ke dalam sekolahnya tepat saat bel baru saja berbunyi.
Gadis itu melepas helm nya dan merapikan sedikit rambut yang berantakan dan berjalan dengan santai menuju ke kelas.
Saat sampai di kelas, bertepatan dengan guru yang baru saja masuk. Langsung saja Ara berjalan di belakang guru itu dan langsung duduk di kursi miliknya.
"Selamat pagi anak-anak" sapa Bu Alda Semani. Anak-anak sering menjulukinya Bualsem karena singkatan dari namanya memang itu.
"Pagi Bu" serempak murid kelas 12 Mipa 2.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARAVIN [ON GOING]
Novela JuvenilUPDATE TIDAK PASTI KAPAN^^ Ada beberapa kata-kata kasar. Maaf✌ ❤❤❤ Gimana jadinya seorang Adelino Ravindra Renfred mengenal Arabelle Ellora Zaviera hanya gara-gara masalah konyol di depan gerbang sekolah? Apakah Ara bisa menghilangkan trauma nya yan...
![ARAVIN [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/175987148-64-k762292.jpg)