D U A B E L A S: Care?

27 1 0
                                        

Perhatian sering, mengatakan suka tidak pernah. Ada? Banyak.

❤❤❤

Saat jam istirahat

"Arakuhh lo dimana yuhuu?" teriak Marsha saat sampai di UKS.

"Heh brisik lo! Ini UKS bukan hutan" ucap Celin sambil menutup telinganya.

"Yeee SSG dong. MBL?" ucap Marsha sewot.

"Hah? Apaan tuh?" ucap Celin bingung.

"Suka-suka Gue Dong. Masalah Buat Lo?" ucap Marsha lalu masuk ke dalam UKS.

"Yee alay lo!" ucap Celin mengikuti Marsha masuk.

"Arakuhh lo dimana? Incess datang nih. Woi red carpet nya mana" ucap Marsha masih dengan suara toanya.

"Marsha kenapa kamu teriak-teriak?! Ini UKS. Banyak yang sakit!" ucap penjaga UKS yang tiba-tiba muncul di depan Marsha dengan muka garangnya.

"Eh ada ibu. Ibu cantik banget deh bu. Saya mau lihat Ara. Dimana ya bu?" ucap Marsha dengan sangat manis membuat bu Selvi mendengus.

"Tuh di pojok sebelah kanan. Jangan teriak lagi kalo ngga mau saya keluarin dari UKS" ucap bu Selvi lalu pergi menuju ke mejanya.

"Ashiaapp bu" ucap Marsha tak lupa hormat.

Celin memperhatikan Marsha sambil tertawa. Marsha hanya mendengus melihatnya dan menuju ke tempat Ara berada.

"Arakuhh, lo gapapa? Ada yang sakit ngga? Mau diambilin apa? Makan apa? Minum apa? Atau kena-" ucapan Marsha terpotong karena mulutnya sudah dibekap oleh Celin yang berada di belakangnya.

"Brisik bego!" ucap Celin memarahi Marsha.

"Ihh tangan lo bau trasi dodol!" ucap Marsha sambil melepaskan tangan Celin yang membekapnya.

"Enak aja lo! Tangan gue wangi tau!" ucap Celin sambil mencium-cium tangannya.

"Haha satu monyet ketipu" ucap Marsha sambil tertawa.

"Sialan lo!" ucap Celin yang hanya memasang tampang bete nya. Ia lalu pergi menghampiri Ara yang sedari tadi diam melihat tingkah 2 sahabatnya.

"Heh nyet lo marah nih sama incess?" ucap Marsha sambil menoel-noel pipi Celin.

"Apasih. Ganggu ae lo!" ucap Celin sambil menyingkirkan tangan Marsha yang berada di pipinya.

"Yaelah kok marah sih? Gue traktir deh entar di kantin gimana?" kata Marsha membujuk Celin.

"Oke deal!" ucap Celin sambil tertawa.

"Yee anjir lu. Gue kira ngambek beneran!" kata Marsha sambil memutar bola matanya.

"Bodo! Yang penting entar lo nraktir gue!" ucap Celin kemudian.

"Gimana keadaan lo Ra? Tadi gue denger lo pingsan pas dihukum. Kita mau kesini tapi udah keburu bel" ucap Celin menatap Ara yang sedang duduk di atas brankar.

"Iya Ra. Gue tadi denger lo digendong sama Ravin kesini. Padahal Ravin itu anti banget loh sama cewek. Semua pada heboh pas ngeliat lo digendong Ravin. Terus Ravin tadi ngga bolos loh! Biasanya dia kalau udah mulai pelajaran dan dia belum masuk, ya dia lebih milih bolos. Tapi tadi engga!" cerita Marsha panjang lebar.

"Iya gue gapapa. Habis ini juga mau ikut pelajaran lagi" ucap Ara kemudian.

"Yakin lo gapapa? Udahlah disini aja dulu. Muka lo masih pucet tuh" ucap Celin dengan nada khawatir.

"Gue gapapa" ucap Ara meyakinkan kedua sahabatnya.

"Tapi Ra," ucap Marsha terpotong oleh Ara.

"Udah gapapa. Gue mau balik ke kelas" ucap Ara tak mau dibantah.

Kedua sahabatnya hanya mendengus pelan. Mereka tidak bisa melarang Ara yang batu itu.

Mereka berdua membantu Ara turun dari brankar dan memakai sepatunya lalu berjalan keluar UKS. Sebelum keluar, mereka bertemu dengan bu Selvi.

"Bu saya mau kembali ke kelas" ucap Ara dengan bu Selvi.

"Kamu sudah tidak apa-apa Ara?" tanya bu Selvi memastikan.

Ara hanya mengangguk.

"Yasudah" ucap bu Selvi kemudian.

"Dadahh bu cantik" ucap Marsha kepada bu Selvi.

Bu Selvi hanya tersenyum menanggapinya.

Mereka bertiga pun keluar menuju ke kelasnya.

-Di dalam kelas-

"Woi Vin kagak bolos lo?" tanya Yoga kepada Ravin.

Ravin hanya diam saja.

"Yaelah dasar kulkas berjalan" kesal Yoga.

"Yuhuu Frisko yang ganteng pake banget datang membawa kabar gembira untuk kita semua" ucap Frisko kepada kedua temannya yaitu Yoga dan Ravin.

"Paan?" tanya Yoga kemudian.

"Lah emang apaan?" balas Frisko dengan tampang watados nya.

"Yee dasar taik lo nyet" ucap Yoga kesal.

"Lah kok ngegas sih lo kek bajaj" ucao Frisko masih dengan tampang watadosnya.

"Diem!" ucap Ravin dingin.

"Napa dah lu? Pms ye?" tanya Frisko.

Ravin diam saja. Ia kembali bermain game yang ada di ponselnya dan tak peduli dengan kedua sahabatnya yang masih bertengkar.

"Eh Neng Ara udah balik nih. Masih ada yang sakit ngga? Mau dipanggilin dokter? Atau apa? Bilang sini sama abang Frisko" ucap Frisko dengan suara toa nya ketika Ara dan kedua temannya memasuki kelas.

"Brisik lo ketek dugong!" ucap Marsha tak kalah kerasnya dengan Frisko.

"Lah gue kan nanya sama Ara. Kok yang jawab kutu kambing sih!" ucap Frisko sewot.

Dan terjadilah adu bacot antara mereka berdua yang membuat kelas semakin ramai.

Ara memilih duduk di bangku nya bersama Celin. Ia tidak menghiraukan Marsha yang masih adu bacot dengan Frisko.

Ara menenggelamkan wajahnya dilipatan tangan. Mencoba memejamkan kembali matanya. Tapi getaran ponsel yang ada di saku nya pun membuat Ara mau tidak mau membukanya.

Ravin curut🐀
Lo gpp?
10.03

Arabelle
Hm.
10.04 Read

Ravin curut🐀
Plg sklh gw antr. Jgn nolak!
10.05

Ara hanya membaca pesan dari Ravin lalu memasukkan kembali ponselnya kedalam saku roknya dan meletakkan kepalanya pada lipatan tangan lagi. Ia mencoba tidur untuk menghilangkan pusingnya dan tak lama ia masuk ke alam mimpi hingga bel pulang pun berbunyi.

###

Ravin perhatian banget sih😗jadi tambah cinta *eh*😳

Maaf partnya pendek. Mentok sih ide nya aku:(

Besok panjang lagi kok tapi hehe😋

Yog, 8/4/2019
Author yang libur gara-gara dosen ngga masuk🙌

ARAVIN [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang