Entah apa namanya. Kita selalu dipertemukan dengan ketidak sengajaan yang membingungkan.
Arabelle Ellora Zaviera
❤❤❤
Sekolah bubar pukul 15.15. Semua murid berbondong-bondong meninggalkan kelas dengan bahagia. Terlihat Ara sedang membereskan barang-barangnya. Kelas sudah sepi. Hanya tinggal Ara dan kedua temannya saja.
"Ra, gue sama Marsha duluan ya soalnya Marsha bareng sama gue. Lo bawa motor kan?" tanya Celin kepada Ara.
"Iya" jawab Ara.
"Oke daahh Ra" ucap Celin dan Marsha hampir berbarengan sambil melambaikan tangannya.
Sekarang hanya tinggal Ara seorang diri di dalam kelas. Setelah semuanya beres, Ara segera melangkah kakinya ke parkiran untuk mengambil motornya.
Ketika sampai di parkiran motor, Ara melihat ban sepeda motornya kempes. Padahal tadi pagi masih baik-baik saja.
Brengsek! -batin Ara-
Ara bingung harus bagaimana. Ia lalu menelpon Pak Dadang supir ayahnya.
Halo Pak? Bisa jemput gue ke sekolah ngga? Ban motornya kempes nih.
...
Yaudah
Ara mematikan sambungan telepon secara sepihak. Pak Dadang tidak bisa menjemput nya karena sedang pulang ke rumahnya untuk menengok istrinya yang sedang sakit. Rumah Pak Dadang masih di daerah Yogyakarta. Lebih tepatnya di daerah Gunung Kidul.
Ara hanya bisa menekuk wajahnya. Ia terpaksa mendorong motornya untuk mencari bengkel. Tepat di depan pos satpam sekolahnya Ara berhenti.
"Pak bengkel deket sini dimana ya?" tanya Ara kepada satpam yang berjaga disitu.
"Di depan Neng deket lampu merah. Neng nanti tinggal belok kiri aja dari sini, terus lurus sekitar 700 meter. Nanti di sebelah kiri jalan ada bengkel" jelas pak satpam itu sambil menunjuk jalan.
"Makasih pak" kata Ara kemudian.
Ara kembali mendorong motornya sambil menggerutu di dalam hati. Wajahnya masam. Tidak lupa dengan muka datarnya yang senantiasa terlihat.
Baru 200 meter berjalan, Ara sudah ngos-ngosan. Tubuhnya berkeringat. Cuaca yang sedikit panas menambah kekesalannya. Ara berhenti sebentar untuk istirahat. Banyak orang-orang yang hanya melihat ke arah Ara. Tidak ada niatan sama sekali untuk membantu. Memang semakin sedikit orang baik di dunia yang mau menolong.
Saat akan mendorong motornya lagi, tiba-tiba ada suara motor yang berhenti di sebelahnya. Ara menengok ke arah orang itu.
"Kenapa motor lo?" tanya cowok itu yang ternyata adalah Ravin.
"Kempes" ucap Ara singkat.
Ravin melirik ke ban motor milik Ara sebentar. Lalu Ravin pergi memarkirkan motornya di depan warung lotek.
"Bu kulo nitip motor sekedap nggih (Bu saya titip motor sebentar ya)" ucap Ravin kepada ibu penjual lotek.
"Nggih mas" jawab ibu itu kepada Ravin.
Ravin menghampiri Ara lagi.
"Sini gue bantu dorong" kata Ravin kepada Ara.
"Gausah. Gue bisa sendiri" ucap Ara dengan dingin.
"Gue ngga nerima penolakan" ucap Ravin memaksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARAVIN [ON GOING]
Novela JuvenilUPDATE TIDAK PASTI KAPAN^^ Ada beberapa kata-kata kasar. Maaf✌ ❤❤❤ Gimana jadinya seorang Adelino Ravindra Renfred mengenal Arabelle Ellora Zaviera hanya gara-gara masalah konyol di depan gerbang sekolah? Apakah Ara bisa menghilangkan trauma nya yan...
![ARAVIN [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/175987148-64-k762292.jpg)