Bab 2 : Teru teru Bozu

49 8 2
                                        

Lo cewek aneh menurut gue. Tapi itu yang bikin lo unik dengan segala tingkah lo.
Adelino Ravindra Renfred

❤❤❤

Bel istirahat baru saja berbunyi. Semua murid bergegas pergi ke kantin untuk memberi makan cacing-cacing diperut mereka yang sudah lama puasa.

"Kantin yuk!" ajak Celin kepada Ara.
"Ayok!" Ara pun menyahuti.

Ara dan Celin berjalan bersisihan menuju kantin. Kantin sangat ramai, tentu saja.

"Duduk situ yuk" kata Celin sambil menunjuk meja kosong di depan penjual mie ayam.
Ara hanya mengangguk dan mengikutinya saja.

"Lo mau pesen apa?" tanya Celin kepada Ara.
Ara melihat penjual yang berada di kantin itu.
"Emm gue pengen soto sama es teh aja deh" kata Ara kemudian.
"Oke. Lo tunggu sini. Gue pesenin" kata Celin lalu pergi memesan makanan.

Ara mengeluarkan ponselnya untuk menghilangkan rasa gabut. Tiba-tiba ada seorang cowok yang duduk di depan nya.

"Hai, gue Calvin. Lo siapa?" kata Calvin sambil mengulurkan tangannya pada Ara.

Ara melihatnya sekilas lalu kembali bermain dengan ponselnya. Merasa dihiraukan, Calvin tidak tinggal diam.
"Eh minta nomer wa lo dong cantik!" katanya lagi kali ini dengan senyum menggodanya.

Ara pun hanya memutar bola matanya malas.
"Pergi!" kata Ara dengan nada dingin nya.
"Santai beib santai. Gue cuma pengen kenalan sama lu doang. Sekalian siapa tau kita bisa jadian" kata Calvin sambil mengedipkan sebelah matanya.

Ewh!

"Kalo lo gamau pergi, oke gue yang pergi" Ara berdiri dari tempat duduknya. Ia melangkah keluar dari kantin. Tapi baru beberapa langkah berjalan, ada yang mencekal lengannya.

"Tunggu dong. Lo kok galak banget sih? Entar cantiknya ilang kalo lo galak gitu. Tapi engga sih. Mau gimana aja lo tetep cantik kok" kata Calvin sambil tersenyum menggoda lagi.

Ara menghentakkan lengannya yang di pegang Calvin.

"Jangan ganggu gue lagi!" kata Ara sambil melangkah pergi menjauh dari kantin.

Ara pergi ke kamar mandi. Sekedar melihat penampilannya apakah berantakan atau tidak. Saat keluar kamar mandi, tak sengaja ia menabrak bahu seorang cowok.

"Aduh! Lo punya mata ga sih?!" kata Ara sambil mengusap usap kepalanya.
"Lo yang nabrak gue, malah lo yang marah-marah!" kata cowok itu tak kalah ketusnya.

Ara mendongakkan kepalanya. Matanya membulat setelah tau siapa cowok yang ditabraknya. Setelah itu ia menggeram sebentar.

"Lo ngapain disini? Lo mau ngintipin gue ya?!" kata Ara sambil menunjuk cowok yang tadi telat masuk ke kelas.

"Geer banget lo! Yang ada lo pasti mau modus kan ke gue?" cowok itu tak mau kalah.

"Ogah! Ngga bakalan sampek kapan pun!" kata Ara sambil pergi dengan menghentakkan kakinya. Ia kesel banget sama cowok itu. Selalu membuat emosinya mencapai titik 1000 derajat!

Ara kembali ke kelas. Disana sudah ada Celin yang menunggunya.
"Ara lo darimana sih? Tadi lo gapapa kan? Ga diapa-apain sama kak Calvin kan?" kata Celin dengan raut muka cemas.
"Gue dari kamar mandi. Iya gue gapapa kok. Emang dia siapa sih? Sok kenal bener dah!" kata Ara masih kesal. Hari ini mungkin hari sial bagi Ara.
"Kak Calvin itu cowok playboy di sekolah ini. Udah banyak yang jadi korban playboy an dia. Udah gitu kalo dia udah bosen sama tu cewek pasti bakal di tendang gitu aja. Dia itu pembuat onar juga. Tapi banyak yang suka sama dia. Heran juga deh gue. Apa jangan-jangan dia pake pelet ya buat memikat cewek. Ihh jijik banget sih. Lo jangan sampek mau ketipu sama dia. Oke Ara?" kata Celin panjang lebar.
"Iya gue tau kok" jawab Ara sekenanya, tidak mau memikirkan hal tidak penting seperti itu.

"Lo tadi jadi makan ga? Sori gue tinggal tadi" kata Ara kepada Celin merasa sedikit bersalah.
"Sans aja, Ra. Gue udah sempet makan sih tadi, hehe" kata Celin dengan tertawa kecil.
"Oke bagus deh" jawab Ara.

Bel masuk sudah berbunyi. Semua murid masuk ke kelas masing-masing dan pelajaran dimulai.

🌸🌸🌸

Pukul 15.30
Semua murid sudah pulang. Ara sedang membereskan barang-barangnya.
"Ra, lo pulang naik apa?" tanya Celin sambil memasukkan barang-barangnya ke dalam tas.
"Gue bawa motor sih. Lo?" tanya Ara pada Celin.
"Gue dijemput sih. Gue duluan ya. Udah ditunggu soalnya" kata Celin sambil berlari lari kecil keluar dari kelas.

Ara masih berada di dalam kelas. Suasana diluar mendung. Mungkin sebentar lagi bakal turun hujan. Ara memutuskan untuk menunggu di dalam kelas. Ia tidak mau pulang hujan-hujan. Ia sangat membenci hujan.

Lalu Ara mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Teru teru bozu. Orang Jepang bilang boneka kecil itu untuk mengusir hujan. Maka dari itu Ara selalu membawa boneka itu kemanapun ia pergi. Ara menggantungkan boneka itu di jendela dekat bangku dimana ia duduk. Beberapa detik kemudian hujan datang dengan derasnya. Ara panik. Jantungnya berdebar dengan keras. Pikirannya kacau. Ia meringkuk di bawah meja sambil menutup telinganya. Ia hanya berharap hujan segera pergi. Ia menangis kecil dan terus merapalkan kalimat,
"Pergi hujan. Pergi! Gue ga suka hujan!"
Begitu terus. Berharap doanya akan dikabulkan.

-Diluar kelas-
Seorang cowok berjalan dengan gaya cool nya memasukkan tangan kedalam sakunya sambil mendengarkan musik dari headset yang terpasang di telinganya. Selama pelajaran terakhir berlangsung di kelasnya, ia memilih membolos pelajaran dengan tidur di rooftop sekolah. Saat hujan akan turun, Ravin memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Ia berjalan melewati kelas 11 Mipa 2. Tidak sengaja, ia melihat sebuah boneka tergantung dijendela kelas tersebut. Ravin berhenti sebentar memperhatikan boneka putih itu.

Teru teru bozu? -batin Ravin-

Ia melepas headset yang dipakainya lalu melirik ke kanan dan ke kiri. Ia tau boneka ini. Tiba-tiba terdengar suara isakan kecil di dalam kelas 11 Mipa 2. Ravin mengangkat sebelah alisnya.

Siapa tuh yang nangis? -batin Ravin-

Ravin menjulurkan kepalanya melalui pintu yang ada di kelas itu. Ia melihat seorang perempuan sedang meringkuk disana.

Ngapain tu cewek? -batin Ravin lagi-


###

Wehee babang Ravin up! Vote dan komen jangan lupa yess! Maafkan daku yang masih amatiran ini. Maaf juga kalok ga nge feel.. Author hanyalah manusia biasa yang banyak salah🙇
Nih aku kasih fotonya Ara cecan kita yak^^

 Author hanyalah manusia biasa yang banyak salah🙇Nih aku kasih fotonya Ara cecan kita yak^^

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

See you at the next chap!😆

Yogyakarta, 28 Januari 2019

ARAVIN [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang