INTRO : Mark Fabian Prakas

81 14 11
                                        




"Hallo guys! Balik lagi di vlog gue hehehe pasti pada kangen kan?"

Seorang cowok tersenyum cerah didepan kamera, meski setelahnya dia jadi mendecak ketika ada cewek lain yang berusaha menggesernya, pengen nampil juga disana.

"Sekarang gue lagi ada dikampus tetangga. Cakrawala i'm here now!!! Gue tuh kesini sengaja mau buat kejutan buat sobat gue bang Jebi yang lagi ultah. Mulia banget kan hati gue."

Bambam mulai bermonolog sendiri walau akhirnya harus menahan kesal begitu Tiara terus-terusan mendesaknya. Kini dikamera lebih mirip kelihatan kayak perang 'siapa yang paling banyak nongol' antara Bambam dan Tiara yang saling dorong mendorong itu.

"Ish Tiara bentar dulu, gue opening dulu." Cowok itu memarahi tapi gak pengaruh karena Tiara tetap memaksa masuk dilayar kamera.

"Tiara!"

"Gue pengen nongol juga Bam." Kata cewek itu memberi alasan.

"Kameranya udah nyala? Kok gue gak diajak?"

Kali ini cowok lain ikut bergabung. Badannya yang kekar dengan mudah menyingkirkan dua orang tadi hingga bergeser. Kini, si kekar itu yang berada ditengah.

"Bang Jackson jangan ikutan deh." Bambam protes, jelas gak suka acaranya dikudeta sama yang lain.

"Kak Jackson badannya kegedean ih. Muat sendirian doang tuh dilayar." Tiara ikut komen, namun setelah itu jadi nyengir gak punya dosa begitu menerima pelototan dan Jackson. Cowok itu merasa tersindir.

Tiga orang itu tetap debat disana, masa bodo sama orang-orang yang lewat memperhatikan. Maklum saja, dikelompok ini memang trio itu yang terkenal gak punya malu. Keadaan tiga orang itu jelas berbeda sama Mark yang lagi anteng-anteng aja duduk dikursi samping lapangan bulutangkis.

"Jebi kelar kelas jam berapa deh?"

Seseorang menepuk pundak Mark sambil bertanya. Ia kemudian duduk disamping cowok itu sambil memainkan kunci motor dengan gantungan Ultraman Cosmos. Mark menggeleng pelan tanda gak tahu. Dia menegakkan badan sesaat sebelum menghadap Juan.

"Udah keluar harusnya, tapi tadi ada rapat MPM makannya lama." Jelas cowok itu.

Juan mengangguk jadi memanggil Jaenal dan Yogi di bawah pohon sana main kilik-kilik. Dasar bocah kurang mainan.

"Eh Jebinya rapat. Kayaknya lama deh."

Bambam, Tiara Jackson sudah bergumam 'yah' barengan, Jaenal menarik nafasnya berusaha sabar, dan Yogi diam saja, bingung mau kayak gimana.

"Yaelah, udah cape-cape dong gue ngomong." Keluh Bambam kini ikut bergabung bersama Mark dan Juan.

"Tinggal minum doang Bam, manja bener." Tiara mencibir, cewek itu lebih memilih tetap berdiri disamping lapangan bersama Jackson sambil mencoba kamera baru Jackson. Hape baru cuy, mau diperawanin dulu kameranya katanya.

"Iya nih gue juga jadi haus." Kata Jaenal ikut-ikutan ngeluh juga. Astagfirullah akhi.

"Gi, mau kekantin gak?" Jackson memanggil Yogi yang kelihatan cemberut abis kalah main kilik-kilik sama Jaenal. Cowok bernama Yogi itu jadi tersenyum cerah begitu saja.

"Boleh deh. Haus juga." Katanya menjawab.

"Yaudah kantin teknik aja deketan. Gue capcin yah yang original." Kata Jackson ikutan foto sama Tiara pake hape barunya.

"Hah?"

"Gue juga deh capcin, yang Tiramisu Yog." Tiara juga ikutan nitip meski sesekali harus waspada takut Jackson ambil gambar pas dia lagi ngomong.

LANGIT CAKRAWALATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang